Berita (News)EventsKomunitasPratama Media NewsProfil

Kecap-Kecap Terbaik dalam Kampanye Pemilu Serentak 2024

Diskusi umum yang digagas oleh Paguyuban Bandung Ngariung ini berlangsung pada Rabu, 29 November 2023 di D’Botanica R. Azelea 2 Lantai P1, Jln. Dr. Junjunan 143-149, Pajajaran, Kota Bandung

PRATAMA MEDIA NEWS (PMN), Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/11/2023) – Pemilu serentak 2024 hampir di depan mata. Gong Kampanye Pemilu 2024 sudah ditabuh pada 28 November 2023. Masa Kampanye akan berlangsung selama 75 hari, mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.

Paguyuban Bandung Ngariung turut mengisi masa ini dengan diskusi. Rabu (29/11/2023) kemarin tokoh-tokoh Bandung Ngariung dan beberapa bakal calon legislatif hadir dalam diskusi umum “Pilih Kecap yang Mana?” di D’Botanica R. Azelea 2 Lantai P1, Jln. Dr. Junjunan 143-149, Pajajaran, Kota Bandung.

Kecap, penyedap rasa masakan yang kondang sering kita dengar dalam kampanye suatu jabatan. Indonesia mengenal “jualan kecap” dalam janji-janji kampanye yang sering terdengar tidak logis dan terlalu mengada-ada (dalam finansial dan dukungan).

Flyer acara diskusi umum Bandung Ngariung bertajuk “Pilih Kecap yang Mana?” di D’Botanica R. Azelea 2 Lantai P1, Kota Bandung pada Rabu, 29 November 2023 - (Sumber: Manda/PMN)
Flyer acara diskusi umum Bandung Ngariung bertajuk “Pilih Kecap yang Mana?” di D’Botanica R. Azelea 2 Lantai P1, Kota Bandung pada Rabu, 29 November 2023 – (Sumber: Manda/PMN)

Istilah ini berasal dari analogi kecap, bumbu yang sering digunakan untuk menambah rasa pada makanan. Namun, kecap tidak dapat mengubah rasa makanan yang buruk menjadi enak.

Jenis kampanye ala jualan kecap muncul di berbagai platform kampanye langsung, tidak langsung, dan melalui media massa. Host Bandung Ngariung, Martin B. Chandra menyampaikan bahwa kampanye dan “kecap” rancangan undang-undang seperti ini yang perlu kita waspadai sebagai pemilih.

Host Martin B. Chandra bersama Budayawan Jeremy Huang membandingkan kondisi politik Indonesia dengan kisah perwayangan - (Sumber: Manda/PMN)
Host Martin B. Chandra bersama Budayawan Jeremy Huang membandingkan kondisi politik Indonesia dengan kisah perwayangan – (Sumber: Manda/PMN)
Suasana diskusi bertajuk “Pilih Kecap yang Mana?” yang berlangsung meriah di D’Botanica R. Azelea 2 Lantai P1, Jln. Dr. Junjunan 143-149 Kota Bandung pada Rabu (29/11/2023) kemarin - (Sumber: Manda/PMN)
Suasana diskusi bertajuk “Pilih Kecap yang Mana?” yang berlangsung meriah di D’Botanica R. Azelea 2 Lantai P1, Jln. Dr. Junjunan 143-149 Kota Bandung pada Rabu (29/11/2023) kemarin – (Sumber: Manda/PMN)
Suasana diskusi bertajuk “Pilih Kecap yang Mana?” yang berlangsung meriah di D’Botanica R. Azelea 2 Lantai P1, Jln. Dr. Junjunan 143-149 Kota Bandung pada Rabu (29/11/2023) kemarin - (Sumber: Manda/PMN)
Suasana diskusi bertajuk “Pilih Kecap yang Mana?” yang berlangsung meriah di D’Botanica R. Azelea 2 Lantai P1, Jln. Dr. Junjunan 143-149 Kota Bandung pada Rabu (29/11/2023) kemarin – (Sumber: Manda/PMN)

“Kita semua dari bangun tidur sampai tidur lagi menggunakan produk politik. Produk politik yang membuat apakah penduduk Kota Bandung dapat berlaku seenaknya atau berlaku sesuai dengan aturan.”  Buka Martin pada malam itu.

Bagi Martin, produk politik bagus ada dalam bentuk peraturan yang dimplementasikan dengan komitmen yang bagus dan konsistensi yang tinggi. Aturan yang terbentuk di Kota Bandung tampaknya masih belum mencapai produk politik itu.  Pasalnya, menurut Martin, undang-undang dan peraturan banyak, tapi tidak terimplementasikan dengan baik.

Muhammad Farhan yang akrab disapa Kang Farhan, anggota DPR RI perwakilan dari Jawa Barat yang turut hadir dalam acara Bandung Ngariung di D’Botanica R. Azelea 2 Lantai P1, Jln. Dr. Junjunan 143-149, Kota Bandung pada Rabu (29/11/2023) kemarin - (Sumber: Manda/PMN)
Muhammad Farhan yang akrab disapa Kang Farhan, anggota DPR RI perwakilan dari Jawa Barat yang turut hadir dalam acara Bandung Ngariung di D’Botanica R. Azelea 2 Lantai P1, Jln. Dr. Junjunan 143-149, Kota Bandung pada Rabu (29/11/2023) kemarin – (Sumber: Manda/PMN)
Bacaleg Roy Haryanto Pranata, S,H., M.H. (kiri), Maria Rosalinda, S.Sos. (tengah), dan anggota legislatif Kota Bandung Erick Darmadjaya, B.Sc. M.K.P. yang ikut berpartisipasi aktif dalam acara diskusi Bandung Ngariung bertajuk “Pilih Kecap yang Mana?” yang berlangsung di D’Botanica R. Azelea, Kota Bandung - (Sumber: Manda/PMN)
Bacaleg Roy Haryanto Pranata, S,H., M.H. (kiri), Maria Rosalinda, S.Sos. (tengah), dan anggota legislatif Kota Bandung Erick Darmadjaya, B.Sc. M.K.P. yang ikut berpartisipasi aktif dalam acara diskusi Bandung Ngariung bertajuk “Pilih Kecap yang Mana?” yang berlangsung di D’Botanica R. Azelea, Kota Bandung – (Sumber: Manda/PMN)

Hadir juga dalam forum, Muhammad Farhan yang akrab disapa Kang Farhan, anggota DPR RI perwakilan dari Jawa Barat. Kang Farhan menjelaskan masalah utama dalam DPR RI beberapa di antaranya adalah perumusan dan pelaksanaan undang-undang yang masih berantakan sesuai dengan argumentasi Martin.

“Ada beberapa oknum yang mengganti ‘peraturan’ saat permainan sudah dimulai. Ini mah sekilas tentang gejolak politik yang ada di Jakarta. Jadi akang-akang teteh-teteh, pilihlah dengan hati yang bersih dan jernih. Mau siapapun, yang benar, Kota Bandung harus lebih sehat.” Jelas politikus dan entertainer kawakan tersebut.

Pesan ini jelas sampai pada audience dan menghasilkan diskusi menarik. Roy Haryanto Pranata, S.H., M.H., salah satu Caleg DPRD Kota Bandung mengungkapkan bahwa banyak materi yang ia dapat. Salah satunya bagaimana cara berpolitik yang baik serta apa yang akan pemilih dan calon pemimpin lakukan pada masa politik ini.

“Kita sebagai orang yang baru mengetahui kehidupan politik ini tahu bahwa ada campur tangan politik di keseharian kita. Politik itu sebenarnya bagaimana kita sebagai manusia itu untuk dapat mengatur adalah satu bidang. Misalkan dalam perundang-undangan dalam kebijakan permerintahan dan itu menyangkut hajat hidup orang banyak juga.” Ujar Roy.

Beberapa pendapat Riunger, audience Bandung Ngariung, seperti Roy ternyata terangkum di PKPU Nomor 15 Tahun 2023. Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilu 2024 pasal 22 ayat (1), menyebutkan kampanye memiliki lima materi dasar, yaitu harus:

Pertama, menjunjung tinggi pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Kedua, menjaga dan meningkatkan moralitas dan nilai agama serta jati diri bangsa; Ketiga, meningkatkan kesadaran hukum; Keempat, memberikan informasi yang benar, seimbang, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari pendidikan politik, dan; Kelima, menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan dalam masyarakat.

Pertemuan malam itu ditutup dengan closing statement dari host dengan anjuran untuk memilih calon pemimpin daerah yang kita kenal dan percaya.

Foto bersama semua peserta Bandung Ngariung pada Rabu (29/11/2023) di D’Botanica R. Azelea 2 Lantai P1, Jln. Dr. Junjunan 143-149, Pajajaran, Kota Bandung - (Sumber: Manda/PMN)
Foto bersama semua peserta Bandung Ngariung pada Rabu (29/11/2023) di D’Botanica R. Azelea 2 Lantai P1, Jln. Dr. Junjunan 143-149, Pajajaran, Kota Bandung – (Sumber: Manda/PMN)

“Intinya pilih orang (calon) yang kita kenal. kalau memilih seseorang itu bukan karena dia seorang aktor atau duit. Ini yang bikin (Kota) Bandung jadi begini ya ini. Kalau saya pilih pemimpin karena kenal. Bohong dong kalau kamu tidak mengenal apa produk yang tidak kamu pilih. Apalagi yang lima tahun berikutnya di kota ini. Saya lihat tapi orangnya mampu atau tidak?” Pungkas host.

Untuk mengenal calon terdekat, dikenalkan juga diruangan tersebut anggota legislatif Christian Julianto Budiman, Erick Darmadjaya, B.Sc. M.K.P., bacaleg Maria Rosalinda, S.Sos., M.Si., Ririn, dan Roy Haryanto Pranata, S,H., M.H., sebagai beberapa perwakilan yang ada di Paguyuban Bandung Ngariung. (RMD/Manda)

***

Judul: Kecap-Kecap Terbaik dalam Kampanye Pemilu Serentak 2024
Reporter: Rose Mariadewi/Manda Melawati
Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button