Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno “Netas” di Cimahi
Acara bertema “Inovasi Produk Kreatif Lokal” ini berlangsung di Inaka Coffee, Jln. Padat Karya No.212, Cibeber, Cimahi Selatan, Kota Cimahi
Pratama Media News (PMN), Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (14/12/2023) – Ketua Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) I Jawa Barat, Ainul Hidayat, Rabu (13/12/2023) kemarin membuka acara Netas (Nemuin Komunitas) bertema “Inovasi Produk Kreatif Lokal” di Inaka Coffee, Jln. Padat Karya No.212, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat.
Ketua Gemawira I Jawa Barat yang akrab disapa Kang Ainul mengatakan bahwa acara yang dimulai pukul 19.30 WIB s.d. selesai tersebut dihadiri puluhan perwakilan komunitas yang ada di Kota Cimahi. Beberapa perwakilan komunitas di antaranya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI, dan Komunitas Tjimahi Heritage.

Selain itu hadir juga perwakilan komunitas Kampung Adat Cireundeu, Komunitas Cimahi Vintage, Gentra Pamitran, Gapoktan Mekarjaya, Komunitas MOCAF, Komunitas Vespa, Komunitas Lapak Cimahi, POOCI, Rumah Kreasi, Paguyuban Mojang Jajaka, dan masih banyak komunitas lainnya. Mereka semua hadir untuk memeriahkan acara Netas yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
Pada kesempatan tersebut Menparekraf mengatakan bahwa kementerian yang dipimpinnya akan memfasilitasi Wisata Militer dan Wisata Kampung Adata Cirendeu.


“Ekonomi pariwisata hijau adalah bagian dari masa depan ekonomi kita. Sektor pariwisata menyumbangkan 8% emisi karbon di dunia, “ ungkap Sandiaga.
Menparekraf juga menyampaikan bahwa Jawa Barat berhasil menjadi pemenang parade lagu daerah se Indonesia. Hal tersebut menurut Sandiaga dapat membantu meningkatkan wisata di bidang budaya dan dapat meningkatkan kreativitas perekonomian daerah.

Sandiaga juga mengingatkan betapa pentingnya pentahelix atau multipihak yaitu adanya kolaborasi lima unsur stakeholder pariwisata, yaitu: Academician (Akademisi), Business (Bisnis), Community (Komunitas), Government (Pemerintah) dan Media (Publikasi Media). Semua unsur tersebut harus bersatu padu berkoordinasi, serta berkomitmen untuk mengembangkan inovasi pengetahuan yang memiliki potensi untuk dikapitalisasi atau ditransformasi menjadi produk maupun jasa.

Dalam menggarap bisnis, tambah Sandiaga, perlu diterapkan pola ATI (Amati, Tiru, dan Inovasi) dengan spirit dengan 3G yaitu “Gercep” (gerak cepat), “Geber” (gerak bersama), dan “Gaspool”.
Selanjutnya Menteri Kemenkraf tersebut dengan resmi mencanangkan “browsing” (brownies singkong) berbasis kedaulatan pangan lokal sebagai oleh-oleh khas Kota Cimahi yang digagas oleh Kang Agus Fatony sebagai pelaku UMKM di Kota Cimahi.
Acara diakhiri dengan tanya jawab dan foto bersama dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. (FSY/PMN).
***
Judul: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno “Netas” di Cimahi
Kontributor: Febri Satria Yazid
Editor: JHK



