Berita (News)PendidikanPerguruan TinggiPratama Media NewsPsikologi

UNJANI Perkuat Kapasitas Warga Desa Lembang Hadapi Krisis Psikologis dan Bencana

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut berlangsung pada Kamis (10/09/2026) di Aula Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat

PRATAMA MEDIA NEWS (PMN), Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Kamis (10/09/2026) – Menghadapi bencana tidak hanya membutuhkan kesiapan secara fisik. Kondisi psikologis warga juga perlu mendapat perhatian, terutama ketika masyarakat berhadapan dengan situasi yang menimbulkan ketakutan, kehilangan, stres, hingga trauma.

Hal inilah yang mendorong Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Psikologi Industri dan Organisasi Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Kapasitas Organisasi PKK dan Warga dalam Manajemen Krisis Psikologis.”

Kegiatan PkM yang dilaksanakan di Aula Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tersebut dikemas dalam bentuk pelatihan Psychological First Aid (PFA) dan kebencanaan dengan sasaran warga Dusun 1 Desa Lembang, termasuk para kader PKK.

Suasana kegiatan PkM berupa Pelatihan Psychological First Aid (PFA) dan kebencanaan yang berlangsung di Aula Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (10/09/2026) -(Sumber: PMN)
Suasana kegiatan PkM berupa Pelatihan Psychological First Aid (PFA) dan kebencanaan yang berlangsung di Aula Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (10/09/2026) -(Sumber: PMN)

Kegiatan PkM  ini dipandang penting mengingat Desa Lembang memiliki karakteristik wilayah semi-perkotaan sekaligus kawasan pariwisata dengan dinamika masyarakat yang cukup kompleks. Mobilitas penduduk, perkembangan sektor wisata, tekanan ekonomi keluarga, konflik domestik, serta potensi bencana alam seperti gempa bumi dan tanah longsor menjadi sejumlah kondisi yang dapat memengaruhi ketahanan psikologis masyarakat.

Melalui pelatihan tersebut, warga tidak hanya diberikan pemahaman mengenai kebencanaan, tetapi juga dibekali kemampuan memberikan dukungan psikologis awal kepada masyarakat yang mengalami tekanan atau situasi krisis.

Ketua Pelaksana kegiatan, Endah Andriani Pratiwi, M.Psi., Psikolog, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas warga dalam menghadapi krisis psikologis di tingkat komunitas. Menurutnya, warga dan kader PKK dapat menjadi bagian penting dalam membangun sistem dukungan psikososial di lingkungan masyarakat.

“Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat peran warga sebagai garda terdepan dalam memberikan dukungan psikologis awal secara cepat, empatik, dan tepat kepada masyarakat yang mengalami situasi krisis,” demikian inti tujuan kegiatan yang disampaikan Endah dalam program tersebut.

Endah menambahkan, dalam pelaksanaannya peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari kesadaran mengenai kebencanaan, potensi Sesar Lembang dan bencana lainnya, pengenalan Psychological First Aid, teknik komunikasi dalam situasi krisis, hingga simulasi dan praktik menghadapi kasus-kasus yang mungkin terjadi di tengah masyarakat.

“Peserta juga mengikuti role play dan diskusi kelompok. Dengan metode tersebut, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi langsung mencoba bagaimana memberikan respons ketika berhadapan dengan warga yang mengalami ketakutan, kepanikan, stres, maupun trauma akibat suatu kejadian,” ujar Endah.

Konsep PFA sendiri menekankan pentingnya kemampuan untuk melihat kondisi korban, mendengarkan dengan empati, kemudian menghubungkan orang yang membutuhkan dengan sumber dukungan yang tepat. Pendekatan ini bukan untuk menggantikan peran psikolog atau tenaga profesional, tetapi menjadi pertolongan awal sebelum seseorang mendapatkan penanganan lebih lanjut apabila memang diperlukan.

Kepala Desa Lembang, H. Dikdik Sadikin, S.IP., menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan yang diberikan dapat memberikan manfaat besar bagi warga, khususnya dalam meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai persoalan psikologis yang mungkin muncul di tengah masyarakat. Menurutnya, peningkatan kapasitas warga juga dapat membantu perangkat desa dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Dikdik berharap kegiatan tersebut dapat bersinergi dengan visi dan misi Desa Lembang serta menjadi contoh yang dapat dikembangkan di dusun-dusun lainnya, bahkan di desa lain yang berada di wilayah Lembang.

Senada dengan itu, Kepala Dusun 1 Desa Lembang, Derick Rangga, S.Pd., menilai kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu pelopor kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Menurut Derick, ilmu pengetahuan yang dimiliki perguruan tinggi akan semakin bermanfaat apabila dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Anita, selaku kepala dusun, juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan PFA memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi kader PKK maupun warga secara umum, terutama dalam menghadapi kondisi krisis dan bencana.

“Pertolongan pertama psikologis memang merupakan istilah baru dan menjadi ilmu baru bagi kami semua,” ujar Anita.

Antusiasme peserta juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta, Neni (40), mengaku senang mengikuti pelatihan karena kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga banyak praktik.

“Acaranya seru, banyak latihannya dan praktik sehingga enggak bosan dan langsung dicobakan dengan semua peserta. Saya juga jadi paham apa yang harus dilakukan ketika dihadapkan pada situasi bencana,” kata Neni.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan sejumlah dosen dan psikolog dari Fakultas Psikologi UNJANI. Selain Endah Andriani Pratiwi, M.Psi., Psikolog, tim pengabdian juga melibatkan Yoga Hardianto, S.Psi., M.Psi., Shinta Febrina, S.Psi., M.Psi., serta Ulfah Trijayanti, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Sejumlah fasilitator trainer turut terlibat, yakni Indah Ayu Larasati, M.Psi., Psikolog; Dr. Arief Budiarto, Psikolog, DESS; Indra Kurniawan, M.Psi., Psikolog; serta Ahmad Helmy N., S.Psi., M.Psi.

Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Fakultas Psikologi UNJANI, yaitu Aulia Dwi Maharani, Vera Ritmi Agustin, Anissa Putri Desiana, Luthfiyah Rizki Fadhilah, Tiara Nur Azzizah, dan Zahra Siti Nurainni.

Tim PkM Unjani foto bersama dengan latar belakang para peserta Pelatihan Psychological First Aid (PFA) dan Kebencanaan - (Sumber: PMN)
Tim PkM Unjani foto bersama dengan latar belakang para peserta Pelatihan Psychological First Aid (PFA) dan Kebencanaan – (Sumber: PMN)

Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun ketahanan psikologis masyarakat Desa Lembang. Warga diharapkan memiliki kemampuan untuk saling mendukung ketika menghadapi situasi sulit, sementara kader PKK dapat menjadi salah satu penggerak dukungan psikososial di lingkungan masing-masing.

Pada akhirnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya tentang mengetahui ke mana harus menyelamatkan diri. Ada hal lain yang tidak kalah penting, yakni bagaimana memastikan masyarakat tetap memiliki kekuatan untuk saling menenangkan, mendengarkan, dan bangkit setelah menghadapi sebuah peristiwa yang mengguncang kehidupan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, pengetahuan psikologi pun diharapkan tidak berhenti di ruang kelas atau kampus, tetapi hadir dan memberi manfaat nyata di tengah kehidupan warga.

***

Judul: UNJANI Perkuat Kapasitas Warga Desa Lembang Hadapi Krisis Psikologis dan Bencana

Jurnalis: Raka Alvaro Triputra

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button