Puisi “Tanah Berdarah”
Sebuah puisi karya Iis Aisyah, seorang pelajar Kelas 12, MAS Persis 87, Kabupaten Garut yang dipersembahkannya untuk perjuangan bangsa Palestina
Pratama Media News, Kabupaten Garut, Selasa (26/12/2023) – Puisi berjudul “Tanah Berdarah” ini merupakan buah karya Iis Aisyah, seorang pelajar Kelas 12 MAS Persis 87, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang dipersembahkannya untuk perjuangan bangsa Palestina.
Di langit biru yang cerah …
Tertegun pada bumi yang resah …
Terenyuh di antara reruntuhan …
Dihempas luka yang tak berkesudahan …
Di bawah cahaya rembulan yang tertutup duka …
Palestina, hatimu terluka …
Dalam kesedihan yang tak terbilang …
Di kota-kota yang pernah gemilang …
Palestina …
Tanahmu berdarah!
Di bawah langit yang biru …
Di depan mataku, ayahku mati tertembak peluru …
Di senja yang merah …
Adikku tertimbun reruntuhan sejarah …
Dan ibuku … ibuku …
Dia bilang akan pergi sebentar untuk membawa roti,
Tapi kenapa dia pulang dengan keadaan tak sadarkan diri?
Dia bilang hanya akan pergi untuk membawa makanan,
Tapi kenapa dia pulang dalam keadaan mengenaskan?
Tuhan, kenapa kau ambil mereka secepat ini …
Aku masih ingin dipeluk ibu …
Aku masih ingin melihat senyum ayah …
Aku masih ingin bermain dengan adik …
Aku sudah muak mendengar para pemimpin dunia yang hanya memberi salam keprihatinan saja!
Mana keadilan itu?
Mana pembelaan itu?
Mana kebebasan itu?
Mana perdamaian itu?
Siapapun, hentikan si zionis bengis itu!
Palestina, tanah kudus yang terluka …
Namamu akan selalu kujaga …
Doaku untukmu akan selalu ada …
Dan kemenangan akan segera tiba.
***
Judul: Tanah Berdarah
Pengarang: Iis Aisyah
Editor: JHK
Sekilas tentang pengarang
Gadis manis bernama lengkap Iis Aisyah ini berasal dari Kota Garut, Jawa Barat. Saat ini Iis sedang menempuh studi Kelas 12 di MAS Persis 87 Pangatikan yang beralamat di Jalan Sukaraja No 298, Desa Sukarasa, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

“Saya merupakan orang yang menyukai sastra. Saya ingin karya saya abadi dan melekat kepada siapa pun yang membacanya,” ujarnya kepada redaksi Pratama Media News.
Gadis kelahiran Garut, 24 Januari 2007 ini mengatakan bahwa puisi yang dibuatnya ini merupakan sumbangannya kepada bangsa Palestina yang sampai saat ini menderita karena dijajah oleh bangsa Yahudi. Iis berharap puisi ini mampu meningkatkan gairah pembaca untuk selalu setia membela bangsa Palestina.
Anak bungsu dari tiga bersaudara ini bercita-cita ingin menjadi seorang dosen sastra. Ia sangat suka menulis, terutama jenis tulisan fiksi. Banyak sekali ide-ide liar yang menari dikepalanya dan ingin ia keluarkan dan rangkai menjadi kalimat-kalimat indah yang penuh makna.
“Tugas kita bukan hanya menjadi yang terbaik untuk diri kita sendiri. Namun, mampu membantu orang lain menjadi yang terbaik,” pungkasnya berfilosofi.
***








