ArtikelPratama Media NewsSeni dan Budaya

Desmoy, Artis Penyanyi SKC yang Mengidolakan Vina Panduwinata

Desmoy: "Sosok keibuannya, selain beliau membawakan lirik lagu yang menurut saya ngena banget buat hidup saya."

Ada sebuah pepatah yang berbunyi “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya” yang  artinya sifat anak tidak jauh dari orang tuanya. Hal itulah yang terjadi pada Desmoy, artis penyanyi anggota komunitas Seniman Keyboardis Cimahi (SKC).

Sejak kecil, wanita cantik bernama asli Desyi Haryati ini sudah hobi bernyanyi. Ia belajar secara otodidak sejak 1998 dengan menyanyikan lagu-lagu beraliran pop. Kebetulan ia dibesarkan dilingkungan seniman. Almarhum ayahnya, Dase Sopandi adalah seorang musisi sebuah grup band di Kota Cimahi.

Desmoy masih ingat saat ia masih kecil, almarhum ayahnya sering bermain band bersama grup musiknya. Saat itu ayahnya bermain sebagai lead (pemain melodi) dan grup bandnya sering membawakan lagu-lagu The Beatles. Tak heran kalau ia pun kini pandai memainkan gitar seperti ayahnya.

Desmoy
Artis penyanyi dangdut Desyi Haryati atau akrab disapa Desmoy (Sumber: Pratama Media News)

Selain itu, sang Ayah juga sering menyetel musik The Muppet yang berisi lagu-lagu lawas seperti “Surat Cinta”, “Senja di Batas Kota”, “Sepasang Mata Bola”, dan “Teluk Bayur”. Semua masih membekas kuat dalam ingatan Desmoy sehingga kalau mendengar lagu-lagu tersebut langsung teringat almarhum ayahnya yang begitu dekat dan sangat men-support-nya dalam bernyanyi.

“Waktu itu ada perlombaan karoke tingkat RW. Anak kelas 3 SD disuruh bawain lagu ‘Teluk Bayur’ dan lagu wajib Evie Tamala ‘Rembulan Malam’. Alhamdulillah saya dapat juara pertama, walau pun suara saya enggak bagus-bagus amat,” ujar Desmoy merendah, sambil tertawa renyah.

Selama kurun waktu enam tahun (1998-2004), Desmoy selalu menyanyikan lagu-lagu beraliran pop. Ia juga sangat mengidolakan artis penyanyi pop legendaris, Vina Panduwinata. Tidak heran kalau ia sangat hapal dengan lagu-lagu yang dibawakan penyanyi senior tersebut. Bahkan, ia sering menyanyikannya.

“Sosok keibuannya, selain beliau membawakan lirik lagu yang menurut saya ngena banget buat hidup saya,” ujar Desmoy memberi alasan mengapa ia mengidolakan Pandu Winata.

Bosan dengan lagu-lagu berirama pop, alumni SMA Al-Istiqomah Bandung ini mencoba menyanyikan lagu-lagu berirama dangdut. Setelah beberapa kali mencoba, wanita kelahiran 31 Mei 1986 ini menjadi ketagihan. Akhirnya sejak 2004 sampai sekarang ia terus membawakan lagu-lagu dangdut. Ia beralasan menyukai lagu dangdut karena banyak variasi musik dan aransemennya.

Desmoy
Desmoy saat tampil dalam sebuah acara bersama teman-temannya sesama musisi (Sumber: Pratama Media News)

“Memang dulu genre Moy di band, bukan di dangdut. Dulu di dangdut cuman nyoba-nyoba aja, tapi ternyata lebih membuahkan hasil dari segi finansial,” ujar Desmoy ketika menceritakan latar belakangnya sebagai artis penyanyi.

Desmoy mengatakan bahwa dirinya sejak SD sudah sering ikut lomba bernyanyi, tapi terbatas pada acara tujuh belas agustusan di seputar tempat tinggalnya. Namun, sejak SMP sampai SMA, ia mulai mengikuti parade band. Bahkan, prestasi yang pernah diraihnya adalah menjadi juara tiga pada acara Parade Band Bandung Berisik pada 2002.

Banyak sekali pengalaman Desmoy selama menjalani profesi sebagai artis penyanyi. Ia sering diundang untuk tampil dalam berbagai acara, seperti hajatan di rumah warga maupun dalam acara wedding di seputra Kota Cimahi, Kota Bandung, dan sekitarnya. Namun, acara yang menurutnya paling berkesan adalah saat ia tampil memenuhi undangan menyanyi di daerah.

“Tapi yang paling berkesan kalau sudah nge-job ke daerah pelosok-pelosok yang notabene masyarakatnya ramah-ramah dan penuh kekeluargaan,” ujar artis penyanyi yang beralamat di Jalan Kebon Kopi, Gang Pelita, RT 01, RW 09, No. 64, Kota Cimahi ini dengan bangga.

Ada pengalaman menarik yang tak terlupakan saat manggung Desmoy tampil manggung di daerah. Saat itu ia tampil bernyanyi di daerah Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

“Kebetulan yang punya hajatnya bandar sayur. Begitu habis nyanyi, pulangnya saya dikasih oleh-oleh sayuran satu polibek,” ujar Penggemar Aktor Senior Dedi Mizar ini sambil tertawa mengenang kejadian yang tak terlupakan tersebut.

Artis penyanyi wanita yang memiliki motto hidup “Be by Your Self” ini mengatakan bahwa hidup itu harus digunakan sebaik mungkin karena kita hidup cuma satu kali. Ia juga menyarankan kepada artis penyanyi pemula agar mengutamakan kualitas dan kuantitas, bukan cuma cantik saja.

“Kebanyakan penyanyi pemula sekarang seperti itu. Asal kan cantik, soal kualitas nomer sekian. Sungguh miris sekali,” ujar Desmoy dengan nada prihatin.

Ketika disinggung apakah profesi penyanyi (khususnya dangdut) bisa menjanjikan untuk masa depan, Desmoy menjawab bahwa semua itu tergantung dari kepribadian artis itu sendiri.

Image penyanyi dangdut banyak dirusak oleh penyanyinya sendiri. Mungkin dari attitude atau kepribadian. Tadinya karena ulah seorang penyanyi, image-nya berdampak buat semua,” ujar Desmoy miris.

Sebelum mengakhiri perbincangan, Artis Penyanyi Bersuara Merdu ini masih memendam sebuah cita-cita yang belum kesampaian yaitu ingin memiliki sebuah usaha Event Organizer (EO) yang bergelut di dunia musik. Semoga impian Desmoy segera terwujud.

***

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button