Tiga Seniman Cimahi Lakukan Atraksi Melukis On the Spot di Plaza Rakyat Pemkot Cimahi
Bahar Malaka, Cus Kusumah, dan Asep Yanto tampil maksimal di Plaza Rakyat meskipun sepi penonton
Pratama Media News, Kota Cimahi, Minggu (23/07/2023) – Tiga seniman senior Kota Cimahi kembali melakukan aksi art performance dengan melukis on the spot di Plaza Rakyat Pemkot Cimahi. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 23 Juli 2024 tersebut dimulai pada pukul 13.30 WIB. Mereka melakukannya secara mandiri, spontan, dan tanpa sponsor.
Saat ditemui awak Pratama Media News, salah satu dari ketiga seniman tersebut mengatakan bahwa mereka sebelumnya sempat berkumpul sejak pagi di Galeri “Tepas”, Gang Bajat No.2 RT 01 RW 18, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Galeri tersebut milik seniman kondang Indonesia asal Kota Cimahi, Bahar Malaka dan sekaligus digunakan sebagai sekretariat Forum Pelukis Cimahi (Forkis).
“Tadinya kami hanya ingin berkumpul untuk berdiskusi dengan sesama pelukis Cimahi. Namun, ternyata banyak teman-teman yang diundang berhalangan hadir. Akhirnya hanya kami bertiga yang berdiskusi yaitu saya, Kang Bahar, dan Kang Asep,” ujar Achmad Kusnadi alias Cus Kusumah atau akrab disapa Kang Cus.


Setelah ketiga pelukis tersebut berdiskusi seputar dunia seni di Galeri “Tepas”, tiba-tiba timbul gagasan untuk melakukan art performance di Plaza Rakyat Pemkot Cimahi. Kebetulan lokasinya memang tak jauh dari markas Forkis tersebut.
“Kami ingin meramaikan Plaza Rakyat ini dengan kegiatan berkesenian. Tempat ini sangat bagus sehingga sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan baik. Saya lihat penggunaannya masih belum optimal. Seharusnya pada hari Minggu, tempat ini penuh dengan kegiatan masyarakat,” tambah Kang Cus.

Berdasarkan pengamatan awak Pratama Media News, ketiga seniman tersebut melukis sesuai dengan tema masing-masing. Kalau Kang Cus dan Kang Asep Yanto melukis di atas kanvas dengan tema endemik, sedangkan Kang Bahar menggoreskan pensil di atas kertas dengan objek seorang rekannya yang biasa disapa dengan julukan Abah Fun Fun.
“Lukisan ini saya beri judul ‘Pikiran, tubuh, dan jiwa’. Hal ini berkaitan dengan kondisi pandemi yang baru saja berlalu. Kini kita masuk dalam fase endemik. Oleh karena itu kita harus banyak bersyukur dan bermeditasi dengan alam,” ungkap Kang Cus menjelaskan tentang objek lukisannya.


Pria yang sehari-harinya bekerja di sebuah perusahaan BUMN di bidang transportasi ini memvisualisasikan kondisi pascapandemi dalam bentuk lukisan sebatang pohon kering yang mulai tumbuh tiga pucuk daun pada salah satu dahannya.
“Saya merepresentasikan tiga unsur penting dalam kehidupan, yaitu pikiran, tubuh dan jiwa, dimana masa endemik yang akan dihadapi, kita harus selalu menempatkan diri agar selalu ikhlas dan bersyukur. Gunakan tubuh kita agar selalu memberikan treatment terbaik sehingga mampu menunjang pikiran dan jiwa kita,” ujar Kang Cus.
Terakhir, Kang Cus mengajak masyarakat agar memiliki pikiran yang lapang, serta selalu dekat dengan sang Maha Pencipta sehingga bisa mengendalikan dirinya pada masa yang akan datang.
Sementara itu Kang Asep memberi judul lukisannya “Tunas”. Lukisan tersebut berupa sebatang pohon tua dan kering dengan latar belakang pepohonan yang sudah mati. Pada cabang pohon kering tersebut tumbuh tunas baru. Lukisan yang dibuatnya terlihat senada dengan lukisan karya Kang Cus.

“Pandemik kemarin merupakan kejadian yang membuat banyak orang terpuruk. Banyak orang sakit, meninggal dan usahanya hancur. Namun, kondisi tersebut sudah berlalu. Bagi orang yang masih hidup harus tetap semangat untuk melanjutkan kehidupan. Kita harus selalu optimis dan punya harapan. Hal tersebut saya visualisasikan dalam bentuk sebuah tunas yang tumbuh di dahan yang kering,” ungkap Kang Asep.
Seniman senior lainnya yang sudah tak asing lagi dan dikenal juga sebagai seniman eksentrik berambut gimbal, Bahar Malaka mengomentari keberadaan Plaza Rakyat Pemkot Cimahi. Ia menghimbau para seniman Cimahi agar mau memanfaatkan tempat tersebut sebagai tempat berkarya, terutama pada akhir pekan.
“Minimal untuk ajang silaturahmi sesama perupa kota ini dimana kita akan lebih dekat dan merawat hubungan secara emosional dalam berkarya, di antaranya. Pertama dengan membuat jadwal pertemuan dijembatani dengan ngopi bersama sehingga akan muncul gagasan-gagasan kreatif untuk kegiatan seni rupa di Kota Cimahi,” ungkap Kang Bahar.
Kedua, Kang Bahar meminta Pemkot Cimahi untuk selalu memberi support kepada para perupa di Kota Cimahi karena menurutnya selama ini dirasa masih kurang maksimal.
“Ketiga, dengan tidak mengurangi rasa hormat untuk teman-teman perupa, mari kita lebih kreatif dalam karya maupun karya sehingga kita tingkat percaya diri kita akan bertambah atau mendekati kelayakan untuk menghadapi atmosfer seni rupa itu sendiri, minimal di Kota Cimahi,” Pungkas Kang Bahar. (Arie/PMN)
***
Judul: Tiga Seniman Cimahi Lakukan Atraksi Melukis On the Spot di Plaza Rakyat Pemkot Cimahi
Editor: JHK








