Oleh: Devinarti Seixas
Ketika kamu merasa mencintaiku dengan sepenuh hati maka alam pun tak bakalan dapat memisahkan kita, kecuali Tuhan.
Aku memilih kamu bukan karena kamu kaya, tapi karena aku tahu aku bisa bertahan hidup denganmu, meskipun kamu bisa menyakitiku berkali-kali. Karena misi Itulah Tuhan menjadikan kita pasangan Hidup.
Saat waktu mempertemukanku dengan orang -orang yang tak kita kenal, Aku tahu kamu cemburu, tapi aku tidak akan pernah menghianti cinta Suciku yang kuanggap adalah anugerah Tuhan
Kadang aku bingung, kenapa tiap hari kamu selalu sering mengadili? Padahal aku sendiri tahu jika hidup dan mati kita sudah di atur oleh Tuhan.
Kamu bagaikan pasangan yang tidak ada duanya di dunia ini buatku, meskipun kamu selalu berusaha mengungkapkan segala sesuatunya dengan penuh marah. Karena kamu tidak yakin terhadap makna cintamu padaku.
Hanya satu harapanku, jangan pernah merasa jauh, meskipun kamu benar-benar jauh. Karena ketika perasaan jauh itu ada maka aku akan berkata jika kamu dekat, tapi sama halnya jauh.
Cintaku bagimu bagai Alfa dan Omega karena dari kamu aku belajar tentang kecupan pertama. Jadi tetaplah jadi nomor satu buatku sebelum maut memisahkan kita.
Love you my dear. Kamu itu Alfa dan Omegaku. Kamu adalah dunia deritaku maupun bahagiaku karena dari kamu aku belajar tentang hidup mandiri, meskipun melewati berbagai tantangan hidup dalam mengarungi samudra di bahtera rumah tangga kita.
Aku tidak mencari yang sempurna dalam hidup sebab kekuranganmu telah mengubah duniaku. Dengan mengenal diriku dan kemampuanku, itu sudah sempurna buatku.
***
Catatan:
Penulis adalah Ketua Komunitas Kreatif (KPkers) Timor Leste








