Pasien RSUD Cibabat Kecewa Akibat Tidak Mendapatkan Pelayanan Profesional dari Oknum Tenaga Kesehatan Setempat
Ketua Umum LSM COBRA, “Dalam waktu dekat kami rencananya akan melakukan aksi untuk kebaikan pihak pengelola dan juga masyarakat.”
Pratama Media News, Kota Cimahi, Jawa Barat, Minggu (14/04/2024) – Akibat penanganan yang kurang profesional dari salah seorang tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Kota Cimahi, salah seorang pasiennya yang berobat ke sana akhirnya berobat ke rumah sakit lain.
Seperti yang dilansir dari laman gempurnews.com (14/04/2024), ada seorang ibu berinisila “SY” yang datang ke RSUD Cibabat untuk melakukan pengobatan karena terjadi pembengkakan pada bagian lehernya yang diakibatkan oleh tendangan tidak sengaja dari cucunya yang masih bayi. Saat itu ibu tersebut berharap mendapatkan tindakan medis dari nakes di rumah sakit tersebut karena kondisi kesehatannya semakin memburuk.
Menurut “SY”, efek dari tendangan cucunya tersebut, selain terjadi pembengkakan pada area lehernya, ia juga merasa sesak napas, sakit saat menelan ludah, dan badan terasa sakit semua. Bahkan, terasa menjalar sampai ke kepala dan bagian dada. Oleh sebab itu ia berharap mendapatkan tindakan medis yang profesional dari nakes setempat.

Apa yang diharapkan oleh ibu tersebut ternyata jauh dari kenyataan. Pihak nakes RSUD Cibabat hanya memegang pada bagian lehernya saja dan langsung memberikan obat. Pasien berinisian “SY” tersebut hanya dianjurkan untuk berobat jalan, padahal saat itu ia merasakan sakit di bagian dada dan tangan mulai merasa kesemutan.
Merasa tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal, pasien tersebut akhirnya mencari rumah sakit lain. Sambil berjalan sempoyongan ia menuju Rumah Sakit (RS) Mitra Kasih dan segera mendapatkan pertiolongan di sana. Bahkan, sampai dilakukan rontgen dan diberikan surat rujukan ke rumah sakit lain.
Kepada awak media SY mengungkapkan keluhannya, “Saya periksa ke RSUD berharap diberikan penangan karena efek dari leher yang sakit ternyata menjalar, napas menjadi sesak sulit untuk menelan, pusing dan jalan sempoyongan. Juga tangan sakit, tapi setelah dipegang area leher hanya diberikan obat, padahal jangankan untuk minum obat, nelan air liur juga sakit.”
Merasa tidak mendapatkan perawatan yang serius, akhirnya Ibu “SY” mencari rumah sakit lain, yaitu RS Mitra Kasih yang kebetulan lokasinya berdekatan.
“Alhamdulillah mendapat penanganan maksimal, dilakukan rontgen dan diberikan suntikan. Juga diberikan rujukan ke rumah sakit yang lain karena dokternya belum ada,” ujar Ibu “SY”
Setelah pasien berinisial “SY” mendapat rujukan untuk perawatan di rumah sakit, akhirnya ia dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung.
Saat awak media meminta tanggapan terkait kinerja nakes yang kurang profesional tersebut kepada salah seorang Staf RSUD Cibabat melalui aplikasi WhatsApp (WA), pihak RSUD menjawab, “Tadi siang sudah saya konfirmasi ke IGD dan katanya pasien tidak ada indikasi dirawat.”
Ketika awak media meminta tanggapan dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi terkait kinerja nakes RSUD Cibabat yang kurang profesional tersebut melalui WA, pihak Dinkes menjawab, “Maaf saya tidak memiliki kapasitas memberikan tanggapan. Silahkan keterangan langsung dari pihak RSUD Cibabat.”
Terkait kejadian tersebut, Ketua Umum LSM COBRA, Dedy Supriadi angkat bicara. Ia menghimbau agar pihak RSUD Cibabat mau melakukan perbaikan pelayanannya sehingga rumah sakit plat merah tersebut lebih mendapat kepercayaan dari masyarakat.

“Saya berharap pihak RSUD Cibabat melakukan perbaikan yang lebih baik agar image RSUD Cibabat lebih mendapat kepercayaan lagi dari masyarakat, khususnya bagi warga Kota Cimahi. Saya sering dengar juga bahwa pelayanan RSUD Cibabat kurang respon dalam penanganan pasien dan kurang gercep dan cenderung mengabaikan keluhan dari masyarakat. Keluhan lainnya adalah pasien sering mengeluhkan obat di Apotek RSUD Cibabat sering terjadi alasan tidak ada, sehingga pasien harus menebus atau membeli obat di Apotek di luar Rumah sakit,” ungkap Dedy.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum LSM COBRA mengingatkan tentang Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional yang berbunyi:
“Pasien rawat inap sudah di cover termasuk biaya ruangan, biaya inap, jasa dokter, biaya makan, biaya obat , rumah sakit harus menyiapkan semua itu, dan jika ada pasien yang membeli obat dari luar rumah sakit berkewajiban mengganti biaya beli obat ini yang tidak diketahui masyarakat dan tidak disosialisasikan oleh pihak rumah sakit.”
Ketua Umum LSM COBRA yang mendengar adanya kejadian ini berencana akan melakukan aksi, “Dalam waktu dekat kami rencananya akan melakukan aksi untuk kebaikan pihak pengelola dan juga masyarakat.”
***
Judul: Pasien RSUD Cibabat Kecewa Akibat Tidak Mendapatkan Pelayanan Profesional dari Oknum Tenaga Kesehatan Setempat
Editor: JHK
![Photo of 42 Perupa Indonesia Ikut Serta dalam Pameran Seni Rupa Bertajuk “Mas[s]a Bangkit” di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta](https://pratamamedia.com/wp-content/uploads/2022/05/001-Foto-Utama-OK-2-390x220.jpg)







