Merayakan HUT Kota Cimahi ke-21 ala Bahar Malaka
Bahar Malaka membuat Patung Semar sebagai ekspresi rasa syukur sehubungan dengan perayaan HUT Kota Cimahi ke-21
Merayakan HUT Kota Cimahi ke-21 ala bahar Malaka – Siapa tak kenal dengan Bahar Malaka, pelukis eksentrik berambut gimbal asal Kota Cimahi ini? Kiprahnya dalam berkesenian, khususnya seni rupa sudah tidak diragukan lagi. Bukan saja dia berkiprah di kota yang telah membesarkan namanya tersebut, tetapi dia juga sudah berkelana ke berbagai kota di Indonesia. Bahkan, sampai ke mancanegara.
Apa yang membuat sang pelukis eksentrik ini berbeda dengan seniman lainnya? Pertama, hampir setiap karyanya memiliki pesan moral yang tersembunyi di dalamnya. Lukisannya pun memiliki warna khusus yang cenderung mengarah ke warna-warna dasar yang kuat sehingga mudah dikenali oleh pengagum karyanya.
Kedua, Bahar Malaka dikenal juga dengan atribut yang dikenakannya. Rambutnya yang panjang dan gimbal memenuhi bagian kepalanya. Rambut tersebut dikepang dan dibentuk sedemikian rupa, serta diikat dengan sebuah kain dengan corak tertentu. Dia juga sering memakai celana pendek sampai ke lutut yang dikombinasikan dengan baju bermotif batik.

Ketiga, Bahar Malaka sering tampil menghibur masyarakat dalam berbagai event yang diselenggarakan oleh pemerintah atau perusahaan dalam bentuk art performance. Biasanya dia akan berkolaborasi dengan komunitas atau pelaku seni lainnya lainnya, seperti komunitas motor, para musisi, penari, budayawan, dan lain-lain.
Keempat, pada momen-momen penting tertentu yang tercatat di kalendar nasional, Bahar Malaka sering membuat kejutan dengan membuat karya yang fenomenal. Bahkan, hal tersebut dilakukannya di tempat-tempat tertentu yang tak terpikirkan oleh kebanyakan orang.
Nah, keempat hal itulah yang membuat pemilik Galeri “Tepas” yang beralamat di Gang Bajat, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara ini mudah dikenal dan menjadi salah satu ikon Kota Cimahi.
Pada momen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cimahi ke-21, pelukis eksentrik tersebut juga membuat kejutan. Dia membuat sebuah karya seni rupa berupa patung Semar berukuran hampir dua meter yang kini sudah dipajang di pinggir Jalan Daeng Muhammad Ardiwinata (sebelumnya bernama Jalan Cihanjuang). Posisinya persis berada mulut Gang Bajat, tak jauh dari Masjid Pesantren Jati. Saat ini patung tersebut masih ditutup karena rencananya akan diresmikan oleh Plt. Wali Kota Cimahi, Letkol Inf (Pur) Ngatiyana.

Tentu saja pembuatan karya seni tersebut bukan tanpa alasan. Sosok tokoh dunia pewayangan yang lebih di kenal di daerah Jawa tersebut telah menginspirasinya untuk berkarya. Filosofi Semar memiliki pesan moral yang baik dan sangat tepat jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Filosofi Semar merupakan wujud manusia yang rendah hati, suka menolong, dan siap melayani orang lain. Namun, dirinya merasa sedih dan akan marah bila melihat ketidakadilan di depan matanya. Sosok Semar hadir untuk meluruskan perbuatan manusia yang bengkok dengan cara yang santun, arif, dan bijaksana, serta penuh welas asih,” ungkap pria kelahiran Bandung, 6 Januari 1965 ini dengan ramah.

Sosok Semar merupakan nama tokoh punakawan ciptaan pujangga Jawa dalam kisah wayang kulit Mahabharata dan Ramayana. Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat bagi para kesatria. Tokoh lainnya merupakan anak-anak dari Semar, yaitu Gareng, Petruk, dan Bagong.
Menurut Bahar Malaka, pembuatan Patung Semar tersebut merupakan salah satu bentuk ekspresi dirinya sebagai seorang seniman dan juga sebagai wujud dari rasa syukur sehubungan dengan perayaan HUT Kota Cimahi ke-21.
Dalam mewujudkan idenya membuat Patung Semar tersebut, Bahar Malaka tidak bertindak sendiri. Dia sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat yang ada di lingkungan tempat tinggalnya.
“Sebagai orang Timur, tentu saja ada etika yang harus saya junjung tinggi. Saya tak akan melakukan sesuatu secara sembarangan. Apalagi ini menyangkut karya seni yang berkaitan dengan erat dengan budaya kita. Setelah mendapatkan restu, baru saya berani mewujudkannya,” ungkap Bahar Malaka sambil sesekali menghembuskan asap rokok yang dihisapnya.

Awal proses pengerjaan Patung Semar dimulai sejak awal Juni 2022. Pembiayaannya berasal dari kocek pribadi Bahar Malaka, tanpa bantuan pemerintah setempat. Namun, dalam perjalanannya sempat tertunda karena keterbatasan dana. Akhirnya kondisi ini terhendus oleh salah seorang sahabatnya yang kebetulan sangat peduli terhadap seniman.
“Alhamdulillah Allah telah mengutus seorang sahabat saya bernama Mas Sukirno asal Kebumen, Jawa Tengah. Dia bersedia membantu membiayai pembuatan Patung Semar tersebut sampai selesai,” ungkapnya dengan nada haru.
Kini Patung Semar karya pelukis berambut gimbal tersebut sudah siap untuk diresmikan oleh Plt. Wali Kota Cimahi, Letkol Inf (Pur) Ngatiyana. Bahar Malaka sudah berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW untuk merealisasikan maksud tersebut.
***
Judul: Merayakan HUT Kota Cimahi ke-21 ala bahar Malaka
Penulis: J. Haryadi
Editor: JHK
Profil penulis:
J. Haryadi adalah nama pena dari Jumari Haryadi. Pria kelahiran Kotabumi, Lampung Utara yang akrab disapa Edi Kohar atau Arie ini memiliki darah Kediri, Jawa Timur dari sang ayah dan Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan dari sang ibu. Dia mulai serius menekuni dunia tulis menulis sejak 2007.
Selain sebagai penulis, jurnalis, dan blogger, pria yang kini berdomisili di Bandung Barat ini juga sedang menekuni dunia fotografi, dan aktif sebagai pegiat pariwisata, seni, dan budaya di Kota Cimahi. Saat ini J. Haryadi sedang merintis usaha di bidang media dengan sahabatnya Adrie Noor. Salah satu media yang dikelolanya adalah media online “Pratama Media News“.








