ArtikelbisnisEkonomiOpiniPratama Media News

Cirebon sebagai Salah Satu Sentra Industri dan Bahan Baku Rotan Terbesar di Dunia

Menurut catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon,  pada 2017 jumlah perajin rotan mencapai 1.331 orang, sementara jumlah eksportir rotan mencapai 300 perusahaan

Pratama Media News – Cirebon sebagai Salah Satu Sentra Industri dan bahan baku Rotan Terbesar di Dunia – Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi sentra industri rotan terbesar dunia. Menurut catatan Kompas.com (07/11/2020), pada 2019 Indonesia menjadi negara pengekspor produk rotan ketiga terbesar di dunia dengan pangsa ekspor 6,11 persen setelah China (45,15 persen) dan Vietnam (12,49 persen).

Menurut Menteri Perdagangan Agus Suparmanto,  pada periode Januari-Agustus 2020, ekspor produk rotan Indonesia mencapai 357,17 juta dolar AS atau setara Rp 5,1 triliun (kurs 14.338 per dolar AS). Sepuluh negara tujuan ekspor kali ini tidak hanya ke pasar tradisional seperti AS, tapi juga termasuk Jerman, Prancis, Italia, Jepang, Korea Selatan, Denmark, dan Australia (Sumber: idntimes.com, 6/11/2020).

Seperti dilansir dari laman liputan6.com (17/03/2017), menurut catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon,  jumlah perajin rotan mencapai 1.331 orang, sementara jumlah eksportir rotan mencapai 300 perusahaan. Dari jumlah industri rotan Cirebon yang ada tersebut, sekitar 160 usaha yang aktif dan tergabung dalam Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Cirebon.

Tidak heran kalau tanaman merambat yang biasanya tumbuh di daerah tropis ini menjadi salah satu industri yang pertumbuhannya terbilang pesat dan tetap bertahan hingga saat ini. Tanaman rotan ini menghasilkan serat alami yang cukup kuat dan lentur sehingga sering digunakan untuk membuat beraneka ragam produk, seperti kursi, meja, lemari, keranjang, hiasan dinding, tempat tidur, dan lain sebagainya.

Indonesia memang dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki  rotan berkualitas tinggi, salah satunya adalah Cirebon. Bahan baku rotan Cirebon terkenal dengan kekuatan dan ketahanannya yang luar biasa sehingga sering digunakan sebagai bahan pembuatan produk kebutuhan rumah tangga.

suplier rotan manau, carubanstore,id penyedia bahan baku rotan, pengeringan rotan, pemasok rotan
Proses Penjemuran Rotan Manau – (Sumber: carubanstore.id)

Salah satu rotan yang seringkali digunakan adalah  rotan Manau biasanya digunakan untuk membuat keranjang dan tas, sedangkan rotan Fitrit lebih sering digunakan untuk membuat bingkai kursi. Sementara itu, rotan Kubu, Leles, dan Core lebih sering digunakan untuk membuat kerajinan tangan seperti anyaman.

Para petani umumnya memananen rotan untuk kebutuhan bahan baku industri rumah tangga dengan memilih rotan yang sudah berumur dan siap panen. Rotan hasil panen akan dipisahkan dari batang pohonnya, lalu dijemur hingga kering. Setelah itu, rotan akan dikemas dan siap dikirim ke pabrik-pabrik yang membutuhkannya.

Rotan termasuk bahan mentah yang cukup penting bagi industri kerajinan tangan di Indonesia. Selain itu, rotan juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena banyak diminati oleh pasar internasional. Oleh karena itu, pengolahan rotan menjadi produk-produk bernilai tambah merupakan potensi bisnis yang cukup menjanjikan di Indonesia.

olahan rotan, pengolahan bahan baku rotan, handycraft rotan, hasil kerajinan rotan, rotan cirebon
Kursi rotan sebagai salah satu produk olahan rotan hasil industri para pengrajin Cirebon – (Sumber: Antaranews.com)

Dalam pengolahan rotan, diperlukan keahlian khusus untuk mengolah bahan mentah rotan sehingga dapat menjadi produk yang berkualitas tinggi. Banyak pabrik-pabrik rotan di Indonesia yang sudah menerapkan teknologi modern dalam pengolahan rotan sehingga produk yang dihasilkan lebih berkualitas dan efisien.

Dalam hal ini, pengolahan bahan mentah rotan memerlukan sinergi antara petani, pengusaha, dan pemerintah. Pemerintah harus dapat memberikan dukungan yang cukup dalam hal pengembangan teknologi pengolahan rotan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam bisnis ini. Dengan demikian, pengolahan rotan dapat menjadi salah satu potensi bisnis yang dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat dan negara secara keseluruhan.

Sejarah Rotan di Cirebon

Sejak dulu Cirebon sudah dikenal sebagai salah satu sentra industri rotan di Indonesia dan menjadi bagian penting dari sejarah ekonomi daerah tersebut. Sejarah industri rotan Cirebon dapat dilacak kembali hingga abad ke-17, ketika Belanda mulai memperkenalkan tanaman ini ke daerah tersebut. Pada saat itu, rotan dianggap sebagai bahan yang bernilai tinggi dan sangat diminati oleh pasar Eropa untuk dijadikan bahan baku pembuatan mebel dan barang-barang dekoratif.

Dua abad kemudian, industri rotan di Cirebon semakin berkembang pesat. Para pengrajin lokal mulai memproduksi barang-barang rotan berkualitas tinggi dengan desain yang semakin menarik dan bervariasi sehingga mampu memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat.

rotan core fitrit, bahan baku rotan core fitrir, rotan cirebon, caruban store
Rotan core fitrit (Sumber: Carubanstore.id)

Pada masa kolonial, Belanda mengembangkan perkebunan rotan dan membawa mesin-mesin modern untuk mempercepat proses produksi. Mereka membuka perkebunan rotan di Cirebon dan mempekerjakan masyarakat setempat sebagai pekerja perkebunan. Namun, setelah Indonesia merdeka, justru industri rotan di Cirebon mulai mengalami kemunduran karena kurangnya investasi dan inovasi dalam bidang teknologi.

Kondisi tersebut tidak membuat industri rotan Cirebon punah karena masih ada pengrajin yang terus bertahan. Bahan, mampu mengembangkannya sehingga tetap eksis hingga sekarang. Para pengrajin di kota ini terus memproduksi berbagai macam barang dari rotan dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau sehingga produknya selalu laku terjual.

Sekitar 1920-an, industri kerajinan tangan rotan mulai berkembang di Cirebon. Para pekerja perkebunan rotan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena penutupan perkebunan, mulai memanfaatkan keterampilan mereka dalam mengolah rotan untuk membuat kerajinan tangan. Produk kerajinan tangan rotan dari Cirebon mulai dikenal di pasar lokal dan nasional. Bahkan, mampu menembus pasar internasional.


Sepuluh tahun kemudian, industri rotan Cirebon semakin berkembang dengan adanya pengembangan teknologi dan mesin untuk memproduksi kerajinan tangan dari rotan. Selain itu, pemerintah Hindia Belanda juga membuka sekolah kerajinan tangan untuk mengembangkan keterampilan masyarakat dalam mengolah rotan.

Pada masa kemerdekaan, industri kerajinan tangan rotan Cirebon terus berkembang dan menjadi salah satu sektor ekonomi yang penting bagi masyarakat setempat. Industri ini tidak hanya menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Saat ini, Cirebon menjadi salah satu pusat produksi kerajinan tangan rotan terbesar di Indonesia. Produk-produknya diminati pasar lokal maupun manca negara sehingga menjadi salah satu penghasil devisa negara yang patut diperhitungkan.

Manfaat Rotan

Berbicara tentang tanaman rotan, manfaatnya banyak sekali, terutama untuk kebutuhan industri, salah sebagai bahan baku pembuatan kerajinan tangan dan mebel. Rotan merupakan bahan baku yang sangat baik untuk pembuatan kerajinan tangan dan mebel karena serat rotan yang kuat, lentur, dan tahan lama. Produk yang dihasilkan dari rotan juga memiliki nilai estetika yang tinggi sehingga banyak diminati oleh pasar.

Selain itu, rotan adalah bahan baku industri yang ramah lingkungan karena merupakan produk alam yang terbarui secara alami. Penggunaan rotan dalam pembuatan kerajinan tangan dan mebel juga membantu mengurangi penggunaan bahan sintetis yang berbahaya bagi lingkungan.

Rotan juga dapat menghasilkan produk dengan nilai tambah yang tinggi karena dibuat dengan tenaga kerja manusia dan keahlian khusus dalam mengolah rotan. Produk rotan juga memiliki nilai seni yang tinggi dan dapat ditingkatkan dengan desain yang kreatif.

Manfaat rotan lainnya adalah dapat meningkatkan pendapatan petani. Dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap produk rotan, maka petani rotan juga akan mengalami peningkatan pendapatan karena harga rotan yang semakin naik.

Adanya industri rotan juga telah membuka lapangan kerja Industri kerajinan tangan dan mebel yang menggunakan rotan sebagai bahan baku. Hal ini tentu membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran, sekaligus dapat membantu meningkatkan pendapatan asli daerah bagi pemerintah setempat.

Produk rotan Indonesia memiliki keunggulan dari segi kualitas dan estetika sehingga mampu bersaing dengan produk-produk serupa dari negara lain. Dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, maka industri kerajinan tangan dan mebel yang menggunakan rotan sebagai bahan baku dapat menjadi salah satu andalan untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

Pemasok Bahan Baku Rotan

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan bahan baku rotan di Cirebon adalah PT Ganesha Management Caruban (GMC). Perusahaan yang beralamatkan di Tegalsari, Plered, Kab Cirebon ini menyediakan berbagai macam rotan, seperti rotan Manau, rotan Fitrit, rotan Kubu, rotan Leles, dan rotan Core, serta rotan Lasio. Untuk pemesanan informasi lebih lanjut, Anda dapat mengakses web Carubanstore.id atau menghubungi langsung nomor berikut:  082126704450.

***

Judul: Cirebon sebagai Salah Satu Sentra Industri dan Bahan Baku Rotan Terbesar di Dunia
Penulis: J.Haryadi
Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button