CerpenPratama Media NewsSastra

Hujan Semalam

Hujan Semalam (Cerpen karya Poedianto)Semalam hujan dengan derasnya. Pak Sumo mengatur air sawahnya agar tidak kebanjiran. Banjir bisa menghanyutkan benih-benih tumbuhan padi yang baru saja ditanam. Pak Sumo sibuk membuka aliran air pada pematang sawah. Air yang memenuhi petak-petak sawahnya dialirkan lewat selokan, terus bergerak menuju sungai kecil di pinggir sawah.

Sementara Pak Sumo masih mengatur air di sawah, hujan tak semakin reda. Sesekali kilat mengeluarkan sinarnya, seolah membelah langit.

Setelah membenahi sawahnya, Pak Sumo bergegas menjauhi hamparan sawah sebab hujan bertambah deras dan bunyi geludug juga berkali-kali menggelegar. Pak Sumo dengan memanggul cangkul cepat-cepat bergegas pulang. Ia khawatir tersambar petir seperti kejadian beberapa tahun silam. Saat itu di desa sebelah, ada seorang petani yang disambar petir di tengah sawahnya ketika hujan deras.

Pak Sumo ingat itu, lalu ia cepat-cepat menelusuri pematang sawah dan sesekali meloncati gundukan-gundukan bongkahan tanah. Lalu ia berhenti sebentar melihat sekeliling hamparan sawah yang sudah dipenuhi air hujan.

Kemudian Pak Sumo melangkahkan lagi kakinya dengan cepat, lalu berbelok ke arah jalan desa. Sebelah jalan desa ada sungai yang agak besar, airnya mengalir dengan deras. Sementara brujung-brujung tanggul sungai sudah ada yang rusak.

Sawah
Ilustrasi: Seorang petani sedang jalan di pematang sawah (Sumber: (Victor Velez/Flickr)

Pak Sumo melihat itu, lantas ia bergumam, Kalau brujung-brujung itu ambrol, tanggul sungai akan jebol. Tenggelamlah desa sekitar sini. Semoga perangkat desa sudah mengetahui ini dan semoga pula sudah dilaporkan ke ndoro bupati di kabupaten.

Lelaki paruh baya itu menggelengkan kepalanya dan terus menelusuri jalan desa. Ia mampir sebentar ke tegalan miliknya untuk memetik beberapa buah jagung.

Sesampainya di rumah, Pak Sumo langsung membersihkan diri di pakiwan belakang. Sementara itu istrinya mengelupas kulit jagung, lalu merebus jagung ke dalam dandang besar di atas tungku yang terbuat dari tanah liat.

Istri Pak Sumo duduk lalu di dingklik kecil dekat tungku. Sesekali tangannya memasukkan kayu bakar dalam tungku. Api membakar kayu dalam tungku dan menghangatkan tubuhnya.

Setelah membersihkan diri, Pak Sumo sudah duduk bersila di atas amben dengan memakai sarung kotak-kotak dan berkaos oblong berwarna putih. Istri serta kedua anaknya juga duduk di atas amben. Di luar hujan masih belum berhenti. Keluarga kecil itu menikmati jagung rebus yang masih hangat.

***

Semua siaran televisi menurunkan breaking news tentang banjir di beberapa kota. Bermacam komentar muncul. Ada yang berpendapat banjir tersebut sebagai akibat dari drainase yang kurang memadai. Ada yang berpendapat karena hujan yang ekstrem. Ada yang berpendapat kalau hujan tersebut merupakan kiriman dari kota-kota lain. Bahkan, ada yang berpendapat karena kepala daerah yang enggak becus mengurusi banjir.

Banjir
Ilustrasi: Suasan banjir di Jakarta (Sumber: voi.id)

Apapun alasannya, masyarakatlah yang paling terkena dampak langsung dari banjir. Rumah kebanjiran, jalan tertutup air, perabot rumah tangga rusak, mobil dan motor mogok, toko-toko tutup, ekonomi lumpuh, dan penduduk mengungsi di berbagai tempat pengungsian. Belum lagi penyakit yang timbul akibat banjir. Untung saja tersedia obat-obatan, pakaian, selimut dan kebutuhan pangan untuk masyarakat terdapak banjir yang diperoleh dari bantuan pemerintah dan dermawan swasta.

Banjir belum selesai penanganannya, disusul wabah corona dan problematik penimbunan masker, erupsi gunung merapi yang abunya menyebar hingga kota Solo dan berbagai bencana lainnya. Semuanya silih berganti menimpa masyarakat. Masyarakat yang sudah berat dengan beban ekonomi.

“Kita masih bersyukur Bune, desa kita luput dari banjir,” kata Pak Sumo suatu sore.

“Benar Pakne, kita bersyukur,” suara Bu Sumo pelan.

***

Cerpen “Hujan Semalam” karya Poedianto

Editor: JHK

Keterangan:

  • Penulis adalah Guru SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button