Waspada Tanah Longsor dan Kenali Gejalanya dan Lakukan Mitigasi Sejak Dini: Catatan Kegiatan PPI XI – 9 Juni 2026
Artikel ini ditulis oleh: Maesaroh, M. Sos.
PRATAMA MEDIA NEWS (PMN) – Kolom OPINI, Selasa (09/06/2026) – Artikel berjudul “Waspada Tanah Longsor dan Kenali Gejalanya dan Lakukan Mitigasi Sejak Dini: Catatan Kegiatan PPI XI – 9 Juni 2026” ini merupakan karya Maesaroh, seorang penulis lepas, komunikator, dan ibu pembelajar yang memiliki perhatian besar pada dunia pendidikan, keluarga, serta pengembangan fitrah anak.
Pada sesi kedua kegiatan PPI XI yang berlangsung di Gedung Fakultas Teknik UNJANI, Ir. Xbal Meiprastyo, S.T., M.Eng., CPM menyampaikan materi tentang Bahaya Tanah Longsor dan Mitigasi di Lingkungan Permukiman. Materi ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah berbukit dan lereng, terhadap potensi bencana tanah longsor.

Menurut pemateri, tanah longsor umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda. Beberapa gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain munculnya retakan pada tanah, perubahan bentuk lereng, pohon atau tiang yang tampak miring, munculnya rembesan air baru dari lereng, serta adanya pergerakan tanah di sekitar bangunan.
Upaya mitigasi longsor dapat dilakukan melalui beberapa langkah sederhana. Salah satunya adalah menanam pohon yang memiliki akar kuat sehingga mampu mengikat tanah dan membantu menjaga kestabilan lereng. Namun, penanaman pohon saja tidak cukup. Pencegahan longsor juga harus didukung oleh pengelolaan air yang baik, seperti menjaga saluran drainase tetap berfungsi, mengendalikan aliran air permukaan, dan menghindari genangan air di area lereng.
Pemateri juga menjelaskan bahwa lubang resapan air tetap dapat dibuat untuk membantu penyerapan air ke dalam tanah. Namun, penempatannya harus diperhatikan. Lubang resapan sebaiknya tidak dibuat terlalu dekat dengan tepi lereng dan lebih aman ditempatkan di bagian tengah lahan. Selain berfungsi sebagai resapan air, lubang tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pengolahan sampah organik.
Dalam sesi diskusi, dijelaskan bahwa penanganan masalah longsor, sungai, dan banjir memerlukan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah. Pengelolaan daerah aliran sungai, perbaikan drainase lingkungan, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana.
Melalui materi ini, peserta diajak untuk memahami bahwa mitigasi bencana tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, tetapi dimulai dari mengenali tanda-tanda awal, menjaga lingkungan, dan melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak tanah longsor di lingkungan permukiman. (Maesaroh).
***
Judul: Waspada Tanah Longsor dan Kenali Gejalanya dan Lakukan Mitigasi Sejak Dini: Catatan Kegiatan PPI XI – 9 Juni 2026
Penulis: Maesaroh, M.Sos.
Editor: JHK
Sekilas tentang Penulis
Maesaroh, M.Sos adalah seorang penulis lepas, komunikator, dan ibu pembelajar yang memiliki perhatian besar pada dunia pendidikan, keluarga, serta pengembangan fitrah anak. Baginya, setiap anak lahir dengan potensi dan keunikannya masing-masing. Karena itu, tugas orang tua bukan mengubah anak sesuai keinginan, melainkan menangkap sinyal fitrah yang telah Allah titipkan sejak lahir.

Kecintaannya pada dunia literasi tumbuh sejak masa SMA. Dari kebiasaan menulis itulah, biidznillah, ia mendapatkan beasiswa bantuan pendidikan dari Yayasan Anak Bimbingan Ibu Ainun Habibie dan Bapak BJ Habibie hingga menyelesaikan pendidikan S1. Sejak saat itu, menulis menjadi bagian dari perjalanan hidup yang terus ia rawat hingga hari ini melalui artikel, puisi, cerpen, antologi, dan proses penyelesaian buku solo yang sedang diusahakan.
Setelah menikah pada 2014, Maesaroh lebih banyak membersamai anak-anak sebagai full time mom. Baginya, masa membersamai tumbuh kembang anak adalah amanah berharga yang tidak akan terulang kembali. Di tengah aktivitas rumah tangga, ia tetap aktif menulis setiap hari, belajar, serta berusaha menghadirkan karya yang bermanfaat bagi sesama.
Sebagai lulusan Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam, Maesaroh aktif berkarya dalam bidang komunikasi, dakwah, pendidikan, parenting, dan literasi keluarga. Ia juga dipercaya menjadi Tutor Universitas Terbuka pada 2026. Melalui tulisan dan proses belajar yang terus dijalani, ia berharap dapat menghadirkan manfaat, menginspirasi banyak orang, serta menebar kebaikan melalui karya dan keteladanan hidup.
“Berkarya dengan hati, menginspirasi negeri.”
***








