Zahra Meinara Maqdir, Mahasiswa Prodi Desain Grafis FDKV Widyatama yang Berprestasi di Tingkat Internasional
Zahra merupakan salah satu mahasiswa Universitas Widyatama yang diterima dari jalur prestasi
Pratama Media News, Kota Bandung, Sabtu (20/08/2022) – Siapa yang tak kenal dengan Universitas Widyatama (UTama)? Salah satu kampus terbaik di Kota Bandung ini memiliki banyak mahasiswa berprestasi, salah satu di antaranya adalah Zahra Meinara Maqdir. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Grafis Fakultas Desain dan Komunikasi Visual (FDKV) UTama Angkatan 2020 ini dikenal sebagai atlet olahraga yang berprestasi di tingkat internasional dari cabang olahraga Taekwondo.
Pada Kamis (18/08/2022) kemarin awak media Pratama Media News (PMN) berhasil mewawancarai mahasiswa berprestasi tersebut secara ekslusif. Sosok wanita muda berhijab ini memang layak diangkat kepermukaan karena Zahra sarat dengan prestasi yang membanggakan sehingga bisa menjadi inspirasi bagi kaum muda lainnya.
Atlet Berprestasi di Tingkat Internasional
Menurut penuturan Zahra, baru-baru ini ia dan rekannya Rahmania Syahzanan Maqdir dari Prodi S1 Bahasa Jepang angkatan 2021 mengikuti kejuaraan “CK Classic International Open Taekwondo Championship 2022” di Kuala Lumpur, Malaysia. Kejuaraan tersebut diselenggarakan pada 12-14 Agustus 2022 dan sudah diadakan selama 14 tahun.

“Alhamdulilah Club kami ‘Victory Taekwondo Club Bandung’ mengirimkan enam atlet, yaitu lima atlet Poomsae (Zahra Meinara Maqdir, Rahmania Syahzanan Maqdir, Alodia Syahda Nadindra, Vicky Satriansyah, dan Muhammad Attar M.J. S.) dan satu atlet Kyorugi (Samuel Theo Nugroho Aji),” ungkap Zahra.
Pengiriman atlet pada kejuaraan Taekwondo internasional bergengsi tersebut ternyata membuahkan hasil gemilang. Para atlet utusan Indonesia tersebut berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih beberapa medali, di antaranya medali perak untuk kategori Taekwondo Poomsae 18-30 Female 1st Senior yang diperoleh Zahra Meinara Maqdir.
Kemudian medali perunggu untuk kategori Taekwondo Poomsae 15-35 Female Team yang diperoleh Zahra Meinara Maqdir, Rahmania Syahzanan Maqdir, dan Alodia Syahda Nadindra. Lalu medali perunggu untuk kategori Taekwondo Poomsae 18-30 Pair 1st Senior diperoleh Zahra Meinara Maqdir dan Vicky Satriansyah, serta medali perunggu untuk kategori Taekwondo Poomsae Individual 9-11 Super Junior Greenbelt yang diperoleh Muhammad Attar M.J.S.


“Alhamdulillah keberhasilan kami tersebut berkat dukungan dari banyak pihak, terutama dari kampus Universitas Widyatama sehingga kami dapat berangkat ke Malaysia dan pulang dengan membawa medali,” ujar Zahra dengan nada bangga.
Keluar dari Zona Nyaman
Berdasarkan pengalaman pribadinya dalam meraih prestasi dari berbagai event perlombaan yang diikutinya, Zahra berharap agar mahasiswa lain mau mencoba menggali potensi dirinya dan keluar dari zona nyaman.
“Saya sendiri ikut olahraga Taekwondo semula hanya iseng karena kebetulan suka olahraga. Kemudian Saya terus rajin berlatih dan berusaha mengasah kemampuan saya. Ternyata bakat saya mulai kelihatan. Akhirnya, seiring dengan berjalannya waktu, bakat tersebut menjadi prestasi,” ungkap Zahra.

Prestasi yang telah diraih tersebut digunakan Zahra untuk mendaftarkan diri ke Universitas Widyatama melalui Jalur Prestasi sehingga lolos dan diterima kuliah di kampus UTama.
“Menjadi atlet bukan sekedar menjadi sehat, tetapi adanya disiplin dan tingginya sikap profesional sebagai seorang atlet,” tutur Zahra dengan penuh semangat.
Mengatur waktu berlatih sebagai seorang atlet profesional dengan kuliah tentu tidak mudah. Apalagi kegiatan sehari-hari Zahra cukup padat. Namun, ia tetap bisa menyiasatinya sehingga keduanya bisa berjalan dengan baik.
“Cara membagi waktunya adalah pertama tentu mengurangi waktu bermain. Kemudian seperti tugas-tugas langsung dikerjakan tanpa ditunda-tunda. Ketika sudah waktunya latihan, harus fokus dengan latihan itu saja, tanpa memikirkan hal lain di luar Taekwondo. Semua pasti ada konsekuensi yang harus diambil,” ujar Zahra mantap.
Cerdas dalam Membaca dan Memilih Potensi Diri
Menjadi seorang atlet Taekwondo sebenarnya bukanlah cita-cita Zahra sejak kecil. Ia ikut olahraga beladiri Taekwondo sejak berumur 17 tahun, saat dirinya menduduki kelas 2 SMA. Semula ia cuma iseng saja hanya sekedar untuk mengisi waktu luang agar tidak kosong.
“Saat itu aku lagi jatuh cinta dengan korea-koreaan, terutama Kpop dan aku juga suka lihat dance cover Kpop di YouTube. Awalnya aku terinspirasi masuk Taekwondo karena ada satu club di korea yang suka membuat dance cover Kpop dengan campuran gerakan Taekwondo di YouTube dan itu keren banget. Memang sejak kecil aku sangat suka dengan olahraga. Itulah sebabnya mengapa aku memilih Taekwondo,” tutur Zahra menjelaskan alasannya mendalami olahraga Taekwondo.

Tak terasa sudah hampir lima tahun Zahra menekuni olahraga yang membawa namanya disegani di kalangan altet taekwondo. Semakin lama mendalami Taekwondo, ia merasa semakin menemukan bakat terpendamnya dalam dunia bela diri.
“Siapa yang akan menyangka? Dengan tekad dan usaha yang kuat, berawal hanya sekedar iseng menjadi serius hingga aku bisa meraih beberapa prestasi nasional maupun internasional,” ungkap Zahra menjelaskan pengalaman dirinya.
Prestasi yang diraih Zahra telah mengantarkannya menjadi mahasiwa Universitas Widyatama menggunakan jalur prestasi.
“Di sini aku bisa belajar sebagai mahasiswa pada umumnya, tetapi juga sembari mengasah potensiku sebagai seorang atlet. Tidak lupa dengan dukungan dan doa orangtua yang kuat, membuatku semakin semangat menjalaninya,” pungkas Zahra. (DM/JH)
***
Judul: Zahra Meinara Maqdir, Mahasiswa Prodi Desain Grafis FDKV Widyatama yang Berprestasi di Tingkat Internasional
Penulis: JH
Reporter: DM
Editor: JHK

Majalah M! Maranatha Edisi 24 Juni 2022 bisa Anda baca dan download melalui link di bawah ini:
Majalah M! Maranatha Edisi 24 Juni 2022








