Berita (News)PendidikanPratama Media News

Kerja Praktik dan Studi Independen Program MBKM Banyak Diminati Mahasiswa Fakultas Desain Komunikasi Visual (FDKV) Universitas Widyatama Bandung

Hal itu diungkapkan Dekan Fakultas DKV UTama, Deden Maulana A., Drs., M.Ds., setelah melakukan survey secara daring dan menganalisis hasilnya

Pratama Media News, Kota Bandung, Jumat, 31 Desember 2021 – Program Studi Desain Grafis Fakultas Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Widyatama (UTama) melakukan kegiatan menganalisis hasil survey dengan cara daring selama dua hari yaitu Rabu-Kamis, 29-30 Desember 2021. Program dan kegiatan tersebut sebagai pelaksanaan tugas dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Dikti Ristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan teknologi (Kemdikbudristek).

Menurut Dekan Fakultas DKV UTama, Deden Maulana A., Drs., M.Ds., tugas tersebut berkait dengan Pelaksanaan Program Penelitian Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa Perguruan Tinggi. Responden adalah para mahasiswa Program Studi Desain Grafis sebagai Program Studi dengan Jenjang Sarjana Terapan Diploma (D4) Vokasional, dibawah Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama.

Deden menambahkan bahwa kegiatan penyebaran kuesioner secara daring yang diberikan kepada para mahasiswa tersebut dianggap paling efektif karena saat ini seluruh mahasiswa sedang melakukan Study From Home (SFH) sesuai kebijakan pandemik yang berlaku.

Deden Maulana
Deden Maulana A., Drs., M.Ds., Dekan Fakultas DKV UTama (Sumber: Pratama Media News)

Berdasarkan hasil survei secara daring tersebut diperoleh suatu gambaran bahwa kebanyakan mahasiswa Program Studi Studi Desain Grafis UTama telah mendapat informasi yang cukup baik mengenai implementasi kegiatan dan program MBKM – sebagai regulasi kebijakan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi yang telah disosialisasikan serta diberlakukan pada setiap perguruan tinggi di Indonesia.

“Ketajaman informasi mengenai pemahaman MBKM  telah banyak diperoleh dari sumber jejaring website, media sosial, dan media aktivasi lainnya. Pada umumnya mahasiswa sudah cukup paham bahwa program kegiatan MBKM ini merupakan sebuah kegiatan para mahasiswa yang dapat membuat mereka lebih fokus dalam menimba ilmu pengetahuan yang berbasis lapangan sehingga mereka mendapatkan pengalaman yang tidak diperoleh di lingkungan kampus,” ungkap Deden kepada awak Pratama Media News.

Dekan Fakultas DKV UTama tersebut mejelaskan bahwa melalui kegiatan MBKM para mahasiswa akan mendapatkan suatu kesempatan untuk dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, melalui beberapa program kerja dan kegiatan yang terdapat dalam sembilan kegiatan MBKM.

Sembilan program dan kegiatan MBKM tersebut di antaranya: 1. Kuliah Kerja Nyata Tematik/Membangun Desa; 2. Kegiatan Kewirausahaan; 3. Kegiatan yang diarahkan pada Kemanusiaan; 4. Pertukaran Pelajar; 5. Asisten Mengajar di Kesatuan Pendidikan; 6. Studi/proyek independen; 7. Join Riset, dan; 8. Kerja Praktik.

Kuliah Independen
Kegiatan Studi Independen dan Kuliah Kerja Nyata Tematik, keterlibatan mahasiswa, dosen, dan pelaku UMKM (Sumber: FKDV UTama)

“Berdasarkan hasil survey tersebut dapat diketahui bahwa pada Program Studi Desain Grafis (D4) Vokasional menunjukkan adanya relevansi berkait dengan pilihan minat kepada kegiatan Kerja Praktik, Studi/Proyek Independen, dan Pertukaran Pelajar,” ungkap Dekan Fakultas DKV UTama tersebut dengan serius.

Terhadap kegiatan lain di luar kegiatan tersebut, kata Deden, perlu diadakan peningkatan mengenai pemahaman informasi program dan kegiatan tersebut, walaupun prosentase responden belum dapat dinyatakan sesuatu yang final, tetapi angka prosentase rendah tersebut dikarenakan hanya bentuk sosialisasi yang perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai kegiatan.

“Sementara itu program dan kegiatan implementasi MBKM berbasis Kewirausahaan, Kegiatan Kemanusiaan dan Riset menjadi pilihan dan minat lainnya yang tidak kalah penting bagi para mahasiswa di program studi jenjang diploma (D4) sarjana terapan itu,” pungkas Deden. (DM)

*** 

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button