
Simplify Your Work Life di Tengah Pandemi Covid-19
Salah satu buku cukup menarik untuk Anda baca adalah “Simplify Your Work Life”, sebuah buku laris yang ditulis oleh Elaine St. James. Buku ini mengingatkan kita akan pentingnya aktivitas sehari-hari dalam kehidupan kerja kita dengan menyederhanakan pola kerja, mulai dari motivasi, tujuan, rencana, manajemen waktu, dan strategi kerja. Jika kita bisa melakukannya dengan baik maka akan tercapai keseimbangan dalam hidup (Life balancing).
Banyak orang bekerja keras, tetapi mereka melupakan aspek penting kehidupan lainnya, seperti menghabiskan waktu bersama keluarga, melupakan kebutuhan lahir dan batin tubuh sendiri, melupakan kesehatan yang pada akhirnya mereka terjebak dalam dunia kerja sampai masa pensiun. Di satu sisi, mereka berhasil secara finansial, tetapi di sisi lain gagal dalam kehidupan rumah tangga atau kehidupan sosial.

Menyederhanakan pola hidup kerja memberi asupan agar kita berpikir dan bekerja secara efektif, efisien, optimal, dengan cara mengatur dan menyeimbangkan kehidupan finansial, keluarga, dan sosial kita. Jadi, hidup kita akan terasa lebih ringan, menyenangkan, dan bermakna.
Walaupun buku “Simplify Your Work Life” ini pertama kali terbit pada 2001, tetapi pemikiran Elaine St. James tetap menarik untuk kita cerna dan terapkan di masa kekinian. Terlebih dengan pandemi Covid-19 yang meluluhlantakan tatanan ekonomi, sosial, dan politik. Baik lingkup nasional maupun global.
Untuk mencegah dan mengurangi risiko penyebaran Covid-19, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan seperti PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), PPKM Mikro hingga PPKM Darurat. Penerapan kebijakan ini berdampak pada perubahan pola kerja, pola belajar, dan pola sosial kemasyarakatan. Di antaranya melalui program social distancing (jaga jarak), LFH (Learn from Home), dan WFH (Work from Home) untuk jenis pekerjaan non-esensial.
Bagi penulis sendiri, program WFH menjadi tantangan dan pemikiran tersendiri. Apabila diterapkan secara optimal, ternyata banyak pekerjaan kantor yang dapat dikerjakan tanpa harus hadir ke kantor secara fisik. Selain mengurangi biaya transportasi, WFH juga menghemat waktu perjalanan ke kantor. Terlebih dengan semakin berkembangnya dunia IT, tentu semakin mempermudah untuk melakukan telemeeting, manajemen dan transfer data.
Di sisi lain, tantangan utama WFH yaitu pengelolaan antara waktu pribadi, keluarga, kerja, dan sosial. Tidak sedikit pekerja yang mengalami kesulitan sehingga menyebabkan burnout atau kelelahan fisik dan emosional yang diakibatkan tekanan berlebihan. Banyak solusi yang bisa dilakukan untuk menghindari burnout tersebut. Namun, hal terpenting berkorelasi erat dengan kemampuan dalam hal manajemen waktu, komitmen, dan konsistensi.
Semoga badai pandemi Covid-19 segera berlalu. Stay safe, stay healthy, and stay productive! (Adrie Noor)








