
Sang Pengubah – Miliaran orang bermimpi agar dunia berubah sesuai dengan keinginannya. Meraih prestise sebagai orang yang sukses, kaya-raya, terkenal, dikagumi, dan jutaan mimpi-mimpi lainnya. Namun, apa yang terjadi? Tidak ada yang berubah sedikit pun meskipun telah diupayakan bertahun-tahun.
Akhirnya, alih-alih mengevaluasi diri sendiri, kebanyakan malah menyalahkan kenyataan dan mencari kambing hitam. Berbagai macam perasaan negatif mulai mendera hati dan pikiran. Tidak mungkinlah, nasib memang beginilah, itulah-inilah, karena dialah, karena merekalah, dsb.
Ketika perhatian kita terfokus untuk menyalahkan situasi dan keadaan, kita akan kehilangan energi, kekuatan, dan waktu berharga. Memang begitu mudah untuk menyalahkan situasi dan keadaan. Padahal, tantangan sesungguhnya adalah mengubah diri sendiri. Maka tepatlah ungkapan filsuf asal Amerika Serikat, Henry David Thoreau yang mengatakan, “Tidak ada yang berubah. Kitalah yang berubah.”
Enam belas abad yang silam, Allah Swt. telah memberikan petunjuk mengenai hal ini. Dalam alquran, surat Ar-Raad ayat 11 disebutkan “ … Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ….”
Pesan Tuhan ini memberikan pressure point kepada seluruh manusia di muka bumi, yakni bila kita ingin mengubah sesuatu, maka pertama kali hal yang harus dilakukan adalah mengubah diri kita sendiri terlebih dahulu.
Tuhan telah mengaruniai manusia dengan berbagai potensi, selain pancaindra (al-khawaas), manusia pun dikaruniai akal (‘aql) dan hati (qalb) yang bila diolah secara optimal akan melahirkan potensi yang luar biasa.

Berharap keadaan kita berubah, tetapi tetap menggunakan mindset dan action yang sama berulang-ulang ibaratkan mengoreskan garis di atas air. Nasib kita tidak akan berubah selama kita tidak berubah dan melakukan hal yang berbeda.
Oleh karena itu, mulailah menggali hidden treasures dalam diri kita, fokuskan energi guna upgrading dan upscale kehidupan agar lebih baik. Mulai saat ini, catat dan afirmasikan impian agar terwujud dalam dunia nyata.
Jadilah diri kita sendiri. Kita bukanlah masa lalu, bukan pula masa depan, tetapi kita adalah kita hari ini yang akan menorehkan kesuksesan di masa depan karena kita adalah “sang pengubah”. (Adrie Noor)








