Berita (News)PendidikanPratama Media NewsTeknologi

Eco-friendly Traditional House melalui Aplikasi Ecolife Gagasan Mahasiswa Pendidikan IPS UPI dalam Mewujudkan Sustainable Environment

Konsep Eco-Friendly Traditional House melalui Aplikasi Ecolife digagas oleh tiga mahasiswa Pendidikan IPS Universitas Pendidikan Indonesia yakni Andin Rizki Aulia, Fini Kristiani, dan Indi Nur Afifah dengan dosen pembimbing Dina Siti Logayah, M.Pd.

Pratama Media News, Bandung 5 September 2021 – Eco-friendly Traditional House – Dewasa ini, kondisi bumi sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, peneliti memprediksi bahwa pada 2050 manusia di bumi akan mengalami kepunahan. Hal tersebut bisa terjadi karena aksi yang dilakukan oleh manusia itu sendiri terhadap lingkungan.

Lantas, bagaimana nasib kehidupan manusia di masa yang akan datang? Menjaga bumi sebenarnya bukan perkara sulit bagi manusia karena dalam kehidupannya, manusia selalu berdampingan dengan lingkungan. Oleh karena itu, sudah seharusnya manusia bisa menjaga lingkungan alam karena jika lingkungan terjaga maka manusia pun akan turut terjaga di dalamnya.

Dalam upaya menyelamatkan bumi dari segala kerusakan yang ada, banyak sekali hal yang bisa manusia lakukan untuk menyelamatkannya. Salah satu upaya sederhana yang bisa dilakukan dimulai dari hal kecil adalah dengan menerapkan konsep Eco-Friendly Traditional House melalui Aplikasi Ecolife yang digagas oleh tiga mahasiswa Pendidikan IPS Universitas Pendidikan Indonesia yakni Andin Rizki Aulia, Fini Kristiani, dan Indi Nur Afifah dengan dosen pembimbing Dina Siti Logayah, M.Pd.

Mahasiswi UPI Bandung
Tiga mahasiswi Jurusan Pendidikan IPS UPI sebagai Penggagas konsep Eco-Friendly Traditional House melalui Aplikasi Ecolife bersama dosen pembimbingnya (Sumber: Pratama Media News)

Aplikasi Ecolife yang berisi mengenai konsep Eco-Friendly Traditional House ini hadir untuk memberikan solusi bagi permasalahan lingkungan. Penerapan konsep rumah ramah lingkungan ini bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Hal itu selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau yang dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

SDGs merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs ini berisi 17 Tujuan dan 169 Target yang diharapkan dapat dicapai pada 2030. Oleh karena itu, penerapan konsep Eco-Friendly Traditional House ini merupakan perwujudan dari salah satu tujuan SDGs point 13 yang berkaitan dengan “Mengambil aksi segera untuk memerangi perubahan iklim dan mengurangi dampaknya”.

Rumah adat
Ilustrasi: Desain Kampung Adat Ciptagelar (Sumber: @eco_.life)

Dalam penerapannya, aplikasi Ecolife ini terdapat empat fitur yang dapat membantu masyarakat dalam menerapkan konsep Eco-Friendly Traditional House. Fitur-fitur tersebut di antaranya ialah Eco Tips, Filosophy Rumah Kampung Adat, Eco Material, dan Eco Home Design.

Fitur pertama yakni Eco Tips berisi tentang informasi seputar tips-tips menjaga lingkungan dan tips-tips menarik dalam mewujudkan rumah ramah lingkungan. Fitur ini juga terhubung ke dalam Instagram @Eco_.life yang didalamnya juga terdapat informasi seputar tips-tips dalam menjaga lingkungan dan tips-tips dalam mewujudkan rumah ramah lingkungan.

Kemudian fitur kedua yakni Filosophy Rumah Kampung Adat berisi tentang informasi yang berkaitan dengan nilai-nilai kearifan lokal dari beberapa rumah Kampung Adat yang ada di Indonesia. Hal itu didasari karena rumah Kampung Adat memiliki filosofis tersendiri  yang tentunya berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan, mitigasi bencana, dan kehidupan sosial masyarakatnya.

Selanjutnya fitur ketiga yakni Eco Material berisi tentang informasi mengenai bahan dan material yang ramah lingkungan serta sesuai dengan prinsip keberlanjutan lingkungan untuk dijadikan sebagai bahan bangunan dalam pembuatan rumah ramah lingkungan.

Terakhir, fitur keempat yakni Eco Home Design berisi tentang informasi mengenai desain-desain rumah modern yang tentunya ramah lingkungan dan memiliki aspek berkelanjutan karena terinspirasi dari rumah-rumah Kampung Adat yang ada di Indonesia.

Dengan begitu, diharapkan adanya aplikasi Ecolife yang berisi mengenai konsep Eco-Friendly Traditional House ini dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat agar masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan sehingga hal itu sesuai dengan jargon kami yang bebunyi “Mari Jaga Bumi maka Kita akan Turut Terjaga di dalamnya” dapat menjadi sebuah motivasi untuk terus menjaga dan merawat lingkungan sekitar. (Arie)

***

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button