Berita (News)Pratama Media NewsSeni dan Budaya

Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) Sukses Gelar Webinar OSPEK dengan Mengupas Candrasangkala Kota Cimahi

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Lahir Pancasila dan mengusulkan candrasangkala Hari Jadi Kota Cimahi

Pratama Media News, Kota Cimahi, Selasa 22 Juni 2021 – Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) sukses menggelar acara Webinar Obrolan Seputar Pengetahuan (OSPEK) dengan mengupas candrasangkala Kota Cimahi. Pelaksanaan kegiatan OSPEK tersebut berlangsung secara virtual  melalui aplikasi Zoom Meeting dan siaran langsung di kanal YouTube “Dewan Kebudayaan Kota Cimahi”.

Kegiatan OSPEK yang dilaksanakan oleh Komite Manuskrip, Adat Istiadat, dan Ritus DKKC tersebut secara teknis berlangsung di Pendopo DPRD Kota Cimahi pada Minggu (20/06/2021), sejak pukul 19.30-22.00 WIB. Pelaksanaan kegiatan ini berkaitan dengan peringatan Hari Lahirnya Pancasila yang diisi dengan acara diskusi bersama tokoh masyarakat Kota Cimahi sambil mengupas topik seputar candrasangkala Kota Cimahi, serta melakukan renungan malam untuk memperingati Hari Jadi Kota Cimahi ke-20 tahun 2021.

Pada kesempatan tersebut pihak panitia menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya, seperti  Yahya Ganda (Budayawan Cimahi), Jajat (Cireundeu), Abah Atun (Komunitas Hanacaraka), Kang Ipang (Alam Jabar), Kang Wawan (Komunitas Jakatarub), dan Hendra Saputra (anggota DPRD Kota Cimahi). Acara yang berlangsung di Pendopo DPRD Kota Cimahi tersebut berlangsung dengan hangat, santun, dan penuh semangat disela-sela curah hujan deras yang membasahi bumi pertiwi. Selain berdiskusi, para peserta juga disugugi hiburan berupa pertunjukan dalam bentuk ritual, tarangwangsa, dan menyajikan pupuh Pancasila.

DKKC OSPEK CANDRASANGKALA
Suasana diskusi acara webinar OSPEK yang dilaksanakan oleh Komite Manuskrip, Adat Istiadat, dan Ritus DKKC (Sumber: Humas DKKC)

Ketua DKKC, Hermana HMT mengatakan, kegiatan OSPEK ini merupakan upaya menggali kearifan lokal Sunda yang berhubungan dengan penandaan hari berdirinya Kota Cimahi menurut hitungan yang disebut candrasangkala yaitu sebuah perhitungan dalam bentuk kalimat atau rangkaian kata yang sarat dengan falsafah dan menerangkan angka tahun, bulan, dan tanggal sebagai penanda peristiwa yang dianggap penting, seperti berdirinya sebuah sebuah kota dan lain sebagainya.

“Menurut hitungan tahun Masehi dan hasil kesapakatan bersama pemangku kebijakan, Kota Cimahi berdiri 21 Juni 2001. Artinya sekarang Kota Cimahi sudah menginjak pada usia yang ke-20. Kalau itu sudah dipastikan atau masih mau ditelusuri penanggalan yang pastinya diharapkan punya hitungan berdasarkan candrasangkala dan punya prasasti sebagai simbol berdirinya Kota Cimahi,” ujar Hermana dalam siaran pernya, Senin (21/6/2021).

Hermana HMT
Hermana HMT, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) – Sumber: Pratama Media News

Hermana berharap, menjelang berakhirnya Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Cimahi Tahun 2005 – 2025 dan siap-siap menyusun RPJPD berikutnya, diharapkan pemangku kebijakan bersama masyarakat Kota Cimahi sudah mulai merancang konsep pembangunan yang siap dilaksanakan dalam kurun waktu 20 tahun mendatang, salah satunya memberi tanda Hari Jadi Kota Cimahi dalam hitungan candrasangkala.

“Hitungan yang mengandung nilai kearifan lokal dan sarat dengan nilai dan falsafah ini penting dalam upaya menguatkan jati diri bangsa yang memiliki sejarah panjang dan berkebudayaan tinggi yang diwariskan nenek moyang kita,” ungkap Hermana.

Masyarakat dan Pemerintah Kota Cimahi tentunya punya visi dan misi pembangunan ke depan lebih gemilang, lanjut Hermana, bahkan melakukan adaptasi dengan peradaban baru. Seperti halnya sekarang masuk pada era Industri 4.0, tidak bisa mengelak masuk pada peradaban digitalisasi.

“Namun demikian kita tidak boleh terlena dengan segala yang serba kekinian. Hasil budi dan daya lokal masa lalu yang sangat bernilai harus tetap dijaga, dilestarikan, dan diwariskan pada generasi selanjutnya sehingga bangsa kita tetap memiliki identitas kebangsaannya,” tandas Hermana.

DKKC OSPEK CANDRASANGKALA
Pertunjukan ritual dan tarangwangsa disela-sela acara OSPEK DKKC di Pendopo DPRD Kota Cimahi (Sumber: Humas DKKC)

Ketua DKKC tersebut berpendapat, sebagai orang Cimahi dan lebih luasnya sebagai anak bangsa Indonesia patut mencontoh pada Jepang atau Cina. Walau negara itu terus melaju dengan paradaban barunya. Namun, tidak melapaskan identitas lamanya. Cina menjadi negara raksasa dibidang industri masa kini, tetapi budaya lokal masa lalunya masih melekat dalam gerak langkahnya.

“Membuat candrasangkala Kota Cimahi menjadi hal wajar dan penting jika kita punya niat menjujung kearifan lokal yang dimiliki. Sebuah upaya menunjukkan identitas diri diperadapan industri 4.0. Caranya bagai mana? Tentu saja banyak ahli budaya kita yang paham tentang itu. Pemangku kebijakan bisa mengajak duduk bersama para budayawan Kota Cimahi dan Jawa Barat dalam merumuskan candarasangkala Kota Cimahi,” pungkas ketua DKKC.

***

(Sumber: Humas DKKC)

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

One Comment

  1. Selamat dan Sukses untuk hari jadinya Kota Cimahi yang berulang tahun ke 20 – Semoga lebih Tangguh dan Sehat sebagai kota yang bersih dan apik dari segala bidang – Juga kepada seluruh anggota dan Komite Dewan Kebudayaan Kota Cimahi agar terus menjaga mengenai perubahan dan perkembangan seni dan budaya kearah yang lebih dinamis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button