Berkunjung ke Makam Keramat Raden Kiansantang
Selain makam Raden Kiansantang terdapat pula delapan makam para sahabatnya
PRATAMA MEDIA NEWS (PMN), Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (28/01/2024) – Wisata Religi Makam Keramat Syekh Sunan Rohmat Suci atau dikenal dengan sebutan Sunan Godog atau Raden Kiansantang terletak di lereng Gunung Karacak, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupate Garut. Tempat ini mulai dibuka untuk umum pada 1357 Masehi oleh Sembah Dalem Badrujaya.
Makam Keramat Sunan Godog ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Raden Kiansantang bersama delapan sahabatnya, empat makam di antaranya adalah makam Sembah Dalem Sarepeun Agung, Sembah Dalem Sarepeun Suci, Sembah Dalem Kholipah Agung, dan Santuwaan Marjaya Suci. Semua makam tersebut terdapat di dalam ruangan tertutup yang berbeda dengan Raden Kiansantang.


Ada sebuah makam yang lokasinya berada di luar ruangan yaitu makam Sembah Dalem Tumunggung 3 atau lebih dikenal dengan sebutan Sembah Dalem Badrujaya. Pada bagian bawah makam tersebut terdapat makam Sembah Dalem Kubu Kencan Sakti. Kemudian di pintu gerbang terdapat juga makam Syekh Dora. Makam terakhir berada di luar pintu gerbang yaitu makam Nyimas Kanangherang.
Menurut keterangan Juru Kunci Makam Godog, Abah Haji Idun (73), Raden Kiansantang merupakan putra dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dan Nyimas Subang Larang. Raden Kiansantang mempunyai dua saudara, yaitu Walang Sungsang dan Rara Santang. Raden Kiansantang pun mempunyai tiga istri, yaitu Nyimas Subang Larang, Nyimas Centring Manik Wayang Sunda dan adik dari Amuk Marugul yaitu Ambat kasih.

“Menurut sejarah, Raden Kiansantang merupakan salah satu bintang (red: wali) yang paling banyak mengislamkan warga di tatar Sunda karena beliau menyebarkan agama Islam tanpa peperangan, tetapi dengan dakwah islamiah yang ditandai dengan disyahadatan dan dikhitan,” ungkap Abah Haji Idun.
Juru Kunci Makam Godog tersebut menambahkan bahwa Raden Kiansantang memilih Godog bukan karena ingin menghindari masalah, tetapi bertujuan agar ibadahnya kepada Allah swt tidak terganggu.
“Soalnya dulu di daerah sini masih sepi karena merupakan kawasan pegunungan. Rumah penduduk pun belum banyak seperti sekarang,” tutur Abah Haji Idun.
Pada saat sedang asyik-asyiknya mengobrol, Abah Haji Idun meminta maaf karena tidak bisa menjelaskan semua sejarah makam Godog karena sesuai tradisi, jika ingin meriwayatkan sejarah secara keseluruhan maka dirinya harus minta izin dulu ke sesepuh dan dilakukan secara serentak.
“Tujuan dibukanya Makam Godog untuk umum adalah Untuk mengingat teladan dan mencontoh ibadah Raden Kiansantang, juga untuk mengingat kematian,” pungkas Abah Haji Idun.
Salah seorang pengunjung yang berhasil ditemui penulis, Santang (18) berpendapat bahwa lokasi Makam Godog sangat sejuk sehingga membuatnya merasa nyaman berada di sana. Remaja yang datang sendiri ini sengaja berkunjung ke makam karena kebetulan jarak rumahnya tak jauh dari tempat tersebut.
“Saya ke sini karena di sini adem banget. Selain bisa ngingetin diri sendiri tentang kematian, bisa juga tenangin pikiran. Juga jaraknya deket dari rumah saya,” ungkap Santang. (Iis Aisyah/PMN).
***
Judul: Berkunjung ke Makam Keramat Raden Kiansantang
Kontributor: Iis Aisyah
Editor: JHK








