Pengalaman Pertamaku Bermain Gitar
Raka: "Saya sendiri mengawali hobi bermain musik, khususnya gitar karena pengaruh dari kakak saya, Arya Panji Dwiputra."
Pengalaman Pertamaku Bermain Gitar – Hampir semua orang suka musik. Selain bisa menghibur, musik juga bisa membuat kita semangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Musik memiliki bahasa yang universal sehingga bisa dinikmati oleh siapa saja. Ketika kita bosan atau sedang bad mood, biasanya kita butuh hiburan. Salah satu cara untuk menghilangkan bad mood adalah mendengarkan musik.
Dengan mendengarkan musik, segala kepenatan yang ada di kepala kita menjadi hilang. Musik yang indah mampu membuat syaraf kita yang semula tegang menjadi kendur.
Berbicara tentang musik, tidak sedikit orang yang menjadikan musik sebagai hobi. Biasanya hal ini terjadi sebagai dampak dari media sosial (medsos). Misalnya ketika seseorang melihat teman atau idolanya sedang bermain alat musik tertentu yang mereka upload di media sosialnya sehingga membuat dirinya tertarik mencobanya.

Saya sendiri mengawali hobi bermain musik, khususnya gitar karena pengaruh dari kakak saya, Arya Panji Dwiputra. Dia memang mempunyai bakat bemain gitar. Hampir setiap hari saya melihat kakak bermain gitar dengan menggunakan tangan kirinya – kakak saya kidal – dan saya sering sekali memperhatikannya. Akhirnya saya tertarik dan mencoba mempraktikkannya.
Dulu, ketika masih duduk dibangku SD, saya tidak pernah tertarik dengan alat musik. Pada saat saya kelas satu SMP, saya mulai tertarik. Hal ini terjadi karena saat itu kakak saya mulai sering meng-cover lagu-lagu kesukaannya yang selalu diputarnya sehabis pulang sekolah.
Saya masih ingat ketika dulu kakak saya selalu memutar lagu musisi fingerstyles guitar asal jepang yaitu Depapepe. Grup musik ini merupakan sebuah grup musik asal Jepang yang berisikan dua personel dimana keduanya memainkan gitar akustik.

Nah, setiap pulang sekolah itu kakak saya tersebut selalu memutar lagu Depapepe ini dan yang paling sering diputar berjudul “Start”. Ketika saya mendengar lagu itu, saya mulai tertarik, padahal ditelinga saya lagu ini tidak terkesan menarik karena lagu-lagu yang dimainkan musisi ini hanya menampilkan suara gitar akustik saja tanpa ada suara vokal, drum, maupun bass.
Ya, mungkin karena saya terlalu sering mendengarkan lagu tersebut, saya menjadi tertarik dan ingin mencoba memainkan lagu tersebut. Hingga suatu ketika saya ditawari bermain gitar oleh kakak saya. Awalnya saya enggan karena tidak bisa memainkannya hingga akhirnya kakak saya meyakinkan saya untuk mencoba bermain alat musik gitar ini.
Selama saya belajar memainkan gitar, saya selalu ditemani dan diajari oleh kakak saya. Lagu-lagu yang sering diajari oleh kakak saya ini yaitu lagu kesukaanya, karya grup musik Depapepe.
Saat pertama kali belajar gitar, pertama kali yang saya rasakan adalah tangan saya terasa kaku dan beberapa kali tersasa pegal dibagian jari saya. Mungkin hali ini karena saya belum terbiasa memainkan alat tersebut.
Seiring berjalannya waktu, saya mulai terbiasa bisa memainkan beberapa chord yang pernah kakak saya ajarkan. Saya mulai tertarik dan sering memainkan gitar, tepatnya dimulai saat saya kelas satu SMA. Saat itu saya mulai sering bermain gitar sehabis pulang sekolah.
Sampai sekarang, saya terus belajar gitar melalui channel YouTube, terutama channel yang khusus berisi konten memainkan chord dilagu-lagu tertentu. Hingga saya sudah kuliah di perguruan tinggi pun, saya masih sering bermain gitar, terutama ketika ada waktu luang. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan skill saya dalam bermain gitar.
Saya sendiri sekarang sudah memiliki rencana untuk membuat konten cover fungerstyle gitar di Instagram maupun Tiktok. Semua ini termotivasi dari salah satu influencer atau YouTuber gitar asal Semarang, Ade Sulistio. Saat ini saya sering melihat dan mempelajari konten-kontennya di YouTube untuk saya praktikkan demi meningkatkan skill saya dalam bermain gitar.
***
Judul: Pengalaman Pertamaku Bermain Gitar
Penulis: Raka Alvaro Triputra
Editor: JHK
Sekilas tentang penulis

Penulis mempunyai nama lengkap Raka Alvaro Triputra dan biasa dipanggil Raka atau Kaka. Dia adalah anak kembar dari pasangan Jumari Haryadi dan R. Yanty Heryanty yang dilahirkan di Bandung pada 17 Januari 2002.
Saat ini Raka sedang menempuh kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri dengan mengambil jurusan ilmu komunikasi. Alumni Jurusan IPA SMA Angkasa Bandung ini bercita-cita ingin menjadi seorang pengusaha sukses.








