Seniman Cimahi Tampil Memukau dalam Kegiatan Taping “Gelar Seni Virtual ke-2 Kota Cimahi”
Sebanyak 75 Komunitas Seni Kota Cimahi menampilkan karya terbaiknya
Pratama Media News, Kota Cimahi (31/05/2021) – Seniman Cimahi tampil memukau dalam kegiatan taping “Gelar Seni Virtual ke-2 Kota Cimahi” yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi bekerja sama dengan Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC). Kegiatan tersebut berlangsung sejak 29-30 Mei 2021 di Studio Sinopsis Space, Jalan Ria No.9, Kota Cimahi (dekat Toko Swalayan “Ramayana” Cimahi).
Menurut Atha Bahri selaku Ketua Pelaksana “Gelar Seni Virtual ke-2 Kota Cimahi” mengatakan bahwa hasil taping tersebut akan diposting dan ditayangkan secara virtual pada 3 -19 Juni 2021 melalui channel Youtube “Budparpora Kota Cimahi”. Ia juga menjelaskan proses shooting yang dilakukan oleh pihaknya sudah berlangsung secara maraton sejak dua hari sebelumnya (Sabtu, 29/05/2021) sampai Minggu malam kemarin (29/05/2021).
“Tadi pagi kan kita sudah shooting dari sisa yang kemarin, 18 grup band. Shooting hari ini dimulai sejak jam sembilan pagi sampai jam tiga sore. Habis Asar dilanjutkan dengan penampilan grup tari. Sekarang yang sedang shooting tinggal dua peserta terakhir. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” ujar Atha dengan wajah sumringah.

Ketua Komite Musik DKKC tersebut menambahkan, terkait penampilan para peserta yang begitu bagus dan memukau, dipastikan bisa membuat dewan juri bingung dalam menentukan para pemenangnya.
“Alhamdulillah seperti yang kita lihat, mereka semua tampil secara maksimal. Kelihatannya para dewan juri bakalan dibuat pusing dalam memilih dan menentukan grup band terbaik karena penampilan semua peserta bagus-bagus. Mereka yang tampil merupakan jagoan-jagoan dari komunitas musiknya,” ujar kata memberi penjelasan kepada awak Pratama Media News.
Menurut Attha, selain penampilan grup band yang dilombakan, penampilan para peserta eksibisi juga menyuguhkan karya seni yang bagus-bagus, baik dari sanggar tari, dalang, maupun karawitan. Mereka semua tampil secara maksimal dalam unjuk kebolehannya.
Terkait hasil karya para peserta “Gelar Seni Virtual ke-2 Kota Cimahi” ini, Attha mengatakan bahwa pihak Disbudparpora Kota Cimahi dan Komite Musik DKKC akan terus memantau perkembangan mereka dan akan dilibatkan dalam berbagai event yang akan datang.
“Rencananya hasil karya para peserta tersebut akan dijadikan sebagai database oleh Disbudparpora Kota Cimahi dan DKKC. Insya Allah kami akan terus pantau 75 grup ini untuk ke depannya biar lebih maju dan berkembang, serta kami akan terus ikutsertakan dalam berbagai event yang akan kami garap pada tahun berikutnya,” jelas Atha dengan penuh semangat.


Berbicara tentang pembinaan generasi muda di Kota Cimahi, Ketua Panitia “Gelar Seni Virtual ke-2 Kota Cimahi” ini menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mendidik para generasi muda yang memiliki minat di bidang seni musik.
“Tujuan kami (Redaksi: maksudnya DKKC) adalah mengembangkan komunitas yang ada di Kota Cimahi ini agar komunitas-komunitas tersebut terus mendidik para remaja sehingga terjadi regenerasi. Banyak contohnya tadi. Saya juga sampai kaget karena banyak komunitas musik yang berkembang pesat. Setahu saya, sebelumnya mereka masih biasa-biasa saja, tapi sekarang skill mereka patut kita apresiasi dan beri acungan jempol,” ujar Atha dengan rasa bangga.
Kota Cimahi dikenal sebagai barometer musik Indonesia. Banyak grup band dan artis terkenal yang berasal dari Kota Militer ini. Bahkan, saking banyaknya calon peserta gelar seni virtual ini, hanya 40 band yang bisa ikutan dari sekitar 70 pendaftar. Jadi, masih ada sisanya sekitar 30 grup band yang mengantri untuk ikut serta sehingga terpaksa mereka belum bisa diikutsertakan.


Menurut Atha, dari sekian banyak peserta yang mendaftar, genre yang paling banyak mengikuti kegiatan saat ini adalah musik rock.
“Paling banyak itu musik rock dan pop. Sisanya musik jazz dan dangdut yang jumlahnya tidak begitu banyak. Karena Cimahi itu terkenal dengan musik rock-nya,” jelas Atha.
Attha juga menjelaskan bahwa pembinaan terhadap musisi muda di Kota Cimahi akan ditekankan pada pembuatan karya-karya baru dan branding.


“Kami akan menekankan mereka untuk selalu melahirkan karya-karya baru yang komersil dan bagaimana cara mem-branding-nya dengan bagus. Karena mereka selama ini belum fokus ke branding. Jadi, mereka masih fokus latihan atau performance, tapi di branding masih kurang. Oleh sebab itu kami akan selalu memberikan pemahaman agar mereka terus mem-branding diri dan yakin kalau lagu karya mereka itu bisa diacungi jempol dan berani diadu dengan musisi dari kota-kota lain,” ungkap Atha.
Komite Musik DKKC itu juga mengajak para musisi Kota Cimahi yang belum bergabung dengan DKKC agar bergabung dengan komite yang dipimpinnya.
“Ayolah kita gabung, terus kita satukan visi bahwa memang DKKC adalah wadah kita semua. Pasti semuanya bakal kebagian, tapi kita kenalan dulu nih. Kenalan sama DKKC dulu. Bagaimana caranya? Ya, tunjukin saja dulu karyanya sekarang. Pasti yang lain bakal ngajak,” pungkas Atha dengan ramah.

Sementara itu Ketua Biro Program DKKC, Lukman Nul Hakim dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa kegiatan gelar seni virtual yang berlangsung di Studio Sinopsis Space Kota Cimahi tersebut merupakan gelar seni virtual yang kedua karena sebelumnya sudah pernah berlangsung dengan mengambil tempat shooting di Sanggar Bandoengmooi.
“Untuk kedua kalinya Dinas Budparpora Kota Cimahi dan Dewan Kebudayaan Kota Cimahi berhasil melaksanakan event gelar seni virtual yang ke-2 dengan peserta lebih banyak lagi dari tahun sebelumnya. Kini para peserta berjumlah 75 grup yang terdiri dari 40 grup seniman musik dan 35 grup seni yang tergabung dalam seni tari, teater, padalangan, karawitan, dan pencak silat,” jelas Lukman kepada awak Pratama Media News.
Lukman melanjutkan, pihaknya sudah bekerja keras untuk mewujudkan program dari Dinas Budparpota Kota Cimahi yang dikolaborasikan dengan DKKC. Pihak DKKC sendiri telah menunjuk Komite Musik untuk melaksanakan kegiatan “Gelar Seni Virtual ke-2 Kota Cimahi” tersebut dengan mengambil tempat taping di Sanggar Bandoengmooi dan Studio Sinopsis Space. Keduanya terletak di Kota Cimahi.
“Keunikan lainnya dari acara ‘Gelar Seni Virtual ke-2 Kota Cimahi’ ini, khususnya untuk pertunjukan seni musik karena peserta diwajibkan membawakan lagu ciptaan mereka sendiri. Begitu pun karya seni lainya harus merupakan karya original dan kreasi baru,” ungkap Lukman.
***
Editor: JHK








