Berita (News)KomunitasPratama Media NewsSeni dan Budaya

Festival Jaipongan Virtual Kota Cimahi 2021, Menggerakkan Insan Seni dari Pandemi

Pratamamedia.com, Kota Cimahi, Jawa Barat Festival Jaipongan Virtual Kota Cimahi akhirnya berhasil digelar dengan melibatkan puluhan seniman dari dari berbagai penjuru negeri. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Komite Tari Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) dengan Komunitas Tari se Kota Cimahi. Kegiatan ini mulai digelar dari 11-25 Maret 2021 melalui tayangan kanal Youtube “Dewan Kebudayaan Kota Cimahi”.

Dalam keterangan pers kepada awak media pada Kamis (11/3/2021), Ketua Komite Tari DKKC, Dewi Rengganis mengatakan bahwa kegiatan tersebut  melibatkan 14 sanggar tari se Kota Cimahi. Beberapa sanggar yang turut berpartisipasi di antaranya Edelwais, Studio Tari 15, Jalinger, Citra Budaya, Ratasya, Raisya, Rumingkang, Putri Mandiri, Vira Kartika, Danspong, Wangi Sundana, Rengganis, Mutiara, dan Paramadina.

tari, jaipong, festival
Flyer Festival Tari Jaipongan Virtual Kota Cimahi 2021 (Sumber: Humas DKKC)

Menurut Dewi, kegiatan tersebut dimulai dari perekaman video di setiap sanggar dan tempat lainnya yang dilaksanakan oleh panitia maupun sanggar sendiri. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sekitar 200 orang, mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA.

tari, sanggar
Dewi Rengganis, Ketua Komite Tari Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) – Sumber: Humas DKKC

“Alhamdulillah perekaman video sudah selesai dan masyarakat bisa mulai melihat mulai tanggal 11 Maret 2021 malam. Juga mulai dilakukan penjurian di Youtube DKKC,” ujar Dewi dengan ramah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Festival Jaipongan Virtual Kota Cimahi, Agus Kandiawan, S.Sn., menambahkan bahwa selain kegiatan festival ini sangat berguna bagi para peserta festival untuk unjuk kemampuan, juga melatih insan seni dari kalangan anak-anak sampai remaja untuk tampil di muka umum dengan berbagai karakter penciptaan para koreografernya.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendidik insan seni tari agar lebih kreatif, produktif, dan inovatif. Diharapkan mereka mampu bersaing secara sehat dan jujur, baik secara pribadi maupun berkelompok sehingga memiliki nilai kompetensi dan berjwa besar. Tujuan lainnya yakni untuk menghimpun ide, pemikiran, bakat, dan kreatifitas, serta minat insan seni  tari,” ujar Azus, panggilan akrab Agus Kandiawan.

Tujuan lainnya menurut Azus adalah sebagai upaya untuk mengangkat, mengembangkan, dan memanisfestasikan unsur gerak tari jaipong yang dilakukan oleh siswa didik, sehingga mampu menampilkan tari jaipongan dengan berani, benar, dan estetik. Sisi lainnya sebagai upaya melestarikan dan mengangkat budaya Sunda.

Selain itu, Azus berharap dengan mengatakan, “Juga sebagai ajang silaturahmi antar kemunitas atau sanggar tari di Kota Cimahi, dan umumnya di Jawa Barat. Sekaligus mengupayakan tingkatkan daya tarik bagi pariwisata berbasis komunitas dan budaya di Kota Cimahi.”

tari, jaipongan
Penari Jaipongan Cilik (Sumber: Humas DKKC)

Azur merasa bangga, minat masyarakat terhadap tari Jaipongan di Kota Cemahi sangat besar. Jumlah peserta didik dan anggota setiap sanggar tari terbilang banyak sehingga setiap ada pasanggiri (lomba) Jaipongan khususnya untuk tingkat anak-anak dan remaja, mereka selalu ikut berpartisipasi.

Pada kesempatan ini panitia bersama Komite Tari DKKC baru memulai festival untuk tingkat Kota Cimahi. Walau animo masyarakat jaipongan dari kota-kota lain cukup banyak, tapi panitia mencoba membatasi diri dulu karena mengingat kesiapan pengeloalan kegiatan dan kesiapan finansial masih belum memungkinkan.

festival, hermana, tari
Hermana HMT, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) – Sumber: Humas DKKC

“Tidak lupa kami ucapkan terima kasih atas dukungan moril, material, dan tenaga, khususnya pada Apih Ajat sebagai tokoh tari Kota Cimahi dan Iki Boleng atas aransemen gending Jaipongan dengan lagu Paksi Tuwung. Semoga yang kita lakukan bersama ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat seni khususnya dan mendorang pemajuan kebudayaan Indonesia,” pungkas Azus.

Ketua DKKC, Hermana HMT, turut menguatkan pandangan Azus. Menurutnya, ke depan komunitas atau asosiasi tari Kota Cimahi bersama DKKC bisa menyelenggaran kegiatan festival tari jaipongan dengan karya koreografi dan musik baru untuk tingkat nasional.

“Mengapa mesti tingkat nasional? Karena tari Jaipongan bukan saja disukai masyarakat Jawa Barat, tetapi juga disukai oleh masyarakat Indonesia dan dunia,” jelas Hermana penuh semangat.

“Pada kesempatan ini kami memulai Festival Jaipongan Virtual Tingkat Kota Cimahi dengan menggunakan karya musik terbilang baru dan koreografi baru. Tahun depan dan tahun berikutnya diharapkan bisa bisa menyelenggarakan kegiatan Internasinal Festival Jaipongan. Doakan saja, dengan kebersamaan, tekad, dan usaha yang kuat, kita pasti bisa. Majulah budaya Kota Cimahi, Jawa Barat, dan Indonesia. Tanjeur dijuritan jaya dibuana,” pungkas Hermana dengan nada berapi-api.

***

Sumber: Humas DKKC

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button