Rahasia Dibalik Segelas Kopi
Minum kopi tanpa gula, banyak sekali manfaatnya. Zat yang terkandung di dalamnya seperti antioksidan, vitamin E, kalium, kromium, dan niasin sangat baik untuk kesehatan tubuh.
Rahasia Dibalik Segelas Kopi – Ada apa dengan kopi? Banyak orang yang gemar minum kopi, terutama kaum pria, meskipun tidak sedikit kaum wanita pun menyukainya. Apalagi kini, minum kopi sudah menjadi life style anak muda zaman now yang sulit dilepaskan dari kehidupan mereka sehari-hari.
Hampir setiap hari kedai kopi dan cafe dipenuhi orang – kecuali pada era pandemi dan perlakuan PPKM Darurat saat ini. Mereka asyik mengobrol dengan teman sejawat sambil menikmati segelas kopi.
Ngomong-ngomong soal minum kopi, ternyata cara minum kopi orang Indonesia dan orang yang berada di belahan dunia lain itu berbeda loh. Setiap negara punya caranya sendiri. Kalau kebiasaan di negara kita, waktu minum kopi itu biasanya pagi atau sore, sambil duduk di beranda rumah. Tak lupa ditemani camilan gorengan atau rebusan seperti pisang goreng, bakwan, talas rebus, ubi rebus, dan sebagainya.
Umumnya minum kopi di Indonesia ya dicampur gula pasir. Ada juga yang dicampur susu kental manis dan biasa disebut kopi susu. Namun, ada sebagian kecil orang yang meminumnya tanpa gula atau campuran lainnya. Biasanya orang menyebutnya kopi hitam – artinya kopi tanpa gula.
Enaknya, minum kopi itu dalam keadaan panas dan diminum sedikit demi sedikit. Biasanya orang menyebutnya dengan istilah “menyeruput kopi”. Bagi seorang perokok, minum segelas kopi sambil menghisap sebatang rokok rasanya nikmat sekali. Bahkan, bisa lupa anak dan istri.

Sebenarnya, segelas kopi hitam bisa dibilang hampir nol kalori. Kopi hitam tidak mengandung lemak, protein, dan karbohidrat, serta sejumlah makronutrien penting lainnya, seperti kalsium dan serat. Minum kopi hitam sangat menyehatkan dan dipercaya mampu menambah stamina para pecandunya.
Mengapa para pecinta kopi suka ketagihan dan merasa bersemangat sekali usai meminumnya? Hal ini disebabkan oleh kafein yang terkandung di dalamnya. Hanya dalam waktu 20 menit kafein tersebut mampu terserap dan menetap dalam aliran darah selama lebih dari 12 jam.

Kafein yang telah bersemayam dalam aliran darah akan menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan energi. Kemudian zat tersebut mulai memengaruhi tingkat adenosin — senyawa kimia yang bertanggung jawab untuk memberitahu tubuh bahwa ini saatnya tidur — dalam otak.
Minum kopi tanpa gula, banyak sekali manfaatnya. Zat yang terkandung di dalamnya seperti antioksidan, vitamin E, kalium, kromium, dan niasin sangat baik untuk kesehatan tubuh. Misalnya kromium yang berfungsi mengendalikan gula darah sedangkan magnesium dan kromium dapat menurunkan risiko terkena penyakit kolesterol.
Beberapa manfaat minum kopi secara rutin tanpa gula di antaranya dapat mencegah penyakit akut. Hal ini disebabkan adanya kandungan flavonoid di dalamnya.

Selain itu, minum kopi tanpa gula juga dapat mencegah penurunan fungsi syaraf sehingga mampu mencegah risiko penuaan dini. Manfaat lainnya dapat mengurangi risiko terkena diabetes karena kandungan kopi mampu melancarkan proses metabolisme dalam tubuh sehingga produksi insulin menjadi lancar.
Masih ada lagi manfaat mengonsumsi kopi tanpa gula yaitu mampu mencegah serangan kanker usus besar dan kanker prostat. Saat kopi tersebut dikonsumsi, maka nutrisi yang dimilikinya akan bekerja secara maksimal untuk melawan sel-sel pembentukan kanker.
Kalsium dalam kandungan kopi ternyata baik juga untuk menjaga kesehatan tulang. Orang yang mengalami keluhan pada tulangnya biasanya disebabkan oleh penyerapan kalsium yang tidak berjalan dengan baik.
Minum kopi tanpa gula juga mampu membuat otot-otot jantung kita menjadi kuat. Semua ini merupakan efek dari kopi yang dapat menjaga detak jantung berjalan normal dan peredaran darah menjadi lancar.
Kalau manfaat minum kopi tanpa gula begitu banyaknya, mengapa tidak kita coba sejak sekarang? Ayo biasakan minum kopi yang sehat agar tubuh kita menjadi kuat. (J.Haryadi)
***
Penulis: J.Haryadi
Editor: JHK
Profil penulis:
J. Haryadi adalah nama pena dari Jumari Haryadi. Pria kelahiran Kotabumi, Lampung Utara yang akrab disapa Edi Kohar atau Arie ini memiliki darah Kediri, Jawa Timur dari sang ayah dan Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan dari sang ibu. Ia mulai serius menekuni dunia tulis menulis sejak 2007. Selain sebagai penulis, jurnalis, dan blogger, pria yang kini berdomisili di Bandung Barat ini juga sedang menekuni dunia fotografi, serta aktif sebagai pegiat wisata, seni, dan budaya.











Mantap kak