Berita (News)EventsKomunitasPratama Media NewsSeni dan Budaya

Panitia “Pasanggiri Kreasi Jaipongan Kasunyatan” Umumkan Para Pemenangnya

Grup Tari Laleutik” dari Sanggar Rumingkang berhasil meraih juara 1 kategori rampak

Pratama Media News, Kota Cimahi (14/03/2022) – Panitia acara “Pasanggiri Kreasi Jaipongan Kasunyatan” akhirnya mengumumkan para pemenangnya pada Minggu malam (13/03/2022). Pengumuman para pemenang lomba tari tersebut berlangsung di Lantai 2 Gedung Cimahi Mall, Jalan Gandawijaya No.1, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan hasil keputusan dewan juri, para peserta “Pasanggiri Kreasi Jaipongan Kasunyatan” yang berhasil meraih juara untuk masing-masing kategori adalah:

  1. Kategori Rampak

Juara 1: Peserta No.6, nama grup rampak “Laleutik” dari Sanggar Rumingkang
Juara 2: Peserta No.3, nama grup rampak “Putri Jalinger” dari Sanggar Jalinger
Juara 3: Peserta No.1, nama grup rampak “Mojang Jalinger” dari Sanggar Jalinger
Juara 4: Peserta No.2, nama grup rampak “Ringkak Arum” dari Mustika Arum
Juara 5: Peserta No.10, nama grup rampak “Jaya Sri” dari Surya Medal
Juara 6: Peserta No.7, nama grup rampak “Parama” dari Surya Medal

juara lomba
Kadis Budparpora Kota Cimahi Budi Raharja berfoto bersama para juara “Pasanggiri Kreasi Jaipongan Kasunyatan” (Sumber: Humas DKKC)
  1. Kategori Tunggal SMP

Juara 1: Peserta No.9, Ulfa Nuraeni dari Sanggar Sakanca
Juara 2: Peserta No.10, Ria Silfana Azzahra dari Sanggar Raksa Dama
Juara 3: Peserta No.11, Anggun Azqeeya Ramadhani

Juara Harapan 1: Peserta No.6, Nonadia Mikalya Zahraa
Juara Harapan 2: Arsylia Syakira Ramadani
Juara Harapan 3: Dhea Rohana dari Sanggar GDM

juara 1
Kadis Budparpora Kota Cimahi Budi Raharja berfoto bersama para juara “Pasanggiri Kreasi Jaipongan Kasunyatan” (Sumber: Humas DKKC)
  1. Kategori Tunggal Kelas 4-6 SD

Juara 1: Desyfa Putri Nur Oktaviani
Juara 2: Delvina Safira
Juara 3: Yasmina Multiflorin

Juara Harapan 1: Dhina Dimayra Evelyn
Juara Harapan 2: Aurellia Belva Calista
Juara Harapan 3: Hafidzah Talita K.

Budi Raharja
Kadis Budparpora Kota Cimahi Budi Raharja berfoto bersama salah seorang juara “Pasanggiri Kreasi Jaipongan Kasunyatan” (Sumber: Humas DKKC)
  1. Kategori Tunggal Kelas 1-3 SD

Juara 1: Zahra Nisa Awaluna
Juara 2: Arzilla Zivanna Qulbi
Juara 3: Marshanty Cantika Putri

Juara Harapan 1: Fahirra Azzahra Putri Maharani
Juara Harapan 2: Azahra Putri Renggana
Juara Harapan 3: Jazzicha Mutiara Citra

  1. Kategori TK

Juara 1: Peserta No.9 Zivanna Arsya Fhadillan
Juara 2: Peserta No.10 Nuri Minnatun Robaniyah Putri
Juara 3: Peserta No.11 Anggun Azqeeya Ramadhani

Juara Harapan 1: Peserta No.6 Nonadia
Juara Harapan 2: Peserta No.2 Arsylia Syakira Ramadani
Juara Harapan 3: Peserta No. 1 Kanaya Zanatu Sauqiya

  1. Kategori Tunggal Pria

Juara 1: Andhika Galih Saputra
Juara 2: Gifari

Budi Raharja
Ketua Komite Tari DKKC Dewi Rengganis memberikan cindera mata kepada Kadis Budparpora Kota Cimahi Budi Raharja (Sumber: Humas DKKC)

Para peserta yang berhasil keluar sebagai juara 1 sampai juara harapan 3 mendapatkan piala, piagam, dan uang pembinaan dari panitia untuk semua katagori (tunggal dan rampak). Penyerahan hadiah untuk para juara langsung diserahkan oleh Kepala Dinas (Kadis) Budaya, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Budparpora) Kota Cimahi Budi Raharja.

Suasana menjadi riuh rendah ketika panitia mengumumkan para pemenang pasanggiri tersebut. Apalagi saat  Kadis Budparpora Kota Cimahi menyerahkan hadiah, wajah-wajah bahagia terpancar dari para peserta yang berhasil menjadi pemenang tersebut.

Kriteria Penjurian

Terkait dengan “Pasanggiri Kreasi Jaipongan Kasunyatan”, salah seorang anggota dewan juri menjelaskan bahwa acuan lomba harus mengacu kepada tema yaitu jaipongan. Meskipun para peserta boleh bebas berkreasi, tetapi tetap harus mengikuti aturannya.

Dalam menilai setiap peserta lomba dicari peserta yang lebih baik. Khusus untuk peserta pasanggiri berkelompok (rampak), juri tersebut menjelaskan bahwa ada perbedaan cara penilaian untuk penari tunggal dan berkelompok. Dalam tarian tunggal ada kriteria penilaian wiraga, wirahma, dan wirasa. Namun, dalam penilaian tarian berkelompok ada komposisi atau yang disebut komposisi desain ruang.

“Jadi menari itu ada ruang, itu ada center, up center harus betul-betul berada di titik fokus. Jadi, desain-desain simetris dan asimetris itu harus jelas,” ungkap dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI)  tersebut dengan nada serius.

Menurut juri tersebut, kalau posisi di pola lantai A dan B, apakah itu desain garisnya mau terfokus atau menyebar? Itu beda-beda. Jadi, menilai itu bukan asal lihat, bukan asal bangun, bukan asal atraksi, tapi harus nyambung.

Berkaitan dengan penampilan kelompok tari dengan jumlah penari yang banyak, dosen ISBI tersebut menyarankan agar para pelatih tari harus hati-hati menggarapnya apabila posisi tidak berada pada tempatnya. Juga hati-hati dalam menggunakan properti.

Keterampilan penari dalam menggunakan properti akan mendapat nilai plus dari dewan juri dibandingkan penari yang tidak menggunakan properti. Kemampuan keseragaman bergerak dalam tarian berkelompok, bukan saja harus tangan yang sama saja, tetapi bisa bermacam-macam dalam tempo dan dalam irama yang sama, melakukan geraknya itu berbeda. Itu berarti seragam.

Dosen tersebut menganjurkan dalam tarian berkelompok agar para pelatih pandai memilih wanda (postur). Kalau postur tubuh penari banyak yang pendek atau tinggi, sebaiknya dipilih semuanya yang ukurannya sama atau minimal mendekati sehingga terlihat seragam. Begitu juga kalau ada penari yang bertubuh gemuk atau kurus, sebaiknya dipilih salah satu, jangan dicampur sehingga mereka terlihat seragam.

Penutupan Acara

Budi Raharja
Kepala Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Budparpora) Budi Raharja (Sumber: Humas DKKC)

Acara yang disponsori oleh Bank BJB, Yura Steak, Baso Demplon, dan PT Prahasta ini berhasil dilaksanakan dengan sukses. Sekitar pukul 21.00 WIB acara berakhir dan ditutup oleh Kepala Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Budparpora) Budi Raharja.

Pada kesempatan tersebut Budi Raharja mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara kegiatan “Pasanggiri Kreasi Jaipongan Kasunyatan” karena sudah bisa melaksanakannya dengan baik. Ia juga menjelaskan bahwa pandemi covid-19 sudah memasuki tahun ke-3 dan kondisinya sudah menurun, sehingga pemerintah kini sudah memperbolehkan para seniman untuk beraktivitas kembali walaupun tetap harus mengikuti protokol kesehatan.

“Saya atas nama Dinas Budparpora Kota Cimahi sangat bahagia dan bangga pada para seniman khususnya Komite Seni Tari DKKC ini karena tetap dapat ikut tampil melestarikan dan mengembang seni tari di Kota Cimahi,” ungkap Budi Raharja sambil tersenyum penuh makna.

Budi Raharja berharap suatu saat nanti muncul tarian-tarian khas Kota Cimahi yang merupakan hasil kreasi para seniman tari di kota ini, yaitu sebuah tarian yang bisa dilakukan secara kolosal sehingga bisa mendongkrak pariwisata di Kota Cimahi.

Foto bersama
Kepala Dinas Budparpora Kota Cimahi Budi Raharja berfoto bersama panitia “Pasanggiri Kreasi Jaipongan Kasunyatan” (Sumber: Humas DKKC)

Kadis Budparpora Kota Cimahi tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada para orang tua peserta pasanggiri yang sudah memberikan support kepada anak-anak untuk mengikuti acara tersebut, “Jangan kendor Bapak/Ibu, support terus anak-anaknya karena memang potensi seni tari di Kota Cimahi ini luar biasa.”

***

(Sumber: Humas DKKC)
Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button