ArtikelHiburanMusikPratama Media NewsRubrik Kebudayaan Jepang

Perkembangan Musik Folk Jepang dan J-POP

"  Folk di jepang memiliki nama sendiri yaitu 民謡 (Minyou) -merupakan lagu atau musik tradisional dari berbagai penjuru jepang. Lagu pada minyou ini banyak mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari, contohnya seperti bertani, menangkap ikan, pekerjaan, cinta, dan perayaan musim."

Pratama Media News (PMN), Rubrik Jepang, Kamis (29/08/2024) – Dunia musik Jepang memiliki banyak perkembangan sejak jaman dulu hingga sekarang, terutama pada bagian genrenya. Namun, secara harfiah di dunia musik jepang terbagi menjadi dua yaitu Folk musik atau musik tradisional dan J-pop atau musik pop jepang. Meski mereka lahir di tanah yang sama, tetapi mereka tentu saja sangat berbeda dari banyak aspek.

Folk Jepang

Folk di jepang memiliki nama sendiri yaitu 民謡 (Minyou) –merupakan lagu atau musik tradisional dari berbagai penjuru jepang. Lagu pada minyou ini banyak mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari, contohnya seperti bertani, menangkap ikan, pekerjaan, cinta, dan perayaan musim. Beberapa lagu juga melambangkan sebagai panjatan doa warga untuk para dewa agar mendapat berkah sesuai dengan harapan mereka.

Pada musik minyou ini biasanya diiringi dengan beberapa instrumental tradisional, seperti shamisen, taiko, shakuhachi, dan koto. Shamisen merupakan alat musik yang menyerupai gitar, tetapi hanya memiliki tiga senar yang dapat dipetik.

Taiko merupakan sejenis gendang besar yang biasa digunakan sebagai ritme dasar dan pengatur tempo pada lagu-lagu minyou. Lalu shakuhachi yang berupa seruling khas jepang, terbuat dari bambu dan memiliki empat lubang di atas dan satu lubang di bawahnya. Terakhir ada koto, merupakan alat musik yang memiliki panjang sekitar 180 cm. Alat musik ini terbagi jadi dua jenis yaitu dari 13 senar dan 17 senar yang dimainkan cara dipetik.

Contoh minyou ini ada pada lagu soran bushi. Minyou ini adalah pendamping dari tarian tradisional soran bushi dan merupakan salah satu lagu dan tarian terkenal berasal dari Hokkaido, Jepang. Tarian soran bushi ini adalah penggambaran dari perjuangan para nelayan Hokkaido dalam menjalankan pekerjaannya dan sebagai rasa hormat mereka terhadap tangkapan yang melimpah.

Pada minyou soran bushi mengandung makna yang memberikan semangat kepada para nelayan dalam berkegiatan. Dalam musiknya untuk sekarang banyak mengalami aransemen dan  berbagai jenis, tetapi yang pasti didalam musiknya masih mengandung intrumental dari shamisen, taiko dan shakuhachi.

Ada salah satu yang judulnya sakura – sakura. Minyou menceritakan tentang musim semi di jepang yang terkenal dengan bunga sakuranya. Lagunya sendiri sering dipakai oleh orang Jepang untuk sebagai perwakilan lagu jepang di suasana internasional. Sakura sakura sendiri telah populer sejak zaman meiji, tetapi untuk tempat kelahiran lagu ini masih belum diketahui. Pada instrumen musiknya pada lagu ini menggunakan alat musik koto yang membuat musiknya sangat kental dengan nuansa Jepang. 

J-POP

            J-POP atau bisa dibilang japanese popular music merupakan penyebutan lagu – lagu pop yang berasal dari negeri sakura. J-POP sendiri memiliki istilah di jepang dengan sebutan 歌謡曲 (kayoukyoku). Istilah ini untuk menyebut semua musik pop yang terlahir di Jepang. Pada mulanya penyebutan kayoukyoku ini dikhususkan untuk lied klasik khas Jerman yang dinyanykan oleh Ichiro Fujiyama.

Kata kayoukyoku ini mengudara di langit Jepang ketika radio NHK baru memulai debutnya di sekitar 1927. Kayoukyoku semakin kental dengan pop karena pengaruh dari Amerika pascaperang dunia kedua.

Pada era 1980-an, kayoukyoku sebagai sebutan lagu pop asal Jepang mulai tergantikan dengan penyebutan J-POP yang diciptakan oleh media massa Jepang untuk membedakannya dari para musik pendatang dengan musik terlahir di Jepang. Selain J-POP ada juga J-RAP dan J-ROCK, tetapi semua sebutan itu masih dianggap sebagai bagian dari J-POP.

Pada perkembangan J-POP sendiri memiliki ciri khasnya sendiri. Pada 1980an lagu – lagu J-POP memiliki ciri khas musiknya yang semangat dan menenangkan, tetapi pada liriknya memiliki makna yang mendalam. Contohnya ialah lagu dari Anri – I Can’t Stop The Loneliness, memiliki musik yang ceria seperti layaknya POP Amerika tetapi pada liriknya memiliki kesan kesedihan yang mendalam dikarenakan kesepiannya.

Pada 1990-an, lagu yang hits kebanyakan lagu yang berasal dari anime dan mulai menyebar ke seluruh dunia karena pada era ini juga anime mulai dilirik oleh mancanegara. Ini terlihat juga pada penjualan single Odoru Pompokolin dari artis B.B.Queen yang merupakan lagu pembuka dari anime Chibi Maruko-chan dvd-nya terjual sampai sekitar 1,3 juta keping. Musik dan lagu pada zaman ini kebanyakan mengikuti dari isi anime itu sendiri.

 

Pada era 2000-an, J-POP menjadi simbol kebangkitan para band jepang. Band jepang ini banyak menganut genre J-ROCK, tetapi memiliki dominan pada genre pop-rock yang tidak sekeras genre rock pada biasanya, Band terkenal pada saat ini yaitu Asian kung-Fu Generation, One Ok Rock, Radwimps, dan Flow. Lagu mereka juga meledak setelah banyak digunakan juga sebagai lagu pendamping dari anime-anime Jepang. Pada masa ini juga anime sangat terkenal di dunia seperti Naruto, Bleach, dan One Piece.

 

Masuk 2010-an, musik Jepang mulai menggandrungi dengan hadirnya para idol. Idol di jepang terbagi menjadi dua cabang, yaitu pertama idol grup seperti AKB48 yang memiliki pengaruh besar di Indonesia hingga membikin cabang di indonesia yaitu JKT48 atau grup idol yang sangat terkenal dengan konsep pop-metalnya BabyMetal. Kedua ada Idol virtual yang hanya memiliki rupa animasi tanpa fisik asli dan terkadang suara yang mereka hasilkan bukan dari orang asli, contoh ikonik adalah Hatsune Miku.

Masuk pada awal 2020-an ini, musik Jepang lebih digandrungi dengan pop-eurobeat yang terbilang lebih energik dan beragam. Para pemusiknya tidak terpaku pada satu bentuk seperti, YOASOBI –merupakan superduo yang disponsori langsung oleh Sony Music Entertainment.

Ada juga grup music Yorushika yang memiliki video music animasi bernarasi. selanjutnya muncul kultur V-TUBER yang membuat Virtual Singer sebagai tempat mereka berkarya dengan menggunakan karakter dua dimensi mereka. Terakhir ada diva misterius yang tampil dipanggung tanpa menunjukkan mukanya bernama ADO.

***

Judul: Perkembangan Musik Folk Jepang dan J-POP

Reporter: Rizki Pangestu

Editor: JHK

***

Sekilas Tentang Penulis

Seorang pria penyuka pempek bernama lengkap Rizki Pangestu ini berasal dari Kota Palembang, Sumatera Selatan. Saat ini rizki sedang menempuh studi semester 5 jurusan bahasa jepang di STBA Yapari – ABA Bandung yang beralamat di Jalan Cihampelas No 194, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.

 

“Saya seorang yang menyukai hal baru dan mencari informasi merupakan han menarik. Suatu kebanggaan jika karya saya dapat tersampaikan ke masyarakat luas dan berguna bagi mereka”, ujarnya kepada redaksi Pratama Media News.

Pria kelahiran Jambi, 23 Mei 1999 ini memiliki keinginan karya yang ia buat ini berguna bagi masyarakat banyak yang ingin mengetahui apa saja yang berkaitan dengan jepang. Rizki berharap dari karya ini merupakan salah satu pijakan bagi dia untuk lebih mengenal lagi banyak orang baru di hidupnya.

Anak pertama dari empat bersaudara ini memiliki cita – cita ingin membuka usaha dalam hal pendidikan. Ia sangat senang membaca komik, terutama manga jepang. Karena hal kesukaannya itu, ia bermimpi membuat sebuah komik yang dimana dapat bikin gelak tawa dan banyak berisi keilmuan di dalam komik itu.

“ Berbagi kebahagian itu gratis, gak akan kehilangan apapun. malahan kebahagian kita akan bertambah ketika melihat orang lain bahagia”, pungkasnya berifilosofi.

 

***

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button