Warga RW 26, Kelurahan Melong, Cimahi Selatan, Menanti Peresmian SPAL DT Oleh Plt Wali Kota Cimahi
Menurut Ketua Forum RW se Kelurahan Melong, peresmian IPAL DT RW 26 akan berlangsung pada Minggu, 26 Desember 2021 oleh Plt Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana
Pratama Media News, Kota Bandung, 22 Desember 2021 – Warga RW 26 Kelurahan Melong, Cimahi Selatan kini merasa bahagia. Betapa tidak, kini mereka memiliki SPAL DT – Sistem Pengolahan Air Limbah Domistik Terpadu yang kondisinya lebih rapi, bersih, dan terintegrasi. Jauh dari kumuh, bau, dan kotor. Bahkan, kini lingkungan di sekitarnya tampak indah dan sangat memungkinkan bisa menjadi salah satu destinasi wisata. Semua ini berkat kerja keras warganya di bawah pimpinan Haji Budi Bacih.
Menurut Bendahara RW 26, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Irman Rustam Nurdin, semua ini dimulai pada awal 2021. Daerah mereka kedatangan seorang pegiat sosial yang menghubungi Ketua RW 26, Haji Muhammad Budiantoro (H.M. Budiantoro) atau biasa disapa Haji Budi Bacih. Ia menawarkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domistik Terpadu (IPAL DT).

“Usulan pembangunan IPAL DT tersebut mencakup dua RT atau sekitar 60-70 sambungan rumah. Pada awalnya kami tidak mau karena dulu pernah dibangun septic tank komunal (SPAL DT) di RT 6 dan RT 7, tapi kurang berjalan dengan baik. Cenderung kumuh, rujit, dan jorok. Akhirnya sistem yang tadinya dari warga itu bagus, saluran pembuangannya, tapi justru dengan adanya pembangunan itu malah jadi kacau,” ungkap Irman dengan nada prihatin, saat diwawancarai oleh awak Pratama Media News di Gedung Serba Guna RW 26, Kelurahan Melong, pada Selasa, 21 Desember 2021 kemarin.
Akibatnya banyak warga yang komplain. Setelah itu warga mendapat informasi kalau akan ada Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikerjakan oleh masyarakat.
“Nah, di situlah Ketua RW kami, Bapak H.M. Budiantoro mulai tertarik untuk mengambil program ini karena yang dulu tidak dikerjakan oleh masyarakat, tapi oleh BKM – Badan Kesejahteraan Masyarakat – dari kelurahan. Kurang lebih seperti itu. Mohon dikoreksi jika salah. Jadi masyarakat tidak dilibatkan. Dalam arti masyarakat tidak bottom up, langsung saja top down, ” tambah Irman.
Sangat beda sekali dengan DAK yang sekarang sedang dikerjakan oleh RW 26, semua pengerjaannya murni dari warga sesuai peruntukannya.
“DAK yang ini betul-betul pure bottom up, sesuai dengan apa yang menjadi keinginan masyarakat, selama dananya terakomodir, ada, bisa direalisasikan. Kami didampingi oleh dua Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) yaitu TFL Teknik dan TFL Sosial. Dua-duanya itu sangat berjasa bagi kami, terutama TFL Teknik yaitu Bapak Ade Alatas, S.T. Beliau yang mengarahkan dan memberikan penawaran-penawaran kepada masyarakat, keinginannya mau seperti apa,” jelas Irman.
Jadi masyarakat betul-betul mengajukan pembangunan sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri yaitu masyarakat yang akan menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk saluran IPAL tersebut.
“Kami mengadakan rapat. Semua warga KPM yaitu RT 01 dan RT 02 kami undang untuk diberikan pengarahan. Itu sebelum terbentuknya KSM – Kelompok Swadaya Masyarakat. Sebelum terbentuk, masyarakat dikumpulkan dulu. Mau tidak kita seperti ini? Ini ada Dana Alokasi Khusus dari Pemerintah Kota Cimahi di bawah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk membuat SPAL DT – Sistem Pengolahan Air Limbah Domistik Terpadu,’’ ujar Bendahara RW 26 Kelurahan Melong tersebut dengan serius.
Biaya Pembanguna IPAL DT Hampir Mencapai Setengah Milyar Rupiah
Irman mengatakan bahwa pembangunan IPAL dan sarana penunjang untuk 70 sambungan rumah bagi masyarakat RW 26, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp 480.500.000. Sarana penunjang itu bisa berupa apa saja yang diinginkan masyarakat.
Kemudian warga RW 26 tersebut membentuk KSM. Kebetulan Ketua RW 26 yaitu Haji Budi Bacih dan Bendahara RW 26 sama-sama termasuk dalam KPM. Kemudian warga sepakat membentuk KSM dengan nama KSM “Berkah Sawargi”.

“Kebetulan warga RW 26 ini masih termasuk sewargi-wargi – bahasa Sunda yang artinya saling keterkaitan keluarga – dan ingin adanya berkah makanya jadilah namanya KSM ‘Berkah Sawargi’,” ujar Irman sambil tertawa renyah.
Menurut Irman, dana yang diperoleh untuk pembangunan IPAL terdiri dari tiga termin. Dana masuk melalui KSM melalui bank yang ditunjuk oleh pemerintah yaitu Bank Jabar-Banten (BJB).
“Ketua, sekretaris, dan bendahara KSM harus membuat rekening dalam satu buku tabungan. Setelah itu, sekitar bulan Agustus 2021, dana itu ditermin pertama cair sejumlah Rp 168 juta. Itu digunakan untuk perapihan-perapihan, seperti penggalian tanah, pembuatan IPAL, pengecoran lantai dasar, dinding, dan lain-lain,” jelas Irman yang juga sebagai Bendahara KSM “Berkah Sawargi”.

Membangun IPAL itu bukan tanpa kendala. Salah satu kendala yang dihadapi warga adalah banyaknya debit air yang keluar.
“Awal mula yang kami hadapi itu, bagian Utara itu ada dinding setinggi 1,5 meter. Itu yang awalnya kami prediksi takut roboh atau rusak. Pada kenyataannya ternyata dinding itu kokoh dan tetap berdiri. Malah dinding sebelah Selatan yang tidak kami prediksi ternyata ada mata air dan ada longsoran. Hampir sekitar 14-16 hari atau dua mingguan kami terus berjibaku mengangkati lumpur. Lumpur hampir tidak ada habis-habisnya di kedalaman tiga meter itu,” ungkap Irman dengan nada haru, sambil mengenang suka duka proses pembangunan IPAL di daerahnya.
Dua bulan kemudian, tepatnya 14-15 Oktober, dana termin kedua cair yaitu sekitar Rp 145 juta. Dana itu untuk biaya memulai penggalian tanah untuk pemasangan pipa-pipa saluran ke rumah-rumah warga KPM. Proses pembangunan pun berjalan sesuai rencana dan bisa diselesaikan dengan baik. Warga merasa senang karena mereka memiliki saluran yang terintegrasi, lebih rapi, dan lebih bersih. Dalam waktu dekat, tepatnya 26 Desember 2021 ini akan diresmikan oleh PLt Wali Kota Cimahi, Letkol (Pur) Ngatiyana.
“Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan Pemerintah Kota Cimahi, juga dari Kementerian PUPR untuk mengatasi masalah stunting – masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak, pencemaran air tanah, masalah Citarum Harum, dan program-program pemerintah pusat bisa terwujud dan terlaksana dengan adanya program-program seperti ini, terutama di Kota Cimahi ini katanya progam ini masih sampai sekitar tahun 2025,” ungkap Irman panjang lebar.
Jargon KSM Berkah Sawargi “Babakti Lain Erek Babati, ngahiji Sangkan Ngabukti”
Irman juga menjelaskan bahwa KSM “Berkah Sawargi” bukan hanya membangun IPAL, tetapi juga membangun sarana bermain anak dengan memanfaatkan taman yang selama ini terbengkalai. Semua ini menurut Irman tak terlepas dari kepemimpinan Ketua RW 26 Kelurahan Melong, Haji Budi Bacih yang didukung oleh warga di sekitarnya.
“Harapan kami, seandainya program ini berjalan lagi di tempat-tempat lain, tolonglah untuk sarana bermain anak karena kalau anak kita tidak ada tempat sarana bermain mereka larinya ke hape. Jadi generasi muda kita itu 10-20 tahun ke depan itu mau seperti apa?” ujar Irman dengan nada miris.
Berkaitan dengan rencana peresmian hasil pembangunan IPAL yang akan dilaksanakan pada 26 Desember 2021, Irman mengatakan bahwa pihaknya akan mensosialisasikan jargon KSM “Berkah Sawargi” yaitu “Babakti lain erek babati, ngahiji sangkan ngabukti”.
“Jadi kami ini memang benar-benar murni ingin mengabdi. Adapaun kami sebagai KSM hanya pure betul-betul menerima HOK – Hari Orang Kerja – saja, selama 90 hari kerja. Selebihnya masalah keuangan atau pun apa-apa, kami sepakat dengan ketua, bendahara sekali pun, kami tidak ada babati-lah – bahasa Sunda, maksudnya ‘mencari untung’. Kami semua mengabdi untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Bendahara KSM “Berkah Sawargi” tersebut.
Hal yang paling menggembirakan dalam pembanguna IPAL DT di RW 26 Kelurahan Melong ini adalah keterlibatan warga sekitar yang sangat peduli dan ikut andil dalam mensukseskan pembangunan tersebut.
“Banyak tetangga kami pada saat proses pengerjaan pembangunan IPAL DT ini memberikan bantuan, baik berupa tenaga, materi, maupun makanan, seperti nasi Padang. Mereka merasa senang karena saluran air limbahnya diperbaiki sehingga jadi mengalir lancar. Hampir setiap hari selalu ada saja warga yang peduli dan mengirim makanan kepada warga yang sedang bekerja membangun IPAL tersebut,” ungkap Irman.
Selain itu, ada juga warga yang ikut menyumbangkan tenaganya untuk membantu mereka yang sedang bekerja, terutama pada saat hari libur. Warga yang bekerja di proyek pembangunan IPAL DT dari awal sampai akhir berjumlah 20 orang.
Pelukis eksentrik Bahar Malaka support warga RW 26 Kelurahan Melong
Warga RW 26 yang bernaung dalam KSM “Berkah Sawargi” ini banyak sekali keinginannya untuk membangun wilayahnya. Bukan saja membangun IPAL, tetapi mereka juga ingin mempercantik lingkungannya dengan membuat mural. Bahkan, mereka mendapat dukungan dari seorang seniman ternama berambut gimbal yang mendapat julukan “Pelukis Eksentrik” asal Kota Cimahi, Bahar Malaka. Juga dari dukungan dari pelukis mural berpengalaman, Imam.

Kedua seniman ini memiliki andil yang cukup besar dalam ikut mempercantik wilayah RW 26, khususnya di tempat yang dijadikan sebagai pusat septic tank komunal. Bahar Malaka melukis sosok orang nomor satu di Kota Cimahi saat ini yaitu Letkol (Purn) Ngatiyana di salah satu dinding, sedangkan Imam dibantu sebagian warga yang memiliki bakat melukis ikut membuat mural (lukisan dinding) di tembok sepanjang gang di lingkungan RW 26 yang berbatasan dengan RW 10.

“Kang Bahar Malaka dan Abah Imam sangat berjasa dalam mempercantik linkungan kami. Alhamdulillah ilmu dari Kang Bahar Malaka dan Abah Imam ikut menular ke warga RW 26 ini. Salah satu pengurus KSM kami ada yang tertular sehingga bisa ikut membantu melukis motif serat kayu. Mudah-mudahan bisa terus menularkan lagi ilmu seninya kepada warga lainnya,” ujar Irman dengan perasaan bangga.
Rencana Peresmian IPAL DT RW 26 Kelurahan Melong
Berkaitan dengan rencana peresmian IPAL DT RW 26 Kelurahan Melong, Bendahara RW 26 yang juga merupakan Bendahara KSM “Berkah Sawargi” menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan persiapan secara maksimal. Namun, karena pengurus KSM dan Pengurus RW 26 tidak begitu paham mengenai protokoler mengundang Wali Kota Cimahi maka pihaknya bekerja sama dengan Forum RW dan Kelurahan Melong agar kegiatan peresmian berjalan dengan lancar sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Hasil musyawarah semalam sudah disepakati run down acara dan akan kami finalkan besok atau lusa. Persiapan kami untuk peresmian acara sudah hampir tuntas, tapi kalau pembangunan IPAL sudah dibilang 100% selesai. Rencana ini juga bersamaan dengan peresmian kantor RW 26, tapi pelaksanaanya disatukan di sini,” ungkap Irman dengan penuh optimis.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum RW se Kelurahan Melong yang merangkap juga sebagai Ketua RW 36, Jenjem Yusuf Jamaludin, mengatakan bahwa peran forum dalam hal ini adalah mengkomunikasikan, mensinergikan semua RW yang ada di Kelurahan Melong.

“Pada saat ini kebetulan di RW 26 ini ada sebuah gagasan dan memang juga dipraktekkan secara nyat mengenai pembangunan IPAL DT atau orang menyebutnya septic tank komunal. Sebetulnya ini sudah lama direncanakan oleh RW 26 dan kami juga tahu karena kami juga sering diajak berdiskusi mengenai pengerjaannya dan lain sebagainya,” ujar Jenjem.
Menurut Jenjem, septic tank komunal yang ada di Kelurahan Melong khususnya, umumnya di Kota Cimahi, ia baru melihat yang sangat bagus. Ini bisa menjadi contoh bagi RW yang lain, terutama di Kelurahan Melong, baik dari sisi penataan maupun sisi teknis pengarapan lahannya sangat baik.
“Kebetulan di RW 26 ini masyarakatnya sangat kompak karena didasari oleh kultur, merasa satu keluarga, kemudan sudah lama tinggal di sini. Itu semua tidak terlepas dari kepiawaian pengurus RW, terutama Ketua RW, Bapak Haji Budi beserta rengrengan-nya,” tambah Ketua Forum RW se Kelurahan Melong tersebut.
Peran forum RW dalam kegiatan tersebut adalah memberikan support terhadap apa pun kegiatan di Kelurahan Melong yang sifatnya konstruktif.
“Kami membawa misi dari RW 26 ini untuk RW-RW yang ada di Kelurahan Melong. Karena yang saya tahu, di Kelurahan Melong memang ada komunal di beberapa titik, cuma mungkin pengelolaannya masih belum baik. Hal itu bisa ditingkatkan dengan cara mencontoh yang dilaksanakan di RW 26 ini. Insya Allah nanti dari RW 26 akan mengundang semua ketua RW yang ada di Kelurahan Melong. Biar mereka melihat sendiri secara langsung, walaupun secara informal sudah ada kunjungan dari beberapa RW ke tempat ini, tapi secara lugas belum semua disampaikan,” jelas Jenjem.
Ketua Forum RW se Kelurahan Melong tersebut memberikan apresiasi atas apa yang dilakukan oleh Haji Budi Bacim. Menurutnya, Ketua RW 26 tersebut berhasil membuat septic tank komunal yang baik. Juga atas perannya membuat lingkungan sekitarnya menjadi lebih bersih dan indah, terutama dalam menata gang dengan memperindah dindingnya dengan mural dan memperbaiki taman kota yang terbengkalai menjadi taman bermain anak yang indah, resik, dan menyenangkan.

“Sisi positif dari pembuatan komunal ini adalah kebersamaan dan itu dipersatukan oleh forum,” ujar Jenjem.
Dalam peresmian IPAL DT RW 26, selain akan dihadiri dan diresmikan oleh Plt Wali Kota Cimahi, juga rencananya akan ada penyambutan berupa budaya daerah yaitu kesenian tradisional berupa calung, pencak silat, dan kesenian bambu. Cimahi itu identik dengan bambu, khususnya di Kelurahan Melong.
“Kebetulan di RW 26 ini potensinya banyak. Termasuk yang menampilkan kesenian itu nantinya adalah putra daerah dari RW 26 sendiri,” pungkas Jenjem. (JHK)
***







