Berita (News)KomunitasPratama Media News

Leadership Melatih Kepemimpinan Menjadi Pemimpin, Bukan Bos

Chang, “Kalau bos itu biasanya ditakuti oleh bawahannya, padahal bawahannya belum tentu suka sama dia. Kalau leader, pengikutnya itu mengikuti dia karena respect karena hormat.”

PRATAMA MEDIA NEWS (PMN), Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (07/12/2023) – Menjelang tahun 2024, dunia dikejutkan dengan berbagai isu perubahan mendadak secara global. Isu sosial, ekonomi, dan geopolitik dipandang sebagai absennya leader atau pemimpin yang mumpuni.

Masalah global ini menjadi  diskusi vital dalam Bandung Ngariung, setelah sebelumnya Pemilu 2024 tersorot. Diskusi rutin Rabu (06/12/2024) kemarin mengangkat tema be a BOSS or a LEADER. Tema ini lahir dari banyaknya kabar di media massa internasional yang mengabarkan ketidakpastian masa depan.

Pembicara atau Host, Martin B. Candra menjelaskan bahwa perubahan dan ketidakpastian ini dengan kabar hengkangnya Bank Swasta Asing Citybank. Citybank pernah menjadi bank adidaya di Indonesia pada 1998 hingga 2000-an. Kini kondisi tersebut berbalik direbut bank-bank milik pengusaha Asia dan lokal.

Flyer acara Bandung Ngariung bertajuk "be a BOSS or a LEADER" yang berlagsung pada Rabu, 6 Desember 2023 di D’Botanica, Jln. Dr. Junjunan 143-149, Pajajaran, Kota Bandung
Flyer acara Bandung Ngariung bertajuk “be a BOSS or a LEADER” yang berlagsung pada Rabu, 6 Desember 2023 di D’Botanica, Jln. Dr. Junjunan 143-149, Pajajaran, Kota Bandung – (Sumber: Manda)

“Jadi kalau kita bilang sekarang, segala sesuatunya sudah tidak sama lagi dengan 20 tahun yang lalu. Ketika mungkin  kita seolah-oleh tahu, oh ya e-banking, we were of the top of the world.  Sepuluh tahun lalu ketika kita terbiasa dengan roda-roda perputaran itu. Lima tahun lalu ketika kita gak sadar akan ada bencana besar yang namanya Covid. Bahkan, tahun lalu itu berubahnya sudah luar biasa,” ungkap Martin.

Fenomena ini ternyata terjadi di beragam lingkup kehidupan kita kini. Teknologi mengubah cara hidup kita jauh dari awal millenium lalu awal kehadirannya. Sekat antara manusia semakin buyar mengikis makna pemimpin (bos, leader) dalam kehidupan kita.

Para peserta diskusi Bandung Ngariung bertajuk “be a BOSS or a LEADER"
Para peserta diskusi Bandung Ngariung bertajuk “be a BOSS or a LEADER” yang berlangsung pada Rabu (07/12/2023) kemarin di D’Botanica, Jln. Dr. Junjunan 143-149, Pajajaran, Kota Bandung – (Sumber: Manda)
Maria Elka (kiri), salah seorang peserta diskusi Bandung Ngariung ketika memberikan masukannya mengenai pengertian leadership
Maria Elka (kiri), salah seorang peserta diskusi Bandung Ngariung ketika memberikan masukannya mengenai pengertian leadership – (Sumber: Manda/PMN)

“Kalau bos itu biasanya ditakuti oleh bawahannya, padahal bawahannya belum tentu suka sama dia. Kalau leader, pengikutnya itu mengikuti dia karena respect karena hormat” jelas Chang, pengunjung rutin Bandung Ngariung.

Sosial media menunjukkan secara gamblang kini kita banyak tersesat dalam kebingungan. Penyebab kebingungan ini di antaranya adalah kesukaran membedakan terminologi bos dan leader.

Martin B. Candra
Host tetap Bandung Ngariung, Martin B. Candra yang setia mengawal acara diskusi publik Setiap Rabu di D’Botanica, Jln. Dr. Junjunan 143-149, Pajajaran, Kota Bandung – (Sumber: Manda/PMN)

Bos, penanggung jawab sebuah pekerjaan, kelompok, atau organisasi, berasal dari kata baas (B. Belanda) yang artinya master. Berikut pendapat perbedaan kata tersebut dari salah satu riungers, Chris.

“Kalau bos itu biasanya pada bagian analisa atau selainnya itu ya, tidak ikut campur ke lapangan. Sementara untuk leader ini lebih ikut kerjasama bareng anak buahnya.” Ucap Chris.

Dari sekian banyak pendapat, kemudian disimpulkan satu pemikiran bahwa bos tidak sama dengan leader. Kalau leader memilki pepengetahuan tentang apa yang dia perintahkan terhadap orang lain. Sementara, bos adalah orang yang memberi perintah. Namun, tidak mengikuti proses.

Semua peserta diskusi publik bertajuk “be a BOSS or a LEADER” yang digagas Bandung Ngariung mengadakan foto bersama - (Sumber: Manda/PMN)
Semua peserta diskusi publik bertajuk “be a BOSS or a LEADER” yang digagas Bandung Ngariung mengadakan foto bersama – (Sumber: Manda/PMN)

Diskusi ini di tutup dengan ajakan untuk tidak memberikan nilai benar atau salah pada istilah bos atau leader, tetapi ada pesan khusus dari pembicara untuk menjadi leader bagi diri sendiri di masa kini.

“Bapak dan ibu, pertama leader perlu percaya pada hal-hal baik. Kemudian memberi teladan dan melakukan hal yang sejajar dengan apa yang dilakukan bawahan. Kemudian perubahan itu akan dirasakan setelah apa yang dilakukan tersebut memiliki hasil, bisa dalam kebahagiaan atau tercapainya suatu milestone,” tutup Martin penuh inpirasi. (RMD/Manda).

***

Judul: Leadership Melatih Kepemimpinan Menjadi Pemimpin, Bukan Bos
Jurnalis: Rose Mariadewi/Ramanda Meliawati
Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button