KASBI Gelar Kongres ke-6 Selama Tiga Hari di Hotel Yasmin Karawaci, Tangerang
Bangun Kekuatan Politik Alternatif, Wujudkan Kedaulatan Rakyat
Pratama Media News, Tangerang, Sabtu (04/02/2023) – Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) melaksanakan kongres ke-6 selama tiga hari yang berlangsung pada 3-5 Februari 2023. Kegiatan akbar tersebut dilaksanakan di Hotel Yasmin Karawaci, Jalan Raya Binong No.8, Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.
Tak kurang dari 400 peserta delegasi dari 18 federasi dan Serikat Buruh Anggota non SBA hadir pada acara tersebut, di antaranya adalah : Federasi Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (FSBPI), Federasi Serikat Buruh Nusantara (FSBN), Federasi Serikat Buruh Readymix dan Konstruksi (FSBRK), Federasi Serikat Buruh Migas (FSB Migas), Federasi Serikat Pekerja Jakarta Raya (FSPJR), dan Federasi Serikat Buruh Bersatu (FSBB) – Bekasi.
Kemudian hadir juga Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP), Federasi Persatuan Perjuangan Buruh (FPPB) – Bandung Raya, Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (FSPBI) – Gresik, Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (FSBK) – Surabaya, Federasi Serikat Pekerja Karawang (FSPEK), Federasi Serikat Buruh Persatuan (FSBP) – Subang, Serikat Buruh CSI Garut (SB CSI Garut), Asosiasi Pekerja Perikanan Indonesia (AP2I), dan Serikat Buruh PT Eins Trend (SBET) – Purwakarta.

Selain itu hadir juga Serikat Buruh PT Adient Automotive Indonesia (SBAS) – Purwakarta, Federasi Petugas, Lapangan Keluarga Berencana (FPLKB) Indonesia, Aliansi Penyuluh Perikanan Bantu Indonesia (APPBI), Serikat Buruh Mandiri Demokratis (SBMD) – Brebes, Serikat Buruh Bintang Muda (SBBM) PT Bintan Bersatu Apparel – Batam, SPBI, Forum Bidan Desa (Forbides), Federasi Serikat Buruh Independen (FSBI), Federasi Persatuan Buruh Militan (FPBM), dan Serikat Buruh Militan Gorontalo (SBMIG).
Para peserta delegasi kemudian disambut dengan tarian tradisional yang dibawakan oleh anggota KASBI dari basis Serikat Buruh Independent Subang (SBIT). Tarian Jaipong yang dibawakan oleh Candrakanti membuat suasana pagi ini menjadi hangat.

Kemudian dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars KASBI secara bersama-sama dan dipimpin oleh Barisan Merah KASBI sehingga membuat mereka semakin semangat.
Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Nusantara (FSBN), Ade Mudiarwarman yang bertindak sebagai tuan rumah Kongres KASBI ke-6 ini menyampaikan pokok utama dalam Kongres ini adalah permasalahan-permasalahan kaum buruh, permasalahan-permasalahan rakyat, tugas-tugas serikat buruh, jalan keluar, dan perspektif untuk pemenuhan kebutuhan pokok bagi rakyat dan keluarganya.

Menurut Ade, sudah menjadi tugas bagi seluruh anggota KASBI untuk menyelenggarakan kongres secara terbuka, demokratis, menyatukan, dan berorientasi pada perjuangan klas.
“Sebuah kongres yang merupakan bentuk penghormatan atas 18 tahun perjuangan kita sebagai Konfederasi KASBI dan untuk bisa bersama-sama mengejawantahkan, serta mempraktikan apa yang menjadi cita-cita kita bersama, seperti yang terkandung dalam tema Kongres ke-6 ini yaitu Bangun Kekuatan Politik Alternatif, Wujudkan Kedaulatan Rakyat,” ujar Ade.
Ade juga menyampaikan komitmennya di hadapan semua peserta bahwa Konfederasi KASBI akan terus teguh bersama rakyat Indonesia, bersama lapisan rakyat miskin di setiap belahan bumi Indonesia.
“Kaum buruh harus percaya dengan perjuangan dan cita-citanya. Kepercayaan akan membuatmu berani, penuh keberanian dalam perjuangan. Kepercayaan akan memberikan tenaga muda untuk mampu mengatasi kesulitan-kesulitan yang akan muncul,” pungkas Ade.

Sementara itu Ketua Panitia, Maman Nuriman mengatakan dalam sambutannya bahwa Kongres ke-6 KASBI ini tidak akan terjadi tanpa dukungan penuh dari seluruh anggota, baik KASBI Banten selaku tuan rumah, maupun federasi lain selaku tamu-tamu terhormat bagi KASBI Banten.
“Selain itu, semangat dan kerja keras panitia merupakan sebuah upaya yang patut di apresiasi karena sudah mengupayakan agar agenda akbar ini bisa berjalan semaksimal mungkin,” ungkap Maman.
Pada kesempatan tersebut Ketua Umum KASBI, Nining Elitos dalam sambutannya mengingatkan bahwa 18 tahun sejak kongres pertama konfederasi KASBI yaitu pada 2005 di Bogor, kini telah sampai pada kongres ke-6 dengan tuan rumah Banten.
“Perjalanan yang tidak pendek dan tidak mudah telah dilalui penuh berliku. Bahkan, berbagai serangan kita dapatkan dalam membangun serikat buruh. Ke depan, kita memerlukan teori-teori dan praktik yang lebih maju. Kita juga harus semakin serius, disiplin, berani, konsiste, menguatkan barisan. Bahkan, kita harus hadir dalam berbagai persoalan rakyat yang lain, serta membangun persatuan dengan berbagai macam kelompok,” ujar Nining penuh semangat.
Ketua Umum KASBI tersebut berharap dalam kongres ke-6 ini dapat digunakan sebagai alat berjuang untuk membebaskan kaum buruh dan rakyat dari penderitaan dan kesengsaranaan.
“Ke depan, kita butuh membangun kekuatan alternatif yaitu membangun alat politik multisektor agar rakyat bisa menentukan arah kebijakan dan nasib rakyatnya sendiri. Betapa pedihnya hati rakyat saat ini ketika melihat perilaku rezim, baik elit politik, partai politik maupun pemerintah yang sudah terang-terangan dengan tegas membangkang terhadap konstitusi negara,” ungkap Nining berapi-api.

Selain itu, Ketua Umum KASBI tersebut mengajak seluruh anggota Konfederasi KASBI untuk menjaga organisasi yang telah mereka bangun bersama-sama dengan cita-cita awal agar Konfederasi KASBI sebagai organisasi alternatif dan progresif bagi kaum buruh dan rakyat Indonesia.
“Semua merasa memiliki, semua merasa nyaman, semua merasa bangga, semua merasa setara. Semua harus yakin dan kuat dengan dekat dengan kemenangan. Saya juga ingin mengingatkan bahwa musuh sejati buruh adalah kaum penindas yang berkompromi dengan kekuatan rezim yang hari ini terus menggerus, mulai dari serangan dari eksternal maupun dari dalam internal,” tambah Nining dengan nada tinggi.
Nining terus memberi motivasi dan semangat kepada rekan-rekannya sesama kaum buruh, ”Kita harus percaya kepada kawan-kawan semua sudah berupaya Bagaimana menjaga membangun mempertahan serta memperluas organisasi yang kita bangun sejak dari awal adalah tidaklah mudah. Itu pesan saya dalam Kongres ini.”
Kemudian para delegasi disuguhkan video ucapan dari World Federation Trade Union (WFTU) yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Pambys Krisis mengucapkan selamat selamat dan sukses kepada para delegasi yang hadir yang telah mensukseskan Kongres ini.
Pambys menyampaikan hal penting yang harus disadari kaum buruh Indonesia bahwa saat ini dunia sedang mengalami fase intensifikasi pertarungan politik, ekonomi dan militer yang bertujuan untuk mengendalikan dan mengeksploitasi sumber daya ekonomi planet bumi.
“Seperti yang selalu terjadi, rakyatlah yang selalu menanggung dampak dari perang dan intervensi imperialis. Setelah invasi Rusia di Ukraina, Amerika Serikat, NATO, dan Uni Eropa berupaya menampilkan situasi tersebut sebagai perang antara kaum liberal dan kaum otoriter,” ungkap Pambys.
Menyikapi hal tersebut, WFTU menegaskan bahwa bahwa kata perdamaian dunia tidak dapat diwujudkan dengan lebih banyak militer atau perlindungan terhadap kaum sayap kanan nasionalis dan fasis. Perdamaian tidak bisa didasarkan pada blokade, sanksi, dan perang ekonomi.
“WFTU berjuang untuk perdamaian untuk mengakhiri perang ini termasuk juga perang imperialis dan intervensi secara umum. Berjuang untuk pembubaran NATO dan semua koalisi militer, serta untuk penghapusan senjata nuklir,” papar Pambys lebih lanjut.
Menurut Pambys, afiliasi WFTU berada di garis depan perjuangan ini. Menajamnya represi negara dan otoritarianisme adalah respon dari pemerintah borjuis terhadap tuntutan rakyat yang adil. Ironisnya, pemimpin serikat buruh dan serikat buruh kuning justru berkompromi dan menyerah.
“Penangkapan Sekretaris Jenderal International Trade Union Confederation (ITUC), Luca Vicentini dalam skandal suap, sekali lagi memunculkan isu korupsi di dalam serikat buruh. Dalam kasus khusus ini, penangkapan terkait dengan upaya menutup-nutupi kejahatan mengerikan yang dilakukan terhadap ribuan buruh. Banyak dari mereka kehilangan nyawa selama bekerja,” tambah Pambys.
WFTU mengajak serikat buruh di seluruh dunia untuk menjaga kemandirian orientasi kelas mereka dari korupsi dan manipulasi birokrasi dan oleh kapital dan pengusaha. Skandal penyuapan menunjukkan sekali lagi bahwa tidak adanya respon substansial dari sisi serikat buruh reformis terhadap kebijakan neoliberal anti-buruh, jelas berdampingan dengan korupsi dan penggunaan posisi serikat buruh untuk tujuan yang berlawanan dengan kepentingan kelas pekerja.
Dengan mengusung tema “Bangun Kekuatan Politik Alternatif, Wujudkan Kedaulatan Rakyat” Ketua Panitia, Maman Nuriman berharap acara ini bisa menjadi sebuah momentum bahwa saat ini buruh di Indonesia harus secepatnya mulai sadar dan berani untuk mulai memperjuangkan kepentingan rakyat kecil melalui jalan politik alternatif.
***
Judul: KASBI Gelar Kongres ke-6 Selama Tiga Hari di Hotel Yasmin Karawaci, Tangerang
Editor: JHK
———————————————————————————————————————————————









