Talkshow “From Designers to Future Designpreneurs” Berlangsung Seru dan Menarik
Didik Suhardi, Ph.D., “Kalau kalian nanti belajar ‘From Designers to Future Designpreneurs’ ini, itu artinya jiwa kewirausahaannya Insyaallah akan terasah.”
Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/11/2022) – Fakultas Desain Komunikasi Visual (FDKV) Universitas Widyatama sukses menyelenggarakan kegiatan talkshow bertajuk “From Designers to Future Designpreneurs”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 29 November 2022 mulai pukul 09.25 WIB sampai 15.30 WIB di Ruang Seminar Gedung A, Lantai 4, kampus Universitas Widyatama, Jalan Cikutra No. 204A Kota Bandung, Jawa Barat.
Acara talkshow yang digagas oleh FDKV Universitas Widyatama dan mendapat support dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) tersebut berlangsung seru dan menarik. Empat narasumber yang dihadirkan mampu membius para peserta seminar. Mereka adalah Nala Rinaldo, Andrea Isa, Hakim Lubisa, dan Dendy Darman.
Keempat narasumber tersebut bukan saja memiliki ilmu dan segudang pengalaman, tetapi mereka juga piawai dalam membagikannya kepada para hadirin. Gaya khas mereka ketika berbicara dengan cara yang santai, enak didengar, dan mudah dicerna membuat hadirin betah ditempat duduknya sampai acara talkshow berakhir.

Semula kegiatan talkshow yang dipandu oleh Drs. Rudy Farid Sagir, C.P., M.Ds. sebagai moderator tersebut akan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Namun, acara yang sempat molor sekitar 25 menit tersebut akhirnya berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh 122 peserta yang terdiri dari 51 mahasiswa FDKV Universitas Widyatama, 39 siswa dan guru, 16 dosen dan panitia, 12 orang tenaga pengajar, dan 4 narasumber.

Pada acara pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara Marisa Astuti, S.ST., M.M., Ketua Panitia talkshow bertajuk “From Designers to Future Designpreneurs”, Drs. Deden Maulana, A., M.Ds. mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengkayaan bagi para siswa dan mahasiswa. Oleh karena itu acara tersebut dikemas dalam bentuk talkshow dengan menghadirkan empat narasumber yang dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang.
“Yang tak kalah pentingnya supaya kita punya satu pembekalan, terutama kepada para siswa dan mahasiswa untuk meraih apa yang kompetitif di kemudian hari. Oleh karena itu kita menghadirkan empat narasumber ini. Semoga bisa memberikan suatu pembekalan kepada kita semua di tengah budaya kompetitif yang semakin hebat di kemudian hari,” ujar Deden.
Ketua Panitia Talkshow yang juga menjabat sebagai Dekan FDKV Universitas Widyatama tersebut berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat menambah wawasan para siswa dan mahasiswa sehingga bisa menjadi bekal bagi mereka ketika kelak akan menjadi seorang designpreneur.
Sementara itu Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK RI, Didik Suhardi, Ph.D. dalam sambutannya menyatakan bahwa pihaknya merasa bangga dengan Universitas Widyatama karena selama ini sudah menginisiasi program-rogram yang sangat bagus dan sangat strategis.


Didik juga menjelaskan tentang tugas Kemenko PMK adalah melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan pembangunan manusia dan kebudayaan, ”Membangun manusia dan kebudayaan tentu bukan hanya sekedar untuk mencari pekerjaan, tetapi membangun sebuah peradaban sehingga Indonesia yang kita cintai tetap utuh sampai kapan pun.”
Selain itu Didik mengungkapkan bahwa jumlah entrepreneur di Indonesia masih sedikit yaitu 3,4 % dari jumlah penduduk sedangkan negara-negara maju sudah mencapai 12-14% dari jumlah penduduknya. Banyak generasi muda ketika lulus sekolah/kuliah menjadi pencari kerja, bukan pencipta lapangan kerja.
“Kalau kalian nanti belajar ini ‘From Designers to Future Designpreneurs’, itu artinya jiwa kewirausahanya Insyaallah akan terasah, akan dibentuk dari sekarang sehingga ketika nanti Indonesia Emas, entrepreneur itu mungkin sudah mencapai 12%,” ungkap Didik.

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK RI tersebut berpesan kepada para siswa dan mahasiswa untuk tidak agu-ragu menjadi seorang entrepreneur.
“Ke depannya nanti akan banyak pekerjaan-pekerjaan yang tidak perlu dikerjakan di kantor, tetapi cukup dari rumah. Bisa jadi hasilnya lebih besar,” pungkas Didik.
Kata sambutan ketiga disampaikan oleh Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum sekaligus membuka acara talkshow bertajuk “From Designers to Future Designpreneurs”.


Pada kesempatan tersebut Dadang mengatakan bahwa sumber kecerdasan itu ada di alam semesta, “Kalau kita pandai bergaul maka akan mendapatkan potensi kecerdasan dari mana-mana.”
Kemudian Datang bercerita tentang pengalamannya mengikuti sebuah Lokakarya Kampus Merdeka di Yogyakarta. Saat itu yang menjadi narasumbernya adalah Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D.
Dadang tertarik dengan kisah sukses Wikan yang berhasil menjadi Dirjen Diksi Kemendikbudristek, padahal kesuksesan tersebut tidak ada hubungannya dengan latar pendidikannya. Wikan berkuliah di D3 Teknik Mesin UGM pada 1994-1997. Kemudian menyelesaikan S1 ekstensi di Universitas Gadjah Mada pada Program Mechanical Engineering/Teknik Mesin dan lulus 2001.


Selanjutnya Wikan memperoleh beasiswa StuNed berkesempatan menempuh studi S2 di University of Twente, Belanda dan Technical University (Technische Universitat/TU) Dortmund, Jerman pada Program Mechanical Engineering dan selesai pada 2005. Beberapa waktu kemudian Wikan menempuh studi S3 di Kobe University Jepang pada Program Mechanical Engineering dan lulus pada 2016.
Modal apa yang membuat Wikan sukses menjadi Dirjen Diksi? Ternyata menurut Wikan, jawabannya adalah Modal Sosial.
“Jadi kata kuncinya kata Wikan, saya bisa sukses karena bergaul dengan berbagai komunitas, dengan berbagai jenis dan warna kehidupan. Karena itu modal sosial akan memberikan sinyal kecerdasan bagi setiap individu,” ungkap Rektor Universitas Widyatama tersebut.
Dadang menambahkan bahwa para siswa dan mahasiswa akan mendapatkan kecerdasan baru kalau banyak bergaul sebagai modal sosial.

Selanjutnya talkshow sesi pertama (pagi) dimulai pada pukul 10.20 WIB sampai 12.22 WIB dengan narasumber Nala Rinaldo dan Andrea Isa. Nala selama ini dikenal sebagai designpreneur di bidang: entertainment, photography, dan videography. Isa dikenal sebagai designpreneur di bidang graphic design (konsultan/studio desain grafis).


Talkshow sesi kedua (siang) dimulai pada pukul 13.00 WIB sampai 15.30 WIB dengan narasumber Hakim Lubis dan Dendy Darman. Hakim Lubis dikenal sebagai designpreneur di bidang advertising sedangkan Dendy dikenal sebagai designpreneur di bidang clothing, produk desain, dan arsitektur.


Semua narasumber bercerita mengenai proses perjalanan hidup mereka sehingga menjadi sukses seperti sekarang. Tentu saja sukses yang mereka dapatkan tidak datang secara tiba-tiba. Ada proses perjuangan yang mereka tempuh. Bahkan, mereka juga mengalami fase pasang surut dalam menjalankan usahanya. Semua itu menjadi warna dalam perjalanan perusahaan yang mereka kelola.

Keempat narasumber merupakan designpreneur yang memiliki kehebatannya masing-masing. Mereka semua mendapat respon yang luar biasa dari para peserta yang hadir. Beragam pertanyaan silih berganti dari para siswa dan mahasiswa terkait bidang yang digelutinya sehingga bisa menuai kesuksesan. Semua pertanyaan mereka jawab dengan baik dan memuaskan. Boleh dibilang talkshow bertajuk “From Designers to Future Designpreneurs” ini berjalan sukses sesuai dengan harapan. (JH)
***
Judul: Talkshow “From Designers to Future Designpreneurs” Berlangsung Seru dan Menarik
Editor: JHK








