Satu Hari, Satu Hati, Bersama BARAK Kotabumi
Sebuah kisah kecil tentang kebersamaan anak-anak BARAK Kotabumi saat berwisata ke Kalianda, Lampung Selatan
Satu Hari, Satu Hati, Bersama Barak Kotabumi – Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memupuk tali persahabatan maupun persaudaraan, salah satunya melalui silaturahmi. Beragam bentuk silaturahmi bisa kita lakukan, misalnya berkunjung ke rumah sahabat atau saudara. Cara lain yang tak kalah menariknya adalah berwisata bersama-sama.
Banyak sekali objek-obek wisata menarik di Indonesia yang bisa kita kunjungi, termasuk di Provinsi Lampung. Kali ini aku akan bercerita tentang pengalaman berwisata tujuh bulan silam bersama para sahabatku yang tergabung dalam komunitas “Barisan Anak Kolong Kotabumi” atau lebih dikenal dengan singkatan BARAK Kotabumi. Lokasi yang kami pilih adalah objek wisata Pantai Kedu Warna dan Pantai Batu Rame.
Pantai yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan tersebut tepatnya berada di kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda. Jaraknya sekitar 5 Km dari Ibu Kota Kalianda. Tempat ini termasuk destinasi wisata yang cukup indah. Riuh rendah deburan ombak di bibir pantai, langit yang biru, dan gumpalan awan yang berwarna putih bagaikan salju menjadi daya tarik tersendiri di tempat ini.

Sejak awal aku bersama panitia sudah merencanakan dan membuat rundown kegiatan beserta segala aturannya, mulai dari awal keberangkatan sampai kembali ke rumah masing-masing. Semua ini dibuat agar kegiatan berjalan lancar dan tertata dengan baik. Namun kenyatannya, tidak semua rundown berjalan sesuai dengan rencana. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya, di antaranya adalah keterlambatan waktu keberangkatan sehingga sedikit mengubah jadwal yang sudah dibuat.
Masih dalam kondisi pandemi covid-19, para sahabat yang ikut dalam wisata kami wajibkan menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Hal ini dilakukan untuk tetap dapat memutus penyebaran virus covid-19.
Rombongan kami berangkat dari Kotabumi, Ibu Kota Kabupaten Lampung Utara. Jarak perjalanan dari Kotabumi menuju ke tempat objek wisata Pantai Kedu Warna dan Pantai Batu Rame di Kalianda cukup jauh yaitu sekitar 166 Km. Kami tempuh perjalanan tersebut dalam waktu sekitar tiga jam melalui Jalan Tol Terbanggi Besar.
Sabtu pagi (18/09/2021) para sahabat BARAK Kotabumi yang berjumlah 52 orang berangkat menuju lokasi dengan menggunakan sebuah bus sewaan. Rasa satu hati, rasa kekeluargaan mulai kami rasakan dalam perjalanan tersebut.
Dengan mengenakan seragam BARAK yang terlihat solid dan gagah, tawa dan canda membaur menjadi satu. Irama karaoke dalam kendaraan mengajak semua yang ada dalam kendaraan turut bernyanyi dan berdendang riang. Meskipun kondisi di dalam kendaraan serba terbatas. Namun, tetap saja kami dapat bergoyang mengikuti alunan musik yang memberikan hiburan ringan sepanjang perjalanan.
Kami semua menyatu dalam kebersamaan. Kami lepas semua atribut yang disandang oleh masing-masing individu. Semua lepas menjadi satu, tanpa adanya perbedaan status sosial, pangkat, martabat dan profesi. Hal ini yang selalu ditanamkan pada setiap anggota BARAK Kotabumi.
Kami lebih mengedepankan rasa kebersamaan, walaupun terkadang masih ada di antara anggota BARAK yang belum memahami arti sebuah kekeluargaan. Namun, semua itu tidak membuat kami yang memiliki motto “Satu Hati” lantas menjadi surut. Kami tetap semangat dan berusaha menghilangkan semua perbedaan yang ada.
Pada pukul 11.00 WIB rombongan kami tiba di Kalianda dan bersiap menuju Pantai Batu Rame. Sejenak kami beristirahat dulu untuk menghilangkan penat selama perjalanan, sambil menikmati suasana alam berupa pantai dengan pasir putih dan diselimuti batu-batu besar.
Kesempatan tersebut tidak kami sia-siakan untuk swafoto (selfie) ataupun berfoto bersama para sahabat BARAK dengan mengambil latar belakang pemandangan alam yang indah dan asri. Beberapa penjual makanan pun berseliweran di sekitar kami. Mereka menjajakan dagangannya dengan ramah dan siap melayani pengunjung yang datang ke tempat itu.
Ketika waktu hampir menunjukkan pukul 12.00 WIB, rombongan pun bergerak menuju Pantai Batu Rame. Setelah menikmati suasana di Pantai Batu Rame, kami berpindah menuju Pantai Kedu Warna. Kebetulan lokasi objek wisata kedua ini jaraknya tidak teralu jauh dari objek wisata yang pertama.

Berbeda dengan objek wisata yang pertama, objek Pantai Kedu Warna tampaknya dikelola dengan lebih baik. Hal itu bisa dilihat dari kondisi pantainya yang terlihat lebih bersih dan tersedianya saung-saung tempat orang berkumpul. Kami bisa menyimpan barang-barang bawaan di sana dan makan bersama.
Selain itu tersedia juga sarana bermain dan spot untuk berfoto. Disini para pengunjung tidak diperkenankan untuk mandi karena deburan ombak yang cukup besar sehingga membahayakan para pengunjung. Dipantai ini juga berdiri panggung kecil dengan fasilitas sound untuk berkaraoke, sehingga pengunjung cukup menggunakan aplikasi di smartphone-nya yang dihubungkan dengan sound, dapat bernyanyi dan berjoget bersama.
Setelah makan siang, aku mengajak para sahabat BARAK berkumpul untuk melakukan acara hiburan berupa games sambil bagi-bagi doorprize. Kebetulan aku yang bertugas memandu kegiatan ini.

Pertama diberikan pada mereka yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sederhana, seputar BARAK Kotabumi. Doorprize lainnya diberikan kepada lima orang sebagai tanda rasa hormat dari yang muda kepada yang lebih senior karena telah banyak membimbing dan mengayomi BARAK Kotabumi.
Dalam rundown kegiatan sebenarnya terdapat acara games how atau fun game. Namun, game ini tidak memungkinkan dilaksanakan dikarenakan teriknya matahari yang cukup menyengat. Hal ini cukup beralasan karena para anggota BARAK yang ikut mayoritas kaum wanita yang sudah tidak lagi muda. Mereka cepat lelah kalau harus dipaksakan melakukannya.
Musik memang tidak lepas dari kehidupan anggota BARAK. Dalam momen apapun, bernyanyi dan berjoget adalah salah satu hobi yang tidak bisa ditinggalkan. Dengan fasilitas sound yang sederhana, kami tidak melewatkan kesempatan untuk bernyanyi dan berjoget bersama dengan irama pop dan dangdut dengan penuh suka cita.
Tak terasa waktu menunjukan pukul 16.00 WIB. Kami pun bersiap-siap untuk kembali pulang. Rombongan segera menuju bus dan melanjutkan perjalanan ke Kotabumi. Sebelum pulang rombongan BARAK singgah dahulu di kediaman salah satu anggotanya yaitu Yuk Ipad. Kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh dari pantai.

Yuk Ipad merupakan keluarga besar BARAK yang kebetulan berdomisili di Kalianda, Lampung Selatan. Beliau dengan segala kebesaran hatinya memfasilitasi semuanya dalam rangka berwisata ke Kalianda tersebut. Semua ini dilakukan Ayunda Ipad semata-mata karena merasa “Satu Hati” dengan BARAK Kotabumi.
Banyak manfaat yang kami dapat dari kegiatan berwisata ke objek wisata pantai di Kalianda, antara lain: 1) Sebagai ajang silaturahmi dan kebersamaan; 2) Air Pantai atau air laut berguna merawat kulit dan dapat memicu hormon bahagia kita; 3) Angin laut bermanfaat untuk detoksifikasi dan mencegah depresi; 4) Suara Ombak berdampak positif pada fungsi otak kita, dan; 5) Birunya air dan langit dipantai mengurangi rasa stress.
Semoga kelak BARAK Kotabumi bukan cuma sekadar melaksanakan wisata alam, tetapi wisata lainnya seperti wisata religi dan wisata budaya pun kelak bisa dilaksanakan. Aku yakin kalau kita solid dan memiliki rasa kekeluargaan yang kuat maka BARAK Kotabumi bisa menjadi contoh bagi komunitas atau perkumpulan serupa lainnya.
***
Judul: Satu Hari, Satu Hati, Bersama Barak Kotabumi
Penulis: Ispandi Sidi Surya
Editor: JHK
Profil penulis:

Ispandi Sidi Surya adalah seorang putra seorang pensiunan TNI Angkatan Darat yang memiliki hobi traveling, membaca, dan menulis. Berbagai jenis tulisan disukainya, baik itu tulisan berupa artikel, berita, maupun tulisan fiksi seperti cerpen dan puisi.
Saat ini Ispandi bekerja di sebuah kantor dengan jadwal kerja yang cukup sibuk. Namun, disela-sela tugasnya masih disempatkannya menulis.
Selain itu, anak kolong ini juga ikut dalam sebuah komunitas bernama BARAK (Barisan Anak Kolong) – sebuah komunitas yang anggotanya terdiri dari anak-anak pensiunan TNI AD yang pernah menghuni barak militer di asrama KOMPI, Kabupaten Lampung Utara, dan kini menjabat sebagai sekretaris.








