ArtikelKomunitasPratama Media News

Reuni ala Barisan Anak Kolong (BARAK)

Bertemu kembali setelah puluhan tahun berpisah

Reuni ala Barisan Anak Kolong (BARAK)  – Banyak orang yang mengatakan bahwa masa kecil adalah masa yang paling indah. Kadang kita ingin kembali ke masa lalu untuk mengenang masa-masa kecil yang penuh kenangan. Namun, waktu yang telah pergi tak mungkin kembali. Kita hanya bisa mengingatnya kembali melalui memori.

Dulu, saat teknologi informasi belum secanggih seperti saat ini, komunikasi jarak jauh hanya bisa dilakukan melalui surat, telegram, atau telepon interlokal. Begitu sulit dan mahalnya untuk berkomunikasi. Jangan bandingkan dengan zaman sekarang yang bisa dilakukan dengan beragam cara, seperti via telepon selular, aplikasi WhatsApp (WA), Facebook, dan lain-lain. Bahkan, kita bisa berkomunikasi sambil bertatap muka secara live dengan biaya relatif murah.

Sulitnya berkomunikasi di zaman Orde baru membuat hubungan pertemanan dan persaudaraan tercerai berai, terutama sejak kita tamat Sekolah Menengah Atas (SMA). Mengapa? Karena usai SMA, kita mulai fokus memikirkan masa depan masing-masing. Ada yang melanjutkan kuliah atau mencari kerja di luar kota, tetapi ada juga yang menjadi pengangguran dan menetap di tanah kelahirannya.

Barak
Logo Komunitas Barisan Anak Kolong (BARAK) – Sumber: Ispandi

Tidak aneh kalau selama puluhan tahun berpisah, antara bekas tetangga, saudara, teman sepermainan, atau pun teman sekolah tak saling sapa. Itu semua bukan disengaja, tapi karena kondisi yang memaksa. Mungkin hanya sebagian kecil saja di antara kita yang masih bisa terkoneksi. Walau tetap jarang berkomunikasi karena terkendala jarak, waktu, dan biaya.

Kini zaman sudah berbeda. Kemajuan teknologi telah membuat dunia terasa semakin sempit. Sarana komunikasi dan transportasi semakin maju dan murah. Jarak bukan lagi jadi kendala dalam berkomunikasi dan bersilaturahmi.

Semua yang hilang kembali ditemukan. Komunikasi yang terputus, kembali terkoneksi. Semua ini akibat hadirnya media sosial Facebook sebagai media pertemanan yang canggih dan telah menyatukan jutaan manusia dari seluruh dunia.

Salah satu cara manusia menyatukan diri dalam membangun tali silaturahim adalah membentuk komunitas. Salah satunya adalah sekumpulan anak-anak tentara – biasa disebut anak kolong – yang berasal dari Asrama Kompi di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Mereka menyatukan diri dalam satu wadah ikatan persaudaraan dengan nama Barisan Anak Kolong atau disingkat BARAK.

Sekilas Sejarah Berdirinya BARAK

Menurut Sekretaris BARAK, Ispandi Sidi Surya, BARAK merupakan sebuah Komunitas atau Perkumpulan Putra-putri Keluarga Besar TNI Angkatan Darat yang pernah bermukim di asrama tentara pada tempo dulu yaitu Asrama Kodim 0412 Lampung Utara. Perkumpulan ini lahir atas dasar rasa senasib dan sepenanggungan di antara sesama anak kolong.

Ispandi, Sekretaris Barak
Ispandi Sidi Surya, Sekretaris BARAK (Sumber: Ispandi)

Melalui aplikasi WA Grup “Barak Kotabumi” mereka berkumpul dan saling bercerita sambil mengenang masa lalu yang indah. Tujuannya tidak lain untuk sekadar bersilaturahmi dan saling memotivasi diri agar bisa terus semangat dalam mengarungi kehidupan.

Saat ini anggota BARAK terdiri dari pemuda dan pemudi dari Keluarga Besar TNI AD yang ada di Kotabumi dan sekitarnya, serta yang berada di seluruh wilayah Indonesia. Walaupun tidak semua anggota BARAK berdomisili di Kotabumi, tetapi mereka semua memiliki ikatan emosional dan kekeluargaan yang cukup tinggi sehingga dalam bentuk kegiatan apapun,  baik suka ataupun duka, selalu menyempatkan untuk hadir.

“BARAK Kotabumi diharapkan memiliki jati diri sesuai dengan semangat juang yang telah diwariskan dari para orang tuanya. Mereka tentunya memiliki semangat disiplin dan dedikasi yang tinggi dalam berjuang mempertahankan NKRI,” ujar Ispandi.

Ispandi menambahkan bahwa BARAK Kotabumi tidak sekadar berkumpul, tapi memiliki tujuan dan wawasan dalam menjalani kehidupan ini, serta memiliki semangat dalam membela bangsa  dan Tanah Air tercinta. Mereka juga selalu menjaga nama baik dan wibawa orang tua.

Sejak 25 Agustus 2018 kepengurusan BARAK terbentuk dengan susuanan pengurus sebagai berikut: Pembina Kolonel Kaveleri Rayen Obersyl; Ketua Gunawan; Wakil Ketua Siti Syamsinar; Sekretaris Ispandi Sidi Surya, dan; Bendahara Sri Haryati. Dengan motto “SATU HATI”, BARAK Kotabumi  diharapkan dapat membuat seluruh anggotanya selalu bersatu padu dalam kegiatan, gerak, dan langkah dalam menyatukan pendapat sehingga semakin solid sampai ke anak cucu.

Pertemuan Anggota BARAK Se-Jabodetabek

Bermula dari obrolan dalam WA Grup antar sesama anggota BARAK yang berada di perantauan, khususnya anggota yang berdomisili di seputar Kota Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek) melahirkan kesepakatan untuk melakukan silaturahim. Mereka sepakat untuk mengadakan pertemuan di kediaman salah satu anggota BARAK yaitu Pursiswinta di Kompleks Perumahan Lippo Cikarang.

Para anggota BARAK se Jabodetabok sepakat bertemu pada Sabtu, 27 Maret 2021 dengan titik kumpul awal di Grand Wisata. Selanjutnya rombongan bergerak bersama-sama menuju rumah Pursiswinta di Lippo Cikarang  dengan menempuh waktu perjalanan sekitar satu jam.

grand wisata
Titik kumpul rombongan dari Jakarta dan sekitarnya Grand Wisata, kemudian menuju tempat reuni di Lippo Cikarang, Bekasi (Sumber: grandwisata.com)

Setelah tiba di kediaman Tuan Rumah, mereka langsung disambut dengan ramah dan bersahaja oleh Pursiswinta. Ini merupakan ciri persaudaraan yang dipertunjukkan oleh anak kolong. Walau mereka berasal dari keluarga militer, tapi bisa berprilaku sopan, santun, dan tidak sombong.

Pursiswinta, barak
Pursiswinta, tuan rumah reuni Komunitas Barak se Jabodetabek (Sumber: Facebook)

Para anggota BARAK yang datang dari arah Selatan, Barat, dan Timur Jakarta  merasakan kembali bagaimana kenangan puluhan tahun silam saat masih bersama-sama tinggal di barak militer. Namun, bukan wajah anak muda yang tampil mempesona seperti dulu lagi, melainkan wajah-wajah tua yang mulai lapuk di makan usia. Walau terkadang mereka kesulitan mengingat nama, tetapi garis wajah yang tampil di sana tetap masih dikenal dan tak terlupakan, berikut kenangan yang berselimut di balik wajah mereka.

Kesempatan ini tak disia-siakan mereka untuk bersenda gurau melepas rindu. Tak jarang terdengar tawa keras yang membahana, membuat suasana menjadi ceria. Canda-canda nakal khas anak tentara pun berseliweran sehingga membuat pertemuan tersebut menjadi ajang  saling mengakrabkan diri satu sama lainnya, setelah puluhan tahun tidak bertemu.

Saat yang paling ditunggu adalah makan bersama. Para peserta begitu senang ketika tuan rumah mempersilakan mereka untuk menyantap masakan yang sudah dihidangkan oleh Tuan Rumah. Tentu saja sambil menikmati hidangan tersebut mereka tetap saling bercerita tentang masa lalu saat masih tinggal di asrama tentara.

Makan bersama
Anggota BARAK sedang makan bersama sambil bercerita tentang masa lalu (Sumber: Sarbini)
Pursiswinta
Foto bersama di depan rumah Pursiswinta (Sumber: Sarbini)
Barak
Foto bersama anggota BARAK Jabodetabek di kediaman Pursiswinta (Sumber: Sarbini)

Mereka akhirnya berpisah dan kembali ke tempat masing-masing setelah sebelumnya mengabadikan diri dengan foto bersama. Entah kapan mereka bisa bertemu kembali seperti ini. Semoga pertemuan tersebut membuat jalinan persahabatan dan persauadaraan sesama anak BARAK menjadi semakin erat

***

Penulis: J.Haryadi

Profil penulis:

J. Haryadi adalah nama pena dari Jumari Haryadi. Pria kelahiran Kotabumi, Lampung Utara yang akrab disapa Edi Kohar ini memiliki darah Jawa dan Ogan dari kedua orang tuanya. Ia menekuni dunia tulis menulis sejak 2007. Selain sebagai jurnalis dan blogger, ia juga kini tengah belajar fotografi dan sebagai pegiat pariwisata, seni, dan budaya.

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button