Mengenal Perkumpulan Sanggar Seni Budaya ”Guyub Tresno” Yogyakarta
Abdul Haris, "Tujuan organisasi kami ini tidak lain untuk mengabdi tanpa pamrih kepada masyarakat dalam bentuk berbagai kegiatan di bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan."
PRATAMA MEDIA NEWS (PMN), Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Senin (18/12/2023) – “Sanggar Seni Budaya Guyub Tresno” atau “Guyub Tresno” merupakan sebuah organisasi perkumpulan yang didirikan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta melalui AKTA NOTARIS Widiyantara, S.H. Nomor: 08 tanggal 16 Februari 2021 dan disahkan oleh Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) dengan nomor AHU -0003150.AH.01.07.Tahun 2021 yang ditetapkan di Jakarta pada 12 Maret 2021.
Pada awal berdirinya, susunan pengurus Perkumpulan “Guyub Tresno” terdiri dari Edy Santoso (Ketua), Ardian Kresnadi (Sekretaris), dan Arifin (bendahara) ditambah pengawas yang terdiri dari Abdul Haris sebagai Ketua dibantu dua anggota yaitu Hanung Heru Haryoto dan Warsito. Namun, sejak 2023 Abdul Haris diangkat menjadi Ketua Perkumpulan “Guyub Tresno” setelah ketua sebelumnya mengundurkan diri.
Sanggar seni dan budaya ini sudah terdaftar juga di Dinas Kebudayaan (Khundha Kabudayan) Pemerintahan Kabupaten Bantun, Jogjakarta dengan Nomor Induk Kesenian (NIK) 0116/34/2021. “Guyub Tresno” ini berdomisili di Jalan Ngipik, Gang Flamboyan, RT 007, Dukuh Wiyoro, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Ketua Perkumpulan “Guyub Tresno”, Abdul Haris, tujuan organisasi yang dipimpinnya tidak lain untuk mengabdi tanpa pamrih kepada masyarakat dalam bentuk berbagai kegiatan di bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
“Guyub Tresno” sering mengadakan kegiatan sosial nirlaba pada bidang seni dan budaya, yaitu kegiatan seni rupa meliputi seni lukis dan patung; kegiatan budaya meliputi seni pertunjukan tradisional dan modern; mempromosikan kegiatan perkumpulan dengan berbagai sarana dan media seperti display, pameran, bazar dan media massa, baik dalam bentuk cetak maupun elektronik; meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota melalui pelatihan, seminar, magang, dan studi banding, serta; mengadakan pembinaan keolahragaan.
“Kegiatan ‘Guyub Tresno’ pada bidang kemanusiaan yang sering dilakukan berupa pemberian bantuan kepada korban bencana alam, seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir, putting beliung, dan sebagainya. Juga memberikan bantuan kepada fakir miskin, anak terlantar, gelandangan, dan kaum duafa,” tambah Haris.

Sementara itu Haris menambahkan bahwa kegiatan “Guyub Tresno” dalam bidang keagamaan meliputi peningkatan pemahaman agama sesuai dengan keercayaan dan agama yang dianut oleh masing-masing anggotanya; mengadakan berbagai pengajian rutin secara berkala, ceramah, dan diskusi-diskusi keagamaan, serta; studi banding keagamaan yang disesuaikan dengan kepercayaan dan agama masing-masing anggotanya.


Abdul Haris yang lahir di Bantul pada 8 Mei 1967 sehari-harinya kini bekerja sebagai Kepala Dukuh Wiyoro yang membawahi tiga kampung yaitu Kampung Wiyoro Kidul, Wiyoro Lor, dan Bumen Kulon. Ia menjadi Dukuh sejak 2008 sampai sekarang sehingga orang lebih sering menyebutkan Pak Dukuh.
Sebelumnya Pak Dukuh pernah bersekolah di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) yang berada di Kampung Bugisan, Jogjakarta. Bugisan berasal dari nama kesatuan Prajurit Bugis. Kampung Bugisan ini berada di bagian paling selatan wilayah Kelurahan Patangpuluhan, Kecamatan Wirobrajan, Kotamadya Yogyakarta.
Beberapa waktu lalu “Guyup Tresno” bersama Lembaga Seni Budaya Organisasi (LSBO) Muhammadiyah mengadakan kegiatan bersama (on the spot) pada event “Muhammadiyah Expo #3” yang berlangsung di Graha Pradipta Jogja Expo Center (Graha JEC) dari 24-26 November 2023. Dalam kegiatan tersebut juga diadakan diskusi tentang LSBO Muhammadiyah yang berkaitan dengan seni rupa.

Pada 18-22 Desember 2023 ini “Guyub Tresno” kembali mengadakan kegiatan pameran lukisan bertajuk “Warna Cinta # 2” ini merupakan rangkaian dari pameran sebelumnya yaitu “Warna Cinta #1” yang diselenggarakan di di Jalan Sriwedani no. 1, Kelurahan Ngupasan, Kemantrén Gondonaman, Kota Yogyakarta pada 15-21 Januari 2022 lalu. Pameran seni rupa “Warna Cinta # 2” ini menghadirkan kurator Dr. Muksin Md., M.Sn., dosen dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung.

Pada pameran “Warna Cinta #1” masih bersifat lokal yang haya diikuti oleh perupa dari Jogjakarta, sedangkan pameran sekarang bersifat nasional dan diikuti oleh 112 peserta dari seluruh Indonesia.

“Warna Cinta menjadi tema pameran seni rupa karena kami ingin para perupa yang penuh warna ini dan teridiri dari beberapa aliran seni rupa dapat saling bersinergi dan merajut kebersamaan, saling cinta dalam berkarya,” pungkas Pak Dukuh. (Arie/PMN).
***
Judul: Mengenal Perkumpulan Sanggar Seni Budaya ”Guyub Tresno” Yogyakarta
Editor: JHK








