Bertemu Sahabat Lama (oleh: J.Haryadi) – Persahabatan sejatinya mengedepankan empati, bukan sifat egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Sebaiknya kita juga mengembangkan sikap saling harga menghargai di antara sesama teman. Ketika kita mampu mengesampingkan kepentingan diri sendiri dan bersikap peduli terhadap sahabat kita maka akan terbuka bagi lestarinya sebuah persahabatan.
Dua tahun lalu, saya bertemu sahabat SMA. Tepatnya pada Rabu malam, 14 Agustus 2019. Kami jarang sekali bertemu, terutama sejak lulus SMA sekitar 34 tahun silam. Maklum, masing-masing memiliki aktivitas dan kesibukannya sendiri.
Pertemuan kami malam itu terjadi di Hotel Courtyard — eks Hotel Holliday Inn — di Jalan Ir. H.Juanda (Dago), Bandung. Sahabat saya sengaja datang dari Jakarta dan menginap di hotel tersebut, sementara saya sendiri memang tinggla di seputar Kota Bandung, tepatnya di daerah Cibaligo, Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat.

Singkat cerita, kami janjian ketemuan lepas magrib. Dengan rasa pede, saya meluncur dari rumah menuju Hotel Courtyard dengan mengandalkan ingatan saja. Perasaan saya lokasi Hotel tersebut berada di Dago atas. Ternyata saya keliru. Saya nyasar. Setelah bertanya dengan seseorang, barulah saya tahu kalau lokasinya ada di Dago bawah, tidak jauh dari perempatan Jalan Merdeka dan Jalan Laksamana Laut R.E. Martadibata atau biasa disebut Jalan Riau.
Tiba di lobi hotel sekitar pukul 08.10 WIB, saya langsung menghubungi teman via chat WhatsApp (WA). Sahabat saya segera membalasnya dan mengatakan bahwa dia sudah menunggu saya di cafe hotel. Saya bergegas ke sana setelah sebelumnya bertanya dengan petugas hotel.

Pertemuan saya dan sahabat semasa SMA ini berlangsung seru, meskipun cuma berdua. Kebetulan suasana cafe di Hotel Courtyard saat itu tidak begitu ramai sehingga cocok buat temu kangen seperti ini.
Sahabat yang saya temui ini namanya Martiansyah — saat itu dia bekerja sebagai Human Capital, Legal & GA Division Head of Astra Isuzu. Dia termasuk salah satu alumni SMAN 1 Kotabumi yang sukses dan berhasil menjadi salah satu petinggi di Astra.
Setelah bersalaman dan mengambil posisi duduk di bagian depan, kami memesan minuman dan makanan ringan. Saya memesan kopi hitam double expresso sedangkan sahabat saya memesan white coffee.

Kami berdua sama-sama senang bisa bertemu kembali. Bayangkan saja, selama 34 tahun berpisah, baru dua kali kami bertemu. Itu pun dalam suasana reuni yang dihadiri puluhan sahabat alumni SMA sehingga saat itu kami belum sempat ngobrol banyak. Jadi, hari ini merupakan pertemuan kami yang ketiga.
Seperti biasa, obrolan yang asyik dibahas pastilah tentang masa lalu, terutama kenangan saat masih menjadi pelajar SMA. Saat itu kami berdua seakan-akan masuk ke lorong waktu dan kembali ke masa lalu. Anda pasti tahu apa yang dibicarakan. Ya, pasti tak jauh dari kenakalan para remaja khas anak-anak SMA, termasuk dunia percintaan tentunya.

Saking asyiknya ngobrol, sajian musik yang mengiringi kami pun tidak begitu dihiraukan. Bahkan ketika Putri — vocalis Bizantium Band — menawarkan kami untuk ikut bernyanyi di panggung hampir kami hiraukan. Akhirnya kami cuma minta mereka membawakan lagu sweet memories agar suasana obrolan semakin seru.
Saya ikut bangga atas keberhasilan sahabat saya ini dalam karir dan rumah tangganya. Dia kini sedang berada di puncak karir. Secara materi hidupnya sudah berkecukupan. Memiliki seorang istri cantik yang menyayanginya, serta empat Anak laki dan perempuan yang sukses dalam studi mereka.
Anak sulungnya baru selesai studi S-2 kedokteran di Belanda. Anak keduanya juga sarjana dan sudah bekerja. Sementara anak ketiganya baru diterima di Fakultas Kedokteran Unpad, Bandung. Sementara si bungsu masih duduk di bangku SMA.
Obrolan kami berlangsung hangat dan akrab. Tak terasa hampir tiga jam berlalu. Sekitar pukul 23.00 WIB kami berpisah dengan membawa seribu kenangan. (J.Haryadi)
***
“Bertemu Sahabat Lama” oleh J.Haryadi
Editor: JHK








