Minat dan Bakat dalam Pendidikan
Dengan minat dan bakat, proses penyampaian materi pelajaran yang diberikan guru kepada siswa akan dengan mudah diserap.
“Minat dan Bakat dalam Pendidikan” oleh Poedianto – Sangat penting artinya minat dan bakat siswa dalam proses pendidikan. Drs. Muhammad Gufron, Guru Pendidikan Agama Islam di SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya mengungkapkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak lepas dari minat dan bakat siswa di dalam menimba ilmu di sekolah. Dengan minat dan bakat, proses penyampaian materi pelajaran yang diberikan guru kepada siswa akan dengan mudah diserap. Artinya pelajaran yang diikuti siswa sesuai dengan minat dan bakatnya.

“Siswa yang menyukai pelajaran agama akan bersemangat tatkala menerima pelajaran agama. Siswa yang menyukai pelajaran memasak, juga bersemangat ketika praktik memasak di dapur sekolah. Siswa yang suka pelajaran house kepping akan menyukai menata kamar. Kesemuanya pelajaran akan bisa berhasil apabila sesuai dengan minat dan bakat siswa,” papar Muhammad Gufron yang juga takmir Masjid An Nur Surabaya.
Hal yang sama, Gordon Dryden dan Jeannette, keduanya pakar pendidikan juga mengatakan pentingnya minat dan bakat siswa dalam pendidikan. Siswa ada yang berminat dan berbakat pada pelajaran menggambar, berhitung, olahraga, seni (musik, pahat, batik, dll), sejarah, pemerintahan, dan lainnya lagi.
Minat dan bakat siswa akan membuat siswa antusias belajar. Apabila sudah klop antara materi pelajaran dan minat bakat siswa maka akan timbul energi positif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian akan menghasilkan karsa dan karya yang pada gilirannya seusai menyelesaikan pendidikan di sekolah, kelulusannya disebut lulus siap pakai. Artinya siap menempati pekerjaan yang diharapkan oleh dunia usaha dan dunia industri. Namun, kalau toh ingin mandiri (usaha sendiri), juga akan mampu menjalankan usahanya dengan gampang karena memang sudah mumpuni, baik kualitas ilmu pengetahuan maupun mentalnya.

Prihartono, S. Pd, Guru Lukis di Sekolah Live Academy Surabaya (kursus lukis Gemata) juga menyoroti tentang minat dan bakat anak didiknya. Pelulis andal ini juga mencontohkan siswa yang berbakat dalam melukis. Guratan dan goresan-goresannya bisa berbentuk lukisan. Artinya goresan abstraknya sudah menunjukkan simbul-simbul lukisan. Soal warna itu bergantung selera pelukis. Jadi seorang pelukis harus bisa menjiwai karya lukisannya.

“Misal lukisan wanita menangis. Pelukis seyogyanya bisa menceritakan kesedihan wanita dalam lukisan tersebut. Jadi lukisan wanita menangis benar-benar hidup,” tutur Prihartono yang karya lukisannya lebih dari 300 buah. (Poedianto).
***
“Minat dan Bakat dalam Pendidikan” oleh: Poedianto
Editor: JHK
Penulis: Poedianto
Profil penulis:
Poedianto Sosok Guru Inspiratif. Pria kelahiran Surabaya, 18 Oktober 1959 yang akrab disapa Poedi ini selalu punya ide kreatif dalam memanfaatkan waktu luangnya. Terbukti ia mampu menciptakan 207 lagu Jawa di sela-sela kesibukannya mengajar materi Bahasa Jawa di sekolah tempatnya mengajar.
Alumni Program S1 Jurusan Sastra Universita PGRI Adi Buana Surabaya ini mengungkapkan, ”Semua lagu-lagu yang saya ciptakan ini hanya sebagai karya dasar saja. Namun, jika ada penyanyi yang berminat memakai lagu karya saya, tentu saya sangat senang. Mereka boleh menyanyikan lagu-lagu tersebut. Silahkan saja dilihat, semuanya sudah ada chanel YouTube saya.”
Selain suka menulis lagu, ternyata Poedi juga sangat mencintai tradisi leluhurnya. Ia sangat intens terhadap perkembangan seni tradisi seperti wayang kulit, ludruk, janger, ketoprak, keroncong, langgam, dan campur sari. Bukan hanya itu, ia juga sering menulis berbagai cerita rakyat, legenda, ephos, dan cerpen.
Menurut alumni Program Pascasarjana (S2) Konsentrasi SDM Ekonomi dari Universitas Mahardhika Surabaya ini, seni dan tradisi sebaiknya diajarkan di setiap jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar, menengah, sampai tingkat atas. Semua bidang seni wajib dipelajari, baik seni tari, seni musik, seni suara, karawitan, pedalangan, dan berbagai bidang seni lainnya.








