Berita (News)MiliterPratama Media NewsSosial

Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Dekati Rakyat di Perbatasan Melalui Budaya Gotong Royong

Salah satu bentuk bantuan yang dilakukan personel Yonif 742/SWY adalah membangun rumah adat yang dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat di sekitarnya.

Pratama Media News, Belu,  Nusa Tenggara TimurSatgas Pamtas Yonif 742/SWY dekati rakyat di perbatasan melalui budaya gotong royong. Hal tersebut dikemukakan oleh Komandan Yonif (Danyon) 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia – Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Sektor Timur

Pada Jumat (27/8/2021) hari ini, disela-sela kesibukannya di Mako Satgas Pamtas Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bayu Sigit memberikan apresiasi kepada personel pos jajarannya yang telah memanfaatkan Jumat bersih untuk membantu masyarakat di wilayah perbatasan. Salah satu bentuk bantuan yang dilakukan anak buahnya adalah membangun rumah adat yang dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat di sekitarnya.

Beberapa anggota pos dengan masyarakat terlihat bahu membahu bergotong royong seperti yang dilakukan oleh personel Pos Laktutus, Pos Salore, dan Pos Nananoe.  Mereka membantu pembangunan rumah adat, Pos Dafala, dan Pos Maubusa di tempat yang berbeda. Ada personel yang sedang bekerja membangun rumah, ada juga personel yang membangun tembok tebing sungai perbatasan di Dusun Motaain Desa Silawan.

Gotong royong
Ilustrasi: TNI dan masyarakat bergotong royong di daerah Belu, NTT (Sumber: Pratama Media News)

Menurut Bayu Sigit, gotong royong ini dilakukan selain melaksanakan program Jumat bersih, juga sebagai upaya pos untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut akan menimbulkan kedekatan, kebersamaan, dan keharmonisan antara TNI dan masyarakat setempat.

“Alhamdulillah sampai dengan masuk tujuh bulan kami di daerah perbatasan, tidak ada permasalahan yang menganjal antara masyarakat dengan personel pos. Bahkan, masyarakat meminta agar tidak ada pergantian personel di beberapa pos. Ini patut diapresiasi,” ungkap Danyon 742/SWY tersebut kepada awak media yang mewawancarainya.

TNI gotong royong
Ilustrasi: Personel Satgas Pamtas Yonif 742/SWY sedang gotong royong bersama rakyat di Belu, NTT (Sumber: Pratama Media News)

Selain itu, alumnus Akmil 2003 itu mengatakan bawah pihaknya juga masih berupaya membantu rehabilitas ataupun semenisasi rumah tidak layak huni, seperti yang dilakukan oleh personel Pos Turiscain Kipur II.

“Pos Turiscain sampai dengan saat ini sudah melakukan rehabilitas dan semenisasi rumah tidak layak huni sebanyak 5 unit rumah dan yang terakhir ini diperkirakan akan selesai akhir bulan ini,” ungkap Bayu Sigit.

Danyon 742/SWY kelahiran Bandung Jawa Barat tersebut menjelaskan bawah personel Pos Turiscain saat ini masih fokus mengerjakan finishing rehab rumah milik Tobias warga Dusun Airai Desa Maumutin, Kecamatan Raihat.

“Mohon doanya agar semua lancar dan cepat selesai sehingga bisa langsung digunakan oleh pemiliknya,” pungkas Bayu Sigit. (Ari)

***

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button