Fallacy Arteria dan Sanksi Amputasi
Fajar Budhi Wibowo, "Akibat fallacy Arteria ini, tidak menutup kemungkinan akan mengebiri karir orang-orang Sunda ke depan."
Fallacy Arteria dan Sanksi Amputasi – Pernyataan Arteria yang memunculkan istilah Sunda Empire dalam menggambarkan situasi pada institusi kejaksaan adalah bentuk fallacy appeal to emotional. Lontaran istilah Sunda Empire itu sebagai sesat pikir karena ada indikasi pemanipulasian logika. Seolah-olah ia membenarkan keadaan yang terucap adalah benar terjadi. Arteria mengandalkan pengaruh dan posisi, serta pikirannya untuk melakukan pembenaran.
Pernyataan yang terdengar, klarifikasi yang terucap memperlihatkan bahwa logikanya terintervensi oleh gejolak emosional yang tak terkendali sehingga meyakini apa yang menjadi pernyataannya “seolah-olah” suatu kebenaran.
Siapa sih yang menyematkan istilah Sunda Empire untuk menggambarkan keadaan yang terjadi pada institusi kejaksaan? Karena ungkapnya, Arteria sudah lama mendengar istilah ini. Berarti ada yang mengadu dan menyampaikan kepada beliau.
Berpotensi Ciptakan Phobia Sunda
Pada video rapat kerja Komisi III DPR RI yang beredar, ada hal yang menarik. Satu sisi beliau memuji Jaksa Agung dengan sanjungan manis dan kata sayang. Namun, sembari melakukan penyerangan pada orang-orang di institusi kejaksaan.
Sungguh hebat sekali. Mungkin harapannya, Jaksa Agung akan mengikuti apa yang menjadi aspirasinya. Dalam tayangan tersebut, Arteria seperti sedang menunjukkan kepiawaian dalam bersilat lidah dan bersandiwara.
Akibat fallacy Arteria ini, tidak menutup kemungkinan akan mengebiri karir orang-orang Sunda ke depan. Bahkan, mungkin institusi lain pun menjadi hati-hati pada orang-orang Sunda agar tidak mendominasi.
Dengan kejadian ini, jelas akan menimbulkan dampak yang luar biasa bila ada pembiaran. Untuk itu, sudah sewajarnya bila Arteria mendapatkan sanksi.
***
Judul: Fallacy Arteria dan Sanksi Amputasi
Penulis: Fajar Budhi Wibowo, M.Si.
Editor: JHK
Catatan: Artikel ini pernah dimuat di media online Sinergi News (sinerginews.co.id) dan telah mendapat izin untuk diposting ulang di Pratama Media News.
Sekilas tentang penulis

Penulis mempunyai nama lengkap Fajar Budhi Wibowo, M.Si., atau akrab disapa dengan sebutan Kang Fajar. Selain sibuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Fajar Bersinergi Wiraksara yang bergerak di bidang media online, ia juga aktif sebagai pendiri dan Koodinator Umum LSM Kompas (Lembaga Swadaya Masyarakat Koordinat Masyarakat Pejuang Aspirasi).
Kesibukan lain dari pria kelahiran Bandung, 29 April 1980 ini adalah sebagai Ketua Paguyuban Seni Budaya Sunda “Sanghyang Hawu” Kota Cimahi dan anggota Dewan Penasehat, Pakar, dan Pengawas (DP3) Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) yang berkedudukan di Kota Cimahi.
Kang Fajar menaruh minat yang besar dalam pengembangan seni budaya di Kota Cimahi. Menurutnya, Kota Cimahi memiliki berbagai macam potensi dalam bidang seni dan budaya.








