Sonya Fatmala Buka Pameran Gambar Bertajuk “Ar(t)sir” di Bale Seni Barli, Kotabaru Parahyangan
Pameran terbuka untuk umum dan berlangsung selama satu bulan yaitu sejak 27 Mei - 26 Juni 2022
Pratama Media News, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (28/05/2022) – Istri Plt. Bupati Kabupaten Bandung Barat, Sonya Fatmala membuka acara pameran gambar bertajuk “Ar(t)sir” di Bale Seni Barli, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat. Pembukaan pameran yang diikuti oleh 29 perupa tersebut berlangsung pada Jumat sore (27/05/2022) pukul 16.00 WIB.
Sebelum acara dimulai para peserta pameran dan tamu undangan sudah berdatangan memenuhi ruangan acara. Tampak pula hadir Ketua Yayasan Parahyangan Satya, Achmad Subagdja, Perupa dan Pendiri Klinik Rupa Dokter Rudolfo, R.E. Hartanto, Pelaksana Harian Bale Seni Barli sekaligus sebagai Ketua Panitia Pameran Gambar “Ar(t)sir”, Epi Gunawan, dan Istri Plt. Bupati Kabupaten Bandung Barat, Sonya Fatmala, dan para tamu undangan lainnya.
Sebelum acara sambutan, para tamu undangan disuguhi hiburan berupa musik jazz consert dengan menampilkan “Ringga Hardika Trio”. Penampilan para musisi muda yang anggotanya terdiri dari Ringga Hardika (contra bass/bas), Nico Horrison (piano), dan Arfan Gates (gitar) ini sangat menarik sehingga membuat para hadirin terhibur.

Ketiga musikus jazz “Ringga Hardika Trio” begitu piawai memainkan perangkat musik melalui jemari mereka. Tembang berjudul “Rindu Lukisan” karya sang maestro Ismail Marzuki pun segera bergema memenuhi ruangan berbentuk persegi panjang tersebut. Lagu yang dimainkan secara instrumental ini terdengar begitu pas dengan suasana acara yang sedang berlangsung.
Suguhan hiburan berikutnya adalah penampilan monolog berupa pembacaan salah satu puisi karya W.S. Rendra yang dibawakan oleh Indrasitas, seorang aktor dan sutradara dari Studiklub Teater Bandung.

Orasi Seni oleh R.E. Hartanto
Setelah sesi hiburan, acara dilanjutkan dengan penyampaian orasi seni yang disampaikan oleh R.E. Hartanto, lulusan Studio Seni Lukis, Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desan (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1998. Dalam orasinya Hartanto menjelaskan tentang riwayat kehidupan sang maestro lukis Indonesia Barli Sasmitawinata.

Menurut Hartanto, Barli itu pendidikannya klasik Eropa dan pernah bersekolah di Prancis, kemudian sekolah di Belanda. Saat di Amsterdam, Belanda, Barli pernah belajar selama setahun (1955-1956) di Rijksakademia van Beeldende Kunsten yang berdiri sejak 1870. Ini merupakan sebuah lembaga pendidikan bagi perupa dari seluruh dunia.
Pada 1957, Barli diminta mengajar di Jurusan Seni Rupa ITB yang saat itu masi di bawah Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat itu Barli sempat berselisih paham dengan Ries Mulder, pendiri Seni Rupa ITB. Ries Mulder adalah seorang pendidik yang menekankan prinsip-prinsip modernisme di kampusnya, sesuai dengan semangat zaman dunia seni rupa pada saat itu.
Di sisi lain, Barli tidak setuju dengan pandangan Ries Mulder. Menurut Barli, mahasiswa seni rupa harus mendapatkan pondasi keterampilan seni gambar secara klasik sebelum memeluk prinsip-prinsip modernisme. Pada perkembangannya, ITB menjadi tempat kelahiran Mazhab Bandung, episenter seni abstrak sebagai puncak seni modern di Indonesia.
Perselisihan antara Barli dan Ries Mulder semakin tajam dan keduanya tidak menemukan titik temu. Akhirnya setelah setahun mengajar, Barli keluar dari ITB dan mendirikan Sanggar Rangga Gempol yang selanjutnya bertansformasi menjadi Bale Seni Barli.

Pada bagian akhir orasinya, Hartanto mengajak penerus prinsip estetik Barli Sasmitawinata untuk hadir di pentas-pentas internasional, “Jangan hanya pameran di bandung, Jakarta, atau Yogyakarta. Bila selama ini Anda merasa sulit mendapatkan kesempatan pameran di pentas seni rupa kontemporer, abaikan saja. Lompati saja dunia seni rupa kontemporer Indonesia. Jangan hiraukan. Masih ada jalur-jalur yang menarik untuk hadir di pentas-pentas internasional, yaitu lewat jalur kompetisi.”
Sambutan Ketua Yayasan Parahyangan Satya
Usai orasi seni, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Yayasan Parahyangan Satya, Achmad Subagdja. Dalam sambutannya Achmad mengucapkan terima kasih kepada para panitia dan tamu undangan yang sudah hadir dalam acara tersebut. Meskipun menyebut dirinya tidak memiliki ilmu pengetahuan di bidang seni, tetapi menaruh minat terhadap seni, sekaligus sebagai penikmatnya.
Achmad juga berharap agar kegiatan yang dilakukan ini bukan hanya terbatas untuk tingkat kabupaten/kota. Namun dia berharap agar bisa berkiprah lebih jauh lagi sampai ke tingkat nasional maupun internasional.

“Saya bangga sekali melihat kegiatan yang ada sekarang ini karena ini tidak lain adalah sebuah tangga menuju kepada tangga-tangga berikutnya. Mudah-mudahan saja nanti akan menggema secara nasional maupun secara internasional dan siapa tahu nanti akan mengalahkan yang kontemporer,” ungkap Achmad dengan penuh optimis.
Ketua Yayasan Parahyangan Satya tersebut kembali mengucapkan selamat kepada panitia dan para peserta pameran. Achmad memberikan apresiasinya atas partisipasi mereka dalam mewujudkan pameran tersebut.
Sambutan Istri Plt. Bupati Kabupaten Bandung Barat
Dalam kata sambutannya Istri Plt. Bupati Bandung Barat, Sonya Fatmala mengatakan bahwa dirinya merasa senang bisa ikut andil dalam kegiatan pameran gambar bertajuk “Ar(t)sir” di Bale Seni Barli, Kota Baru Parahyangan setelah sebelumnya selama dua tahun tidak bisa melaksanakan kegiatan offline karena terkendala pandemi covid-19.
Sonya bercerita bahwa dia juga merupakan pelaku seni. Sejak kecil dirinya memiliki hobi menggambar dan mewarnai. Saat itu dia pernah mendapatkan prestasi sebagai juara untuk tingkat RT dan RW.
“Saya pernah mendapatkan prestasi, walau pun cuma tingkat RT dan tingkat RW, tetapi rasanya sudah membuat orang tua saya bangga,” ungkap istri Plt. Bupati Kabupaten Bandung Barat itu sambil tersenyum.
Sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sonya mulai memasuki dunia akting. Hal tersebut terus ditekuninya sampai menikah dengan suaminya yang sekarang, Hengky Kurniawan. Namun, setelah suaminya menjadi pejabat penting di Kabupaten Bandung Barat, semuanya ditinggalkannya. Namun, kecintaannya terhadap seni luar biasa dan tidak diragukan lagi.

“Saya dan Pak Hengky yang sama-sama dari dunia seni harapannya tidak ingin darah seni ini berhenti hanya pada saya dan suami. Rasanya darah seni ini tentu anak cucu kita nanti harus merasakan karena seni ini merupakan suatu hal yang penting sekali menurut saya. Anak-anak harus bisa menggambar, mengarsir, mencoret-coret atau hanya sekedar mewarnai yang mungkin gambarnya belum kita ketahui, tapi itu adalah suatu ungkapan ekspresi yang nantinya ada artinya,” ungkap Sonya penuh semangat.
Berkaitan dengan pelaksanaan pameran menggambar yang diadakan oleh Bale Seni Barli bekerja sama dengan Forum Drawing Indonesia selama satu bulan penuh (27 Mei – 26 Juni 2022), Sonya berharap semuanya berjalan lancar dan dia berharap Kabupaten Bandung Barat bisa menggali potensi seni dari pelaku seni lainnya yang mungkin belum tercium karyanya oleh para perupa yang sudah memiliki karya yang luar biasa.
“Kabupaten Bandung Barat ini memiliki anugerah berupa sumber daya alam yang indah sekali. Saya yakin terutama indahnya, cantiknya alam di Bandung Barat itu bisa dijadikan karya yang luar biasa oleh Bapak/Ibu semuanya yang mungkin nantinya bisa menjadi buah rupiah yang juga cukup berharga untuk para pelaku seni,” tambah Sonya dengan serius.
Istri Plt. Bupati Kabupaten Bandung Barat tersebut juga berharap agar Bale Seni Barli bisa menjadi wadah untuk para pelaku seni, baik itu anak-anak, remaja, maupun orang dewasa untuk berkarya. Sonya berharap agar para perupa bisa membimbing mereka yang telah mengikuti les menggambar agar tidak hanya sekadar menyalurkan hobi, tetapi juga bisa berprestasi dan mengikuti berbagai lomba menggambar sehingga bisa mengharumkan nama Kabupaten Bandung Barat.
“Sayang sekali kalau hobi yang luar biasa ini tidak ditampilkan pada kompetisi di tingkat nasional sehingga akhirnya kita bersama-sama dapat meraih prestasi,” pungkas Sonya.
Penyerahan Hadiah Lukisan, Foto Bersama, dan Apresiasi Karya
Setelah menyampaikan kata sambutannya, Istri Plt. Bupati Kabupaten Bandung Barat bersama Ketua Yayasan Parahyangan Satya berkenan menaburkan serbuk berwarna hitam ke sebuah sketsa gambar yang tampaknya belum selesai karya Epi Gunawan. Sketsa gambar tersebut lalu disiram dengan serbuk berwarna hitam oleh Sonya dan Achmad.

Sontak serbuk hitam tersebut langsung menempel ke sketsa gambar yang berada dalam pigura. Kemudian pigura tersebut dibalik oleh Epi Gunawan dan tampaklah dalam pigura tersebut sosok wajah Istri Plt. Bupati Kabupaten Bandung Barat tersebut dalam balutan jilbab berwarna hitam. Penonton pun dibuat sureprise dengan adegan tersebut.
Prosesi acara selanjutnya adalah foto bersama. Pembawa acara mengajak semua peserta pameran gambar bertajuk “Ar(t)sir” di Bale Seni Barli untuk foto bersama Istri Plt. Bupati Kabupaten Bandung Barat. Semua peserta tampak berkumpul dengan gembira dan para juru foto pun segera mengabadikan adegan tersebut sebagai bahan dokumentasi.

Sebelum acara seremoni selesai, salah seorang peserta pameran yaitu Moh. Sobirin (alumni FSRD ITB dan anggota kelompok perupa Seni Tatar Parahyangan) memberikan cindera mata berupa sebuah lukisan kepada Istri Plt. Bupati Kabupaten Bandung Barat. Lukisan pun segera dibuka oleh Sonya dan ternyata objeknya berupa siluet seorang penari balet wanita yang indah.

Acara formal pun selesai, Sonya dan semua hadirin kemudian menuju ruang pameran yang terletak tidak jauh dari lokasi acara pembukaan. Dia begitu antusias memperhatikan semua karya yang ada di sana. Satu persatu karya para perupa tersebut dikunjunginya sambil berdialog dengan mereka.



Sebanyak 29 karya perupa terpajang di dinding ruang pamer dengan ukuran yang beragam. Beberapa karya perupa yang dipamerkan di antaranya hasil karya Epi Gunawan, Moh. Sobirin, Rendra Santana, John R. Sumule, M. Abdan, Hamdani, dan M. Noor.



Istri Plt. Bupati Kabupaten Bandung Barat Hengky Kurniawan tersebut begitu ramah ketika berbincang-bincang dengan perupa yang ditemuinya. Sesekali dia juga melayani orang yang ingin berfoto dengannya. Semua dilayani dengan sabar seolah tanpa lelah disertai dengan senyum manis selalu menghiasi wajahnya yang cantik. (JH)
***
Editor: JHK








