Gihon, Bintang Muda dari Yogyakarta: Mengukir Nama Indonesia di Panggung Olimpiade Sains Dunia
PRATAMA MEDIA NEWS (PMN), Selasa (31/03/2026) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang Olimpiade Internasional STEMCO SAINS 2026 yang diselenggarakan di Singapura pada 28–30 Maret 2026, delegasi Indonesia sukses meraih predikat Juara Umum, mengungguli puluhan negara peserta lainnya.
Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh sekitar 46 negara pada tahap Preliminary Round. Setelah melalui seleksi ketat, hanya 300 peserta dari 11 negara yang berhasil melaju ke babak Global Round. Indonesia sendiri mengirimkan 71 peserta terbaiknya, yang berasal dari berbagai daerah dan jenjang pendidikan.
Hasilnya sungguh membanggakan. Para pelajar Indonesia berhasil meraih 6 gelar Absolute Champion dari total 14 kategori yang diperlombakan. Capaian ini tidak hanya menegaskan kualitas akademik pelajar Indonesia, tetapi juga menunjukkan daya saing yang semakin kuat di bidang sains pada tingkat global.
Keikutsertaan Indonesia dalam ajang ini dikoordinasikan oleh STEMCO Indonesia yang berada di bawah naungan Abak Academy, sebagai mitra resmi STEMCO Global. STEMCO sendiri merupakan kompetisi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang fokus pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk siswa sekolah dasar hingga menengah atas. Materi yang diujikan meliputi sains dasar untuk kelas I–VIII, serta Fisika, Kimia, dan Biologi untuk jenjang kelas IX–XII.
Beberapa nama pelajar Indonesia yang berhasil meraih Gold Medal sekaligus Absolute Champion antara lain Jourell Anderz Ho dari SD Kalam Kudus Bali, Kirana Moelya Briliani dari SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta, Rafa Hafidz Wimbardi dari SMP Negeri 27 Jakarta Timur, Sulthan Akillica Dunyev dari SMP Progresif Bumi Shalawat, Sulthan Maulana Akbar Nasution dari SMA Labschool Kebayoran, serta Timothy Evan Widarsono dari SMAK St. Louis 1 Surabaya.
Namun, di balik deretan nama gemilang tersebut, terselip satu sosok muda yang tak kalah inspiratif: Yahuda Andronnikus Gihon Siregar atau yang akrab disapa Gihon. Siswa kelas 5 SD Pangudi Luhur Yogyakarta ini menjadi salah satu representasi semangat juang pelajar Indonesia yang patut diperhitungkan.

Putra ketiga dari pasangan Rikardo Parlindungan Siregar dan Jariyani ini menunjukkan perkembangan prestasi yang konsisten. Pada babak penyisihan STEMCO 2026, Gihon berhasil meraih medali Bronze. Meski belum berada di puncak, semangatnya tidak surut. Justru di babak final, ia mampu meningkatkan performanya dan meraih Honorable Mention atau Juara Harapan 1—sebuah pencapaian yang menunjukkan ketangguhan mental dan kemampuan adaptasi yang luar biasa.
Prestasi Gihon di tahun ini bukanlah yang pertama. Pada tahun 2025, ia juga telah mengharumkan nama Indonesia dalam ajang International Equilibrium Science Olympiad (IESO) yang digelar di Cebu, Filipina pada 19–22 September 2025. Kompetisi tersebut diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai negara, baik secara langsung maupun daring, termasuk dari kawasan Asia hingga Australia.

Dalam ajang tersebut, Gihon berhasil meraih dua penghargaan sekaligus: Gold Medal dan Top Star Award sebagai peserta dengan nilai terbaik di level Primary 4. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa potensi anak-anak Indonesia mampu bersaing di level internasional, bahkan sejak usia dini.
Menurut berbagai laporan dari lembaga pendidikan internasional, kompetisi seperti STEMCO dan IESO menjadi ajang penting dalam mengukur kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta pemecahan masalah siswa di bidang sains. Selain itu, partisipasi dalam kompetisi global juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri serta membuka wawasan pelajar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
Keberhasilan Gihon dan rekan-rekannya menjadi refleksi dari pentingnya dukungan lingkungan, baik keluarga maupun sekolah, dalam membina potensi anak. Di tengah arus globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, pendidikan berbasis sains dan teknologi menjadi kunci dalam mencetak generasi unggul di masa depan.
Kisah Gihon adalah kisah tentang ketekunan, kerja keras, dan mimpi yang dirawat sejak dini. Dari ruang kelas sederhana di Yogyakarta hingga panggung internasional, ia telah membuktikan bahwa usia bukanlah batas untuk berprestasi.
Indonesia boleh berbangga. Di tangan generasi muda seperti Gihon, masa depan bangsa tampak semakin cerah—penuh harapan dan prestasi yang mendunia.
***
Judul: Gihon, Bintang Muda dari Yogyakarta: Mengukir Nama Indonesia di Panggung Olimpiade Sains Dunia
Jurnalis: Jehaka
Editor: JHK








