Catatan Pertandingan Sepakbola Persahabatan Antara Tim Alumni Unpad dan Tim Unit Sepakbola Unpad (USBU) pada Momen HUTRI ke-77
Pertandingan memperebutkan gelar "Pang Seriusna", "Pang Gayana", dan "Pang Bodorna" berlangsung seru di Stadion Jati Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang
Pratama Media News, Kota Bandung – Jawa Barat, Kamis (25/08/2022) – Tepat pada Rabu, 17 Agustus 2022 yang lalu diadakan pertandingan sepakbola antara alumni dan tim dari Unit Sepakbola UNPAD (USBU) di Stadion Jati Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. Acara yang dilakukan mulai pukul 14.00 WIB berlangsung ramai hingga sore hari.
Pratama Media News (PMN) mendapat undangan dari BaKAU (Barudak Kreatif UNPAD) sebagai penyelenggara kegiatan untuk menonton acara mengbal alumni bersama mahasiswa merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77. Mengbal adalah bahasa Sunda untuk main bola.
Pertandingan berlangsung seru dengan melibatkan lima tim sepakbola yang terdiri dari: alumni USBU, mahasiswa aktif anggota USBU, ALPADS (Alumni UNPAD Soccer) Dewasa, ALPADS Muda dan Manchastra dari alumni Sastra UNPAD.

pada Momen HUTRI ke-77 di Jatinangor, Sumedang – (Sumber: Official pertandingan)

Masing-masing tim rerata membawa 20 pemain. Sistem pertandingan full kompetisi dengan waktu bermain sekali tanding 30 menit. Kompetisi sehari selesai ini tidak bertujuan mencari juara, tetapi panitia menyediakan tiga macam piala sebagai hiburan.
Mega Irawana sebagai panitia dari BaKAU menyatakan bahwa kegiatan olahraga pada Hari Kemerdekaan itu tidak untuk mencari pemenang.


“Acara kemarin itu kita tidak mencari juara. Kita menjalin silaturahmi dan sebagai ajang temu kangen,” jelasnya pada PMN melalui grup Whatsaap pada Rabu (24/08/2022) petang.
Ada tiga piala yang unik yang disediakan panitia, lanjut Mega, yaitu piala: 1. Pang Seriusna atau paling serius diberikan pada USBU; 2. Pang Gayana atau paling bergaya diberikan pada Manchastra, dan; 3. Pang Bodorna atau yang paling lucu diberikan pada Alpads.

Kemeriahan acara bertambah dengan kehadiran penonton.yang merupakan keluarga pemain dan keluarga alumni seperti PMN dengan dua anaknya. Usia yang hadir di Stadion cukup beragam mulia dari bayi, balita, anak-anak remaja hingga mahasiswa dan dewasa dari kalangan alumni. Sekitar 150 orang hadir di Stadion Jati mengikuti acara yang penuh canda tawa.
Keseruan lebih banyak terjadi karena gol yang tidak kunjung terjadi padahal bola sudah melewati garis gawang dan kiper juga tidak mengambil bola karena bola melesat melalui tiang gawang ke belakang lapangan.

Kemungkinan besar faktor usia yang menjadi pertaruhan di situ. Para pemain muda cukup terampil dan gesit dalam mengolah bola pun para pemain berusia setengah baya. Untungnya batasan waktu yang cukup singkat bisa membuat para senior bisa menarik napas panjang usai pertandingan.
Para penonton yang terdiri dari para pemain juga keluarga alumni ikut memeriahkan acara itu dengan memberikan dukungan pada jagoannya masing-masing.


PMN yang juga alumni UNPAD dari Fakultas Ilmu Komunikasi membawa serta kedua anaknya menonton. Sambil bercengkrama dengan anak lainnya, mereka bisa ikut bermain bola di pinggir lapang dan area belakang gawang.
Lapangan sepakbola di stadion Jati Padjadjaran sudah berbeda sangat jauh dengan ketika PMN kuliah masa 1995 hingga 2000. Selama 22 tahun berselang banyak perubahan yang terjadi.
Dahana Jati Raharja (8) sulung putera dari PMN asyik bertanya ini itu soal perubahan yang ada.
“Bu, dulu sudah ada lampu stadion?”


“Seingat ibu belum atau saat itu belum memperhatikan karena kalau lewat lapangan bola selalu siang hari, berangkat atau pulang. Jadi lampu pasti tidak menyala, jika sudah ada saat itu ya,” jelas PMN.
“Yang paling kentara adalah tembok dinding batas stadion. Dulu belum ada, juga pepohonan rindang di tepi luar area yang beken disebut Fast food dibaca paspud UNPAD. Pas pudunan atau pas turunan UNPAD jika arah pulang,” lanjut PMN menjelaskan.
Melihat anak-anak bisa bermain bola di lapangan bola sesungguhnya adalah hal istimewa lain yang bisa didapat, sore itu. Dahana bersama kakak perempuannya bergantian mengoper bola di belakang gawang. Bahkan, ia sempat berlari mengelilingi stadion satu putaran penuh di sisi luar di mana ada jalur pejalan kaki bisa untuk lintasan lari.
Sayang walau PMN tidak menyaksikan acara mengbal hingga selesai karena mengejar Kereta KRD Bandung Raya untuk pulang ke Cimahi agar tidak kemalaman, tapi suasana meriah penuh kekeluargaan. (Imas Nurhayati/Pratama Media News)
***
Judul: Catatan Pertandingan Sepakbola Persahabatan Antara Tim Alumni Unpad dan Tim Unit Sepakbola Unpad (USBU) pada Momen HUTRI ke-77
Penulis: Imas Nurhayati
Editor: JHK









