ArtikelOpiniPemerintahanPratama Media News

Mencermati Tendangan Politik Presiden RI Joko Widodo

Presiden RI Joko Widodo secara resmi telah melakukan reshuffle kabinet untuk ketiga kalinya pada periode kedua pemerintahannya

Mencermati Tendangan Politik Presiden RI Joko Widodo – Hanya berselang beberapa jam yang lalu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah melakukan reshuffle kabinet untuk ketiga kalinya pada periode kedua pemerintahannya. Ada beberapa menteri dan wakil menteri (wamen) yang diganti dan  ̶ sebelumnya kosong  ̶  diisi dengan wajah baru.

Menariknya, dalam reshuffle kali ini bukan hanya karena munculnya menteri baru dari partai yang sebelumnya tidak terakomodir dalam jajaran kementerian, yakni Zulkifli Hasan dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang menggantikan Muhammad Luthfi sebagai Menteri Perdagangan, serta diposisi Wamenaker yang diisi Arfiansyah Noor dari Partai Bulan Bintang (PBB), melainkan pula menjadi lebih menarik lagi ketika menteri yang diganti oleh Jokowi kali ini adalah mereka yang selama ini dianggap oleh banyak kalangan telah membuat resahnya masyarakat luas.

Pertama, kita semua tahu kelangkaan dan melonjaknya kenaikan harga minyak goreng beberapa waktu lalu yang hingga detik ini pun sepertinya hal itu masih belum dapat dituntaskan juga seluruhnya oleh Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi, adalah karena telah terjadinya monopoli perdagangan yang dilakukan oleh Mafia Minyak Goreng. Celakanya di Gedung DPR, Muhammad Luthfi saat itu malah berterus terang bahwa ia tak sanggup melawan para mafia itu.

Upacara pengambilan sumpah jabatan menteri/wakil menteri baru kabinet
Upacara pengambilan sumpah jabatan menteri/wakil menteri baru Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu, 15 Juni 2022 – (Sumber: YouTube/Kompas)

Kedua, persoalan sengketa pengelolaan dan kepemilikan hak atas tanah merupakan persoalan purba yang hingga kini masih menyisakan banyak masalah, meskipun Jokowi telah membuat langkah-langkah strategis untuk meminimalisir kasus itu, di antaranya adalah pembagian sertifikat kepemilikan tanah secara masif dan gratis pada rakyat. Akan tetapi, nampaknya hal itu tidak sebangun dengan apa yang dilakukan oleh Menteri Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil.

Kasus demi kasus pencaplokan tanah rakyat oleh individu atau oleh perusahaan tertentu, terus menerus masih terjadi dan beberapa pejabat atau pegawai di BPN banyak yang terlibat kasus mafia tanah yang bekerja sama dengan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Oleh karena itu sangat wajar jika Jokowi sudah lama geram dan pada waktu yang tepat yaitu hari ini, Rabu (15/06/2022), Jokowi memberikan tendangan politik mematikan pada kedua menteri itu.

Muhammad Luthfi dan Sofyan Djalil pun dilempar keluar istana, lalu diganti dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan, serta Mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto. Dari sinilah kita dapat melihat dan menyaksikan, betapa Jokowi tidak pernah mau main-main dengan para pembantunya yang tidak serius dan tidak cakap bekerja.

Last but not liest dengan masuknya Hadi Tjahjanto di dalam jajaran kementerian Pemerintahan Jokowi kali ini, berarti semakin menambah banyaknya jumlah Jenderal TNI purnawirawan bintang empat dan mantan Panglima TNI yang akan membentengi kepemimpinan nasional Jokowi. Ada Wiranto yang menjadi Watimpres, ada Moeldoko yang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, dan lain-lain.

Wuih, semakin kokoh rasanya Pemerintahan Jokowi mendatang dan semakin frustasilah para makelar pengusung khilafah anti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.

Selamat bekerja para Menteri dan Wamen terbaru. Semoga dapat memberikan manfaat untuk kemajuan Indonesia ke depan, meskipun jujur saya agak ragu dengan kemampuan dan keseriusan kerja menteri baru yang diangkat dari Partai Amanat Nasional (PAN). Wajar kan jika kita pelajari track record-nya.

***

Editor: JHK

Tentang Penulis

SHE
Saiful Huda EMS (SHE), Advokat/Pengacara – (Sumber: Facebook)

Saiful Huda EMS pernah belajar di Berliner Sprache Institut (BSI), Hartnack Schuler Berlin, Studien College Potsdam Universitaet, FU Berlin Germany and Islamic University Bandung, Indonesia. Ia juga pernah belajar di SMP-SMA A. Wahid Hasyim, Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Saat ini Saiful bekerja di kantor miliknya yaitu “Saiful Huda & Patners – Advocate – Legal Consultants”. Selain itu ia juga bekerja sebagai Lawyer Detective and Investigator “Saiful Huda & Patners”.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button