Berita (News)Pratama Media NewsSosial

Kampung Sukamanah Kabupaten Garut Dilanda Krisis Air

Ketua RW 02, RT 10, Kampung Sukamanah, Bapak Oneng menjelaskan, selama musim kemarau pihaknya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah desa

PRATAMA MEDIA NEWS (PMN), Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (28/12/2023) – Musim kemarau yang panjang selama ini telah menyebabkan terjadinya krisis air bersih di Kampung Sukamanah, Desa Cihuni, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut tentu saja menyulitkan warga yang sangat membutuhkannya karena air merupakan kebutuhan vital masyarakat.

Menurut Ketua RW 02, RT 10, Kampung Sukamanah, Bapak Oneng, ia bersama warga sekitarnya secara bergotong royong memfungsikan kembali tempat penampungan air berupa bak berukuran besar bekas pemberian pemerintah yang sudah terbengkalai sejak 19 tahun lalu. Mereka mengisi bak besar tersebut dengan cara mengalirkan air dari sumur bor yang ada di atas pemukiman warga dengan menggunakan mesin pompa air.

“Kami menampung air di PAM besar (red: maksudnya bak/tong, karena masyarakat setempat biasa menyebutnya bak/tong dengan sebuatn PAM) yang dialirkan menggunakan solar (red: maksudnya pompa air yang menggunakan bahan bakar solar) dari sumur bor dengan modal patungan dari masyarakat Sukamanah,” ungkap Pak Oneng kepada awak Pratama Media News.

Kantor Kepala Desa Cihuni Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut
Kantor Kepala Desa Cihuni Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut – (Sumber: isolapos.com)

Pak Oneng menambahkan bahwa dalam mengumpulkan uang dari masyarakat tidak ada paksaaan, tapi seikhlasnya saja sesuai dengan kemampuan mereka. Ada yang menyumbang Rp 3000 atau Rp 5000, tetapi ada juga yang menyumbang tidak berupa uang, misalnya berupa solar.

“Sehari itu pendapatan cuma Rp 30 ribu atau Rp 40 ribu. Kalau diperhitungkan sih tidak ada untungnya, tapi gak apa-apa asal Masyarakat dapat air bersih saat kemarau,” ungkap Pak Oneng dengan nada prihatin.

Pak Oneng menjelaskan, selama  musim kemarau pihaknya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah desa. Hal ini tentu saja membuat pihaknya dan masyarakat setempat kecewa.

Masyarakat Kampung Sukamanah, Desa Cihuni Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut sedang mengambil air bersih di bak penampungan - (Sumber: Iis Aisyah/PMN)
Masyarakat Kampung Sukamanah, Desa Cihuni Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut sedang mengambil air bersih di bak penampungan – (Sumber: Iis Aisyah/PMN)

“Sudah berkali-kali saya ke sana, tetap saja tidak dikasih. Baik itu membantu memfasilitasi atau pun mencairkan anggaran,” ungkap Pak Oneng dengan nada miris.

Pada November 2023 kemarin, ada warga yang memberi bantuan listrik 4.600 Watt. Namun, hal tersebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan daya listrik karena kebutuhan untuk mengalirkan air dari sumur bor ke bak/tong besar di Kampung Sukamanah tersebut sebesar 10.600 Watt.

“Harapan saya ke depannya semoga pemerintah memfasilitasi listrik agar air bisa langsung mengalir ke rumah masing masing warga dan cukup membayarnya perbulan, sehingga tidak susah bulak-balik mengangkut ke rumah masing-masing,” pungkas Pak Oneng.

Saat ini meski sudah memasuki musim hujan sebagian warga tetap mengantri untuk mengambil air bersih karena sumur-sumur yang ada di rumah mereka mengering sebagai akibat kemarau panjang.  (Iis Aisyah/PMN).

***

Judul: Kampung Sukamanah Kabupaten Garut Dilanda Krisis Air
Kontributor: Iis Aisyah
Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button