30 Menit Bersama Mas Ibos
Bagi Mas Ibos, Kotabumi merupakan tempat yang banyak sekali menyimpan kenangan indah.
30 Menit Bersama Mas Ibos – Di tengah kesibukan dan aktivitas sehari-hari, siapa pun dan apa pun pekerjaan kita, tentunya selalu dihadapkan pada tugas dan tanggung jawab. Waktu berkumpul bersama keluarga tentunya sangatlah terbatas, terlebih dengan teman-teman atau saudara-saudara yang berdomisili dilain kota.
Tuntutan sebagai abdi negara mengharuskan kita dapat bekerja dengan hasil yang baik. Belum lagi dengan target pekerjaan yang harus tercapai. Terkadang kita lupa jika kita punya kewajiban untuk dapat membina silaturahmi dengan siapa pun. Ditengah kesibukan itulah, dengan waktu yang ada, kita bisa menggunakannya dengan sebaik-baiknya.
Dibalik itu semua, terkadang banyak hal terjadi di luar nalar manusia. Jika Tuhan sudah berkehendak maka semua bisa saja terjadi.
Pada Sabtu, 2 Juli 2022, Mas Ibos, panggilan akrab kami, sedang menjalani kegiatan Snorkeling ̶ aktivitas menyelam dengan kedalaman 2-5 meter ̶ bersama rekan-kerja di Pulau Pahawang, Bandar Lampung. Tentunya momen ini dipergunakannya juga untuk berkunjung ke Kotabumi karena kota yang berjarak 110 Km ini dapat ditempuh hanya dalam waktu tempuh antara 2 jam – 2,5 jam saja.

Walaupun harus memisahkan diri dari rekan-rekannya sehubungan ada acara di Pulau Pahawang yang berlangsung hingga Minggu sore, Mas Ibos dengan penuh semangat akhirnya sampai juga ke Kotabumi dengan menggunakan bis angkutan umum.
Pada Minggu, 3 Juli 2022 kami mengadakan pertemuan di sebuah rumah makan sate yang cukup ramai pengunjungnya. Selain sate, di sana ada juga tongseng yang memiliki cita rasa sangat nikmat. Rumah makan ini berada di Jalan Pelangi, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.
Pertemuan singkat kami hanya berlangsung sekitar 30 menit. Rasanya ini terlalu cepat dan belum bisa mengobati rasa kangen. Namun, dikarenakan harus kembali ke Jakarta dan kebetulan jadwal bis Kotabumi-Jakarta hanya ada pada waktu sore maka dengan berat hati Mas Ibos harus berpamitan pulang kembali ke Jakarta.

Sosok Bos Achmad sangatlah ceria, berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas sehari-hari. Pada 2002, Kotabumi merupakan penempatan pertamanya bekerja sebagai pegawai di Direktorat Jenderal Pajak. Kami sempat bergaul bersama selama tiga tahun menjalankan tugas sebagai abdi negara. Akhirnya pada 2005 kami berpisah karena Mas Ibos dimutasi pindah ke Kota Bandung.
Rekam jejak karir Mas Ibos adalah: 2002 – 2005 berdinas di Kotabumi; 2005-2007 berdinas di Kota Bandung; 2007-2011 berdinas di Cianjur; 2011- 2013 berdinas di Kota Banda Aceh; 2013-2016 berdinas di Tanjung Karang (Bandar Lampung); 2016-2019 berdinas di Kebayoran Baru, Jakarta, dan; 2019 sampai sekarang berdinas di Pasar Minggu, Jakarta.
Kami masih rajin berkomunikasi melalui telepon ataupun media sosial dengan berkirim cerita, foto/gambar atau cuma sekadar membagikan tulisan ringan yang bermanfaat. Semua kami lakukan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan agar kiranya silaturahmi tetap terjaga.
Saat ini Mas Ibos atau Bos Achmad menggemban tugas di Ibu Kota Jakarta, tepatnya di daerah Jakarta Selatan. Tentunya kota ini bukanlah tempat asing baginya karena di sini merupakan daerah kelahirannya. Bahkan, pedidikan dasar sampai perguruan tinggi pun pernah dialaminya di kota ini.
Bagi Mas Ibos, Kotabumi merupakan tempat yang banyak sekali menyimpan kenangan indah. Dia merasa memiliki rekan-rekan kerja yang ramah dan memiliki loyalitas tinggi dalam bekerja. Menurutnya, rasa persaudaraan yang sudah begitu kental telah terpatri di dalam dadanya karena dia merasa antara pegawai satu dengan lainnya bekerja dengan kompak dan saling membutuhkan. Wajar saja kalau setelah 20 tahun berpisah, timbul keinginannya untuk bertemu dengan rekan-rekannya dan selalu mendambakan ingin melihat Kotabumi secara langsung.
Tak ada yang bisa di bawa dari Kotabumi selain doa dari kami, rekan lamanya. Di mana pun dia bertugas di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta ini, semoga saja bisa lebih baik dan lebih sukses dalam meniti karir.
Semoga Allah SWT memberikan kita semua kesempatan dan kemudahan untuk dapat bertemu kembali. Amin. (Ispandi Sidi Surya).
***
Judul: 30 Menit Bersama Mas Ibos
Penulis: Ispandi Sidi Surya
Editor: JHK
Profil penulis:

Ispandi Sidi Surya adalah seorang putra seorang pensiunan TNI Angkatan Darat yang memiliki hobi traveling, membaca, dan menulis. Berbagai jenis tulisan disukainya, baik itu tulisan berupa artikel, berita, maupun tulisan fiksi seperti cerpen dan puisi.
Saat ini Ispandi bekerja di sebuah kantor dengan jadwal kerja yang cukup padat. Namun, disela-sela tugasnya masih disempatkannya menulis.
Selain itu, anak kolong ini juga ikut dalam sebuah komunitas bernama BARAK (Barisan Anak Kolong). Komunitas ini anggotanya terdiri dari anak-anak pensiunan TNI AD yang pernah menghuni barak militer di asrama KOMPI, Kabupaten Lampung Utara.







