ArtikelCerpenKesehatanPratama Media News

Tanam atau Makan Daun Kelor

Manfaatnya banyak sekali bagi manusia

Tanam atau Makan Daun Kelor – Dunia memang tak selebar daun kelor. Wong daun kelor itu kecil-kecil. Maksimal panjangnya 3 Cm dan lebarnya 1 Cm. Kalau pun lebih, ya sedikit. Namun, sebaiknya jangan sepelekan tanaman ini.

Seorang teman di Jakarta bercerita. Dia sedang mencari dan mau membeli bibit tanaman kelor. Kuberitahu dia, di rumahku  ̶  di Jogja, tanaman kelor ini banyak. Malah di halaman belakang itu nyaris tak terurus.

“Kalau Kamu sabar, tidak usah beli. Nanti kubawakan bibitnya kalau aku pulang Jogja,” kataku padanya.

Dua minggu kemudian aku ke Jakarta lagi. Kubawa serta beberapa potong batang tanaman kelor. Masing-masing panjangnya sekitar 15 Cm. Ada yang sudah tumbuh akar, ada yang belum.

“Tanam di pot. Jaga kelembaban tanahnya dan jangan terlalu basah,” pesanku padanya.

Kenapa tak kusuruh menanam langsung di tanah? Karena aku tahu tanah di tempat tinggalnya tak tersisa lagi di halamannya. Semua sudah diplester atau disemen permukaannya. Parah dah! Mau bilang apa lagi?

Tidak sampai tiga minggu kemudian aku memperoleh kabar dari temanku itu. Dia melapor, tanaman kelornya tumbuh subur. Sudah berdaun banyak. Dikirimnya bukti fotonya.

Pohon kelor baru tumbuh
Pohon kelor yang baru tumbuh dengan subur di rumah temanku (Sumber: Yusuf Iskandar)

Sejujurnya aku surprise. Bisa tumbuh cepat sekali, sedangkan aku menanam di halaman rumahku tumbuhnya tak secepat itu.

Surprise. Cepet banget tumbuhnya,” ujarku padanya

“Iya. Kan setiap hari kurawat sambil kuajak ngomong. Jadi dia senang,” jawab temanku dengan nada riang.

“Aah… Itu dia. Smart. Tumbuhan juga memiliki ruh kehidupan. Dia bisa bahagia, bisa juga nelangsa. Dari aura yang terpancar di sekeliling kehidupannya,” balasku lagi.

Tak beda dengan sesama manusia atau hewan piaraan. Jika tingkat kenyamanan, ketenteraman, dan kebahagiaan hatinya atau perasaannya terjaga maka dia akan menjadi bagian keceriaan hidup kita. Cara berpikir dan berperasaan tanaman tentu berbeda. Namun, naluri dan karakter alamiah bertumbuhnya dipengaruhi oleh aura di sekelilingnya. Boleh tidak percaya dengan gagasan ini. Namun jika ada kesempatan, cobalah membuktikannya sendiri. Bahkan, benda mati pun sesungguhnya memiliki auranya sendiri. Apalagi mahluk hidup.

Manfaat daun kelor
Manfaat daun kelor bagi kesehatan (Sumber: kelor-karangmojo.desa.id)

Sunatullah  ̶  hukum ketetapan Allah  ̶  akan berlaku abadi. Alam (atau benda apapun) akan merespon dan memberi reaksi atas aksi yang kita lakukan. Tak selalu bersifat fisik material yang kasat mata. Gelombang energi cinta yang kita keluarkan terhadap alam (tumbuhan maupun benda apapun) tak akan musnah, melainkan akan kekal dan berbalik menjadi gelombang energi yang sama yang dipancarkan dengan cara dan medium berbeda.

Ya, seperti bibit batang tanaman kelor itu. Batang yang ditanamkan lalu dijaga dan dirawat. Kemudian ada energi cinta yang ditebar dengan cara mengajak berinteraksi saban hari, akan direspon oleh mahluk bernama tanaman kelor dengan energi bertumbuh suburnya. Maka, berhati-hatilah kalau menebar energi negatif yang membuat mahluk lain kecewa, apalagi sakit hati. Energi negatif itu tak akan sirna. Energi itu akan kekal. Entah dia ada dimana. Pada suatu ketika nanti dia akan berbalik menjadi bumerang yang membuat kita merasakan kekecewaan yang sama. Itu sunatullah  ̶  hukum ketetapan Allah. Kalau mau dibantah, ya bantahlah Tuhan.

Temanku senang melihat tumbuh suburnya tanaman kelor di potnya. Dia berencana memindahkannya ke pot yang lebih besar. Kalau ditanam di tanah terbuka tanaman kelor ini bisa tumbuh belasan meter tingginya. Namun, apa istimewanya tanaman kelor? Ini hal yang tak banyak disadari. Selain daunnya yang bergizi tinggi untuk dijadikan sayuran, tanaman ini berfungsi luar biasa. Kucoba melacak referensinya.

Pohon kelor (Moringa oleifera) dapat digunakan sebagai tanaman untuk penahan longsor, konservasi tanah, dan terasering. Pada musim penghujan walau dalam jumlah yang paling minimal, jatuhan air hujan akan dapat ditahan oleh sistem akar kelor sehingga pada musim kemarau tabungan air di sekitar akar pohon kelor akan menjadi sumber air bagi tanaman lain. Selain itu, sistem akar pohon kelor berkembang cukup rapat, dapat berfungsi untuk menahan potensi bahaya longsor.

Sayur daun kelor
Sayur daun kelor (sumber Dapur Umami/Tribunnews.com)

Sebagai sayuran, daun kelor mengandung gizi yang sangat tinggi dibanding bahan makanan lainnya. Mestinya orang tidak perlu khawatir kekurangan gizi andai menyadari manfaat daun ini. Harganya murah dan tak sulit didapat.

Coba lihat hasil penelitian ini. Daun kelor dengan berat yang sama, mengandung vitamin C tujuh kali lebih banyak ketimbang jeruk, vitamin A empat kali lebih banyak ketimbang wortel, kalsium empat kali lebih banyak ketimbang susu, protein dua kali lebih banyak ketimbang susu, potasium tiga kali lebih banyak ketimbang pisang. Maka, tanamlah kelor. Atau jika tidak, makanlah daun kelor. Murah meriah dan bergizi tinggi.

***

Penulis: Yusuf Iskandar

Profil penulis:

Yusuf Iskandar adalah seorang Independent Mining Consultant yang pernah bekerja di Mining Company dan Minimarket. Alumni SMA Negeri 1 Kendal ini tinggal di Yogyakarya dan mempunyai hobi traveling, blusukan, petualangan, dan menulis apa saja yang bermanfaat. Dalam tagline halaman akun Facebook-nya, dia menulis “Selalu ada cerita dan inspirasi tiap hari”.

 

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button