ArtikelPratama Media NewsWisata

Pendakian Nostalgia ke Puncak Merbabu

Oleh: Yusuf Iskandar

Tahun 1989, berdua kami melakukan pendakian Gunung Rinjani (3.726 mdpl) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kebetulan kami berdua bekerja di perusahaan yang sama sehingga koordinasi perencanaan pendakian bisa lebih mudah.

Perlu dicatat, sebelum melakukan setiap pendakian, kami berusaha membuat perencanaan yang sebaik mungkin. Tak sekadar asal berani dan merasa kuat. Dengan perencanaan yang baik pun terkadang ada saja hal tak terduga yang terjadi. Sebab setiap gunung, bagi setiap orang, pada setiap waktu, tak pernah sama kondisinya.

Titik awal pendakian menuju puncak Gunung Merbabu (sumber: Yusuf Iskandar)

Berbekal berani dan kuat saja tidak cukup. Kegiatan ini beresiko tinggi. Banyak faktor yang menentukan tingkat kesulitan dan kendalanya. Hanya orang-orang bodoh yang melakukan pendakian dengan hanya berbekal merasa berani dan kuat. Itu pembelajarannya dan kami tak pernah mengajarkan hal-hal bodoh itu kepada anak-anak kami.

Pada masa itu, kegiatan mendaki gunung belum sepopuler sekarang. Belum banyak orang yang memilih melakukan aktifitas outdoor mendaki gunung kala itu. Kebanyakan para pendaki bergabung dalam kelompok-kelompok pecinta alam, sedangkan kami pendaki individual. Akses informasi pun tak semudah sekarang. Internet belum ada sehingga informasi pendakian atau tentang gunung harus diperoleh dengan cara bertanya kepada orang per orang.

Istirahat sejenak diperjalanan sambil mengabadikan perjalanan (sumber: Yusuf Iskandar)

Tak lama setelah pendakian Rinjani, kami berpisah. Tuntutan karir masa depan membuat kami melanjutkan pekerjaan sesuai bidang profesi kami masing-masing di tempat terpisah. Baru belakangan ketika komunikasi semakin mudah, kami ingin mengulang melakukan pendakian bersama lagi. Namun, kesempatan tak kunjung datang.

Hingga akhirnya pada tanggal 2-3 September 2017 kami sepakat melakukan pendakian bersama. Bukan ke Gunung Rinjani, melainkan ke Gunung Merbabu (3.145 mdpl). Juga bukan hanya kami berdua, melainkan disertai oleh anak kami masing-masing.

Selain itu, pendakian ini juga diikuti oleh dua orang rekan lain yang juga sama-sama sudah berusia lebih setengah abad. Jadilah pendakian muncak ke Gunung Merbabu ini menjadi pendakian nostalgia kami, sejak pendakian ke Gunung Rinjani 28 tahun yang lalu.

Jalur pendakian menuju puncak Gunung Merbabu (sumber: Yusuf Iskandar)

Sebenarnya saat berangkat, saya masih dalam kondisi agak flu. Tapi saya pertimbangkan masih undercontrol dan masih dapat saya toleransi. Tentu saja hal ini sangat kondisional. Setiap orang dan setiap waktu mempunyai kemampuan berbeda-beda dalam menoleransi setiap kendala.

Kami bertujuh mendaki Merbabu. Saya bersama anak Ianang, Antrasa Iskandar dan seorang temannya Mas Wildan. Sahabat saya yang asal Sulawesi dan kini tinggal di Jakarta, Mas Riady Bakri bersama putranya Mas Rahmadi Ardiansyah. Dua orang sahabat lagi turut menyertai, Mas Taufik dan Mas Ary yang keduanya juga asal Sulawesi dan tinggal di Jakarta.

Rasa lelah terbayar sudah ketika kami sampai ke puncak Merbabtu dan mengabadikan diri bersama teman lama (sumber: Yusuf Iskandar)

Alhamdulillah kami berhasil mencapai puncak Merbabu pada Minggu, 3 September 2017 pukul 10 pagi dan kembali dengan selamat. Bukan sekadar mencapai puncak yang menjadi tujuan utama kami sesungguhnya, melainkan nilai penuh hikmah atas silaturahmi kami dan keluarga, juga silaturahmi kami dengan alam dan gunung. Maha Karya Tuhan yang luar biasa.

Semoga pendakian ini bukan pendakian terakhir kami. Selalu ada gunung untuk didaki, sampai Tuhan meminta kami untuk berhenti. Insya Allah.

***

Profil penulis:

Yusuf Iskandar adalah seorang Independent Mining Consultant yang pernah bekerja di Mining Company dan Minimarket. Alumni SMA Negeri 1 Kendal ini tinggal di Yogyakarya dan mempunyai hobi traveling, blusukan, petualangan, dan menulis apa saja yang bermanfaat. Dalam tagline halaman akun Facebook-nya, dia menulis “Selalu ada cerita dan inspirasi tiap hari”.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button