ArtikelHobi dan Gaya HidupOlahragaPratama Media News

Kunci Sukses Pep Guardiola dalam Meraih Gelar Bersama Klub Sepak Bola Asuhannya

Salah satu gelar yang paling berkenang oleh penggemar sepak bola yakni saat Pep pertama kali dia melatih klub Barcelona pada 2008-2009 dan meraih treble winner.

Kunci Sukses Pep Guardiola dalam Meraih Gelar Bersama Klub Sepak Bola Asuhannya – Sepak bola tentu saja tidak asing didengar oleh telinga kita, terutama masyarakat Indonesia yang sejak dulu sangat fanatik terhadap olahraga sepak bola ini. Dalam permainan sepak bola, kita tidak hanya harus pandai mengumpan, menekel, maupun menendang dan memasukan bola ke gawang lawan untuk memenangkan sebuah pertandingan, tetapi lebih dari itu. Kita mengenal adanya taktik atau strategi yang merupakan rancangan permainan agar tim kita dapat memenangkan pertandingan.

Berbicara tentang taktik atau strategi di lapangan hijau, siapa sih yang tidak mengenal Josep Guardiola alias Pep Guardiola? Mantan pemain Barcelona, Spanyol ini sekarang bekerja sebagai manajer sepak bola untuk menangani tim raksasa asal Inggris, Manchester City.

Pep dikenal sebagai manajer jenius dalam dunia sepak bola. Keuletan dan kecerdasannya dalam mengatur strategi permainan sepak bola membuat orang-orang banyak yang kagum dan terinspirasi olehnya. Namanya terkenal saat masih menjadi manajer klub sepak bola Spanyol, Barcelona.

Pep Guardiola
Aksi Pep Guardiola saat memberikan instruksi kepada anak asuhannya yang sedang bermain di lapangan (Sumber: mbpschool.com)

Saat itu Pep meraih banyak kesuksesan bersama klub. Salah satu gelar yang diraihnya dan paling berkenang oleh penggemar sepak bola yakni saat pertama kali dia melatih klub Barcelona pada 2008-2009. Saat itu dia memberi kejutan dimusim pertamanya di Barcelona dengan meraih treble winner, dimana dia meraih tiga gelar sekaligus dalam semusim yakni gelar liga, domestik, dan juga gelar Eropa.

Tak hanya sampai di situ, pada musim-musim berikutnya pun Pep meraih banyak gelar bersama Barcelona. Juga bersama klub-klub yang pernah dilatihnya, seperti Bayern Munchen dan Manchester City. Nah itu adalah sekilas info profil dari manajer yang taktik dan gaya bermainnya akan kita bahas kali ini.

Pep Guardiola
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola sedang memberikan instruksi kepada anak asuhannya. (Sumber © AP Photo/Bola.net)

Seperti yang kita ketahui Pep meraih banyak gelar bersama klub-klub yang pernah dilatihnya. Lalu, apa kunci sukses Pep Guardiola meraih banyak gelar bersama klubnya? Ternyata kuncinya adalah terletak pada taktik dan strateginya dalam merancang permainan di lapangan.

Taktik dan strategi apa yang dimiliki Pep sehingga dapat menyulitkan lawan, sekaligus meraih gelar bersama klub? Ya, jawabannya adalah Tiki-Taka.

Seperti yang kita tahu, Pep terkenal dengan gaya bermainnya yang menguasai permainan dan menekan lawan. Hal ini bisa kita lihat pada 2008-2012, klub tangguh asuhannya yaitu Barcelona, banyak dikagumi publik pecinta sepak bola pada saat itu. Penyebabnya karena gaya bermainnya yang memiliki ciri khas, beda dari yang lain. Ciri khas yang dimaksud di sini adalah gaya klub asuhannya yang kerap kali menyulitkan lawan saat berhadapan dengan mereka.

Klub Bayern Munchen
Klub Bayern Munchen yang pernah dilatih oleh Pep Guardiola (Sumber: scisports.com)

Dengan gaya bermain klub berupa umpan-umpan pendek, memindahkan bola dengan cepat antar kaki ke kaki lainnya, juga mempertahankan penguasaan bola, membuat lawan dibuat frustasi oleh anak-anak asuhannya. Banyak orang menyebut gaya bermainnya anak-anak asuhan Pep ini dengan istilah Tiki-Taka karena cirinya berupa umpan-umpan pendek dengan cepat dan penguasaan bola.

Istilah Tiki-Taka sendiri sebenarnya telah ada sejak sebelum Pep menangani klub Barcelona. Istilah ini dianggap telah diciptakan oleh penyiar asal Spanyol, Andres Montes pada komentarnya disiaran televisi LaSexta pada gelaran Piala Dunia FIFA 2006. Namun,  istilah Tiki-Taka ini masih menjadi perdebatan karena masih belum jelas siapa sebenarnya yang menciptakan istilah ini.

Klub Barelona
Klub Barcelona yang pernah ditangani oleh Pep Guardiola (Sumber: Linkedin.com)

Tiki-Taka sendiri pada dasarnya merupakan gaya bermain yang dulu sempat dipopulerkan oleh legenda Barcelona, Johan Cruyff pada saat dia sudah menjadi manajer Barcelona tahun 1988-1996. Namun, seiring berjalannya waktu, gaya bermain ini banyak ditiru dan dikembangkan oleh manajer-manajer Barcelona digenerasi berikutnya hingga akhirnya Pep Guardiola menjadi manajer yang merasakan kesuksesan besar dari tradisi Tiki-Taka Barcelona ini.

Itulah kunci taktik Pep yang membuat dirinya menjadi salah satu manajer paling sukses dalam sejarah sepak bola. Keberhasilan Pep menerapkan tradisi gaya bermain klub kota kelahirannya itu membuat dia banyak meraih gelar dengan klub-klub yang pernah dilatihnya. Terbukti tidak hanya diterapkan pada klub Barcelona saja dan sukses meraih gelar, tetapi diluar klub itu pun seperti Bayer Munchen dan juga sekarang Manchester city dia kembali sukses meraih banyak gelar dengan menerapkan dan mempertahankan gaya bermainnya dulu sejak masih menjadi manajer Barcelona.

***

Judul: Kunci Sukses Pep Guardiola dalam Meraih Gelar Bersama Klub Sepak Bola Asuhannya
Penulis: Raka Alvaro Triputra
Editor: JHK

Sekilas tentang penulis

Penulis yang mempunyai nama lengkap Raka Alvaro Triputra atau biasa dipanggil Raka atau Kaka ini adalah anak kembar dari pasangan Jumari Haryadi dan R. Yanty Heryanty. Adik dari Bobby Rezza Pratama dan Arya Panji Dwiputra ini dilahirkan di Bandung pada 17 Januari 2002.

Raka Alvaro Triputra
Raka Alvaro Triputra, penulis (Sumber: koleksi pribadi)

Selain sedang belajar menulis dan berbicara di depan publik dari ayahnya, Raka juga hobi menggambar dan bermain musik, khususnya gitar. Kemampuan menggambar dipelajarinya secara otodidak, sedangkan kemampuannya bermain gitar belajar dari kakaknya, Arya Panji Dwiputra yang kini baru saja diterima bekerja sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Dr. Djunjunan No.236, Bandung.

Disela-sela waktu luangnya, Raka sering berlatih bermain gitar bersama saudara kembarnya, Riki Alvaro Triputra yang kini kuliah di Program Strata 1, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung (Unisba). Keduanya kebetulan sama-sama suka musik, tetapi memiliki perbedaan dalam menentukan profesi untuk masa depan mereka.

Saat ini Raka sedang menempuh kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri dengan mengambil Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Terbuka. Alumni SMA Angkasa Bandung ini bercita-cita kelak ingin menjadi seorang penulis dan pengusaha media yang sukses.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button