Rayen Cuti, Kami Pun Ikut Happy
Saat rehat kami sempatkan bersenda gurau bersama sambil bercerita, mengenang masa lalu yang indah saat kami semua masih remaja.
Rayen Cuti, Kami Pun Ikut Happy – Belum lama ini kota kami “Kotabumi” kedatangan tamu dari Kota Bandung. Tamu tersebut tidak lain adalah sahabat lama kami, Rayen Obersyl. Ia merupakan salah seorang teman kami yang sukses meniti karirnya di dunia militer. Saat ini perwira menengah TNI tersebut baru saja menyelesaikan pendidikan Lemhanas di Jakarta dan sedang melaksanakan rangkaian cuti yang cukup panjang.
Rayen pulang ke kampung halamannya pada 5 September 2021. Cuti yang diambil olehnya dimanfaatkan dengan berkumpul bersama keluarga dan teman-teman lamanya. Moment-momen kebersamaan ini tentunya tidak akan kami lewatkan begitu saja.

Setelah kami bertemu melepas rindu, kami pun sepakat untuk berkumpul dengan teman-teman lama di Tegal Mas, sebuah objek wisata yang cukup dikenal di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Tempat ini merupakan salah satu objek wisata yang sangat menawan dan menjadi rujukan bagi wisatawan domistik maupun manca negara.
Selama berada di Tegal Mas, kami bermain di pantai, mandi di laut, dan membakar ikan bersama. Saat rehat kami sempatkan bersenda gurau bersama sambil bercerita, mengenang masa lalu yang indah saat kami semua masih remaja. Usai bertamasya, kami pun kembali ke Kotabumi.
Pagi harinya kami kembali berkumpul bersama kawan-kawan lama di Stadion Sukung, Kotabumi. Tak lupa kami sarapan pagi, sekaligus berjemur di terik matahari yang menyehatkan. Meskipun tidak semua teman kami bisa mengikuti kegiatan ini, tetapi kebahagian kami tidak terukur ketika masih masih bisa bertemu dan bercengkrama seperti dulu lagi.

Kegiatan kami lainnya adalah berbagi kepada sesama saudara kita yang hidupnya kurang beruntung. Hal itu kami wujudkan setiap Jumat dengan membagikan paket sembako kepada saudara-saudara kita yang bekerja sebagai petugas kebersihan, para pemulung, dan juga orang-orang lain yang membutuhkan. Senyum syukur tersirat dari wajah orang-orang yang mendapatkan paket tersebut sambil mengucap “terima kasih” dan diiringi doa-doa yang baik.
Saat menjelang malam kami berkumpul bersama sahabat-sahabat semasa SMA. Kami pun bernyanyi bersama dengan menyanyikan lagu-lagu nostalgia diiringi musik yang dibawakan oleh para pemuda Kotabumi yang mempunyai talenta dibidang music.

Gelak dan tawa kami pun kian menggelegar sehingga membuat suasana menjadi semakin meriah. Kami semua merasa terhibur dengan bernyanyi bersama secara bergantian. Sambil mendengarkan musik, kami juga tergerak untuk bergoyang mengikuti alunan musik yang semakin malam semakin seru.
Momen indah lainnya adalah saat kami menyempatkan diri berkunjung ke sekolah tempat sahabat kami Rayen dulu pernah menamatkan pendidikan SMP-nya. Sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah menengah terbaik di kota kami yaitu SMP Xaverius Kotabumi. Sekolah ini tidak mungkin kami lupakan karena disanalah tempat kami dahulu pernah menimba Ilmu.
Pada Kamis, 9 September 2021, kami bertiga yaitu penulis, Rayen, dan Vivi berkunjung ke sekolah tersebut. Di sana kami bertemu dengan para guru, kepala sekolah, dan semua staf karyawan SMP Xaverius. Kami bertiga disambut hangat oleh mereka. Lalu kami diajak melihat-lihat ruang kelas sambil bercerita dan mengingat-ingat saat kami masih belajar di kelas 1 , 2, dan 3 dengan didampingi oleh Pak Vin, Pak Agus, Pak Petrus, dan Ibu wiwik.
Setelah melihat-lihat ruang kelas, kami diajak untuk ngobrol bersama di ruang kepala Sekolah. Kami ngobrol ringan seputar suasana SMP Xaverius dahulu dan kondisi saat ini. Tak terasa satu setengah jam kami berada di sana. Sebelum berpamitan, kami sempatkan foto bersama untuk kenang-kenangan.

Dalam perjalanan pulang, kami sempatkan singgah ke salah satu rumah guru kami yang berada di Jalan Sudirman, Gang Musala, Kaliumban, Kotabumi. Guru tersebut adalah Bapak Jumadi. Beliau termasuk salah guru yang paling disukai karena dulu sangat dekat dengan murid-muridnya.
Saat kami kunjungi, ternyata Pak Jumadi dalam kondisi kurang sehat karena pernah terkena stroke. Beliau masih dalam proses pemulihan akibat penyakit yang pernah di deritanya tersebut. Namun, dalam kondisi tersebut, guru kami tersebut tetap aktif beraktivitas. Selalu ada saja yang dikerjakannya.

Seingat kami, dulu Pak Jumadi dikenal sebagai guru matematika yang cerdas, serta penuh semangat. Beliau selalu ingin berbuat sesuatu. Satu hal yang tentunya masih selalu kami ingat adalah beliau merupakan sosok guru yang selalu bersemangat ketika memecahkan berbagai rumus matematika yang dikenal sulit.
Dari sekelumit rangkaian kegiatan sahabat kami Rayen ketika ia pulang kampung ini, bisa dijadikan teladan bagi sahabat kami lainnya. Ketika kita bisa berbuat baik maka hal tersebut bisa menjadi motivasi untuk diri kita sendiri dan orang lain, termasuk bagi para alumni sekolah ataupun sahabat-sahabat lainnya.
Mari kita membuat agenda kegiatan yang bisa bermanfaat bagi kita, sahabat-sahabat kita, dan guru-guru kita sehingga bisa dijadikan contoh untuk orang lain.
Rayen, kami bangga memiliki sahabat sepertimu. Kami bangga dengan kepribadianmu. Semoga engkau selalu sehat dan karirmu semakin cemerlang. (Ispandi Sidi Surya)
***
Editor: JHK
Penulis: Ispandi Sidi Surya
Profil penulis:

Ispandi Sidi Surya adalah seorang putra seorang pensiunan TNI Angkatan Darat yang hobi menulis dan menulis puisi. Saat ini bekerja bekerja di kantor pajak Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Ispandi juga ikut dalam sebuah komunitas bernama BARAK (Barisan Anak Kolong) – sebuah komunitas yang anggotanya terdiri dari anak-anak pensiunan TNI AD yang pernah menghuni barak militer di asrama KOMPI, Kabupaten Lampung Utara, dan kini menjabat sebagai sekretaris.
Editor: JHK







