ArtikelPratama Media NewsWisata

Sore Di Bukit Darma Geopark Ciletuh

Bukit Darma Geopark Ciletuh berlokasi di Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Sore Di Bukit Darma Geopark Ciletuh  – Dalam perjalanan kembali ke Jakarta dari wilayah Sukabumi Selatan, aku mengambil rute agak memutar, melewati kawasan geopark atau Taman Bumi Nasional Ciletuh, Pelabuhanratu. Memang, kalau ditinjau dari jarak tempuh akhirnya menjadi sedikit lebih jauh dibandingkan kalau aku melewati rute Jalan Raya Pelabuhanratu.

Ah, biarin saja agak jauh, soalnya aku ada tujuan lain. Aku ingin menikmati pemandangan laut Selatan di kala sore menjelang senja. Di sana terdapat bentang alam dataran rendah, kawasan persawahan, garis pantai, dan Teluk Ciletuh. Sungguh indah jika dipandang dari ketinggian puncak tertinggi, Puncak Darma, yang berada di kawasan Geopark Ciletuh.

jalan
Jalan menuju kawasan Geopark Ciletuh, Pelabuhanratu (Sumber: Yusuf Iskandar)
Jalan ke geopark
Jalan menuju Geopark Ciletuh yang berkelok-kelok (Sumber: Yusuf Iskandar)

Aku berjalan melintasi jalan berlenggak-lenggok, menurun dan mendaki, terjal dan curam saat sudah berada di antara kawasan Puncak Aher dan Puncak Darma. Kondisi jalan dapat dibilang bagus. Hanya perlu ekstra berhati-hati karena curamnya. Namun, pemandangan laut lepas ke arah Selatan sangat menawan.

Puncak Darma berada pada ketinggian sekitar 230 mdpl, berlokasi di Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Di Puncak Darma ini terdapat spot piknik yang tidak terlalu luas sehingga memberi ruang bebas memandang lepas ceruk dataran rendah Teluk Ciletuh. Untuk memasuki area spot pemandangan ini ditarik biaya Rp 3.000 per orang. Sangat murah!

Puncak Darma
Puncak Darma Geopark Ciletuh (Sumber: Yusuf Iskandar)

Berdiri, lalu pandanglah ke arah Selatan bawah. Di dataran sebelah Timur membentang kawasan persawahan sangat luas yang seolah-olah dibatasi oleh garis pantai Teluk Ciletuh terhadap air laut Teluk Ciletuh yang sangat luas. Garis pantainya membentuk garis melengkung seperti bentuk tapal kuda.

Ketika cuaca sore hingga senja, hari sedang cerah, tersajilah panorama sangat mempesona. Bak latar belakang sebuah lukisan alam. Sore itu langit biru berawan. Masih tampak bayangan gerak lambat matahari merayap turun menuju persembunyiannya. Masya Allah indahnya. Keindahan itu menjadi aset wisata alam yang layak dikunjungi di kawasan Geopark Ciletuh.

Panorama alam
Panorama alam yang indah dilihat dari Puncak Darma Geopark Ciletuh (Sumber: Yusuf Iskandar)
Ciletuh
Panorama alam berupa hamparan sawah dan hutan yang terlihat dari Puncah Darma Geopark Ciletuh (Sumber: Yusuf Iskandar)

Geopark

atau Taman Bumi Nasional Ciletuh, Pelabuhanratu sendiri merupakan satu dari enam Taman Bumi Nasional yang ada di Indonesia. Kelima geopark lainnya adalah Geopark Gunung Sewu, Merangin, Gunung Rinjani, Danau Toba, dan Gunung Batur.

Kawasan Wilayah Geopark Ciletuh, Palabuhanratu berada di kawasan dataran rendah hingga tinggi, luasnya sekitar 128 ribu hektare, tersebar di delapan wilayah kecamatan, mencakup 74 desa/kelurahan. Sebagian besar masyarakatnya adalah suku Sunda dan hanya ada sedikit pendatang dari suku lain.

papan peringatan
Papan pengingat bertuliskan pesan lingkungan yang ditampilkan dalam bahasa Sunda (Sumber: Yusuf Iskandar)

Ada hal lain yang menarik perhatianku. Di area spot pemandangan Puncak Darma terpasang sebuah papan pengingat bertuliskan pesan lingkungan yang ditampilkan secara sederhana, tapi menarik, dalam ungkapan keseharian masyarakat setempat. Bunyinya “Kirangan plastik hirup langkung sae, pikeun Ciletuh nu asri tur sehat” (Kurangi plastik hidup lebih baik, demi Ciletuh yang asri dan sehat).

***

Penulis: Yusuf Iskandar

Profil penulis:

Yusuf Iskandar adalah seorang Independent Mining Consultant yang pernah bekerja di Mining Company dan Minimarket. Alumni SMA Negeri 1 Kendal ini tinggal di Yogyakarya dan mempunyai hobi traveling, blusukan, petualangan, dan menulis apa saja yang bermanfaat. Dalam tagline halaman akun Facebook-nya, dia menulis “Selalu ada cerita dan inspirasi tiap hari”.

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button