Puluhan Personel Satuan Brimob Polda Jawa Tengah Laksanakan Penyuntikan Vaksin Sinovac
Tujuannya untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin ini memang aman digunakan untuk menangkal Covid-19
Pratamamedia.com, Semarang, Jawa Tengah – Pemerintah secara resmi telah memulai program vaksinasi atau penyuntikan vaksin Sinovac guna menghentikan pandemi Covid19. Vaksin Sinovac atau biasa disebut Coronavac ini berasal dari China.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP., menyebutkan bahwa secara keseluruhan vaksin Sinovac aman dan tidak menimbulkan efek samping yang berat. Selain itu, vaksin Sinovac juga efektif dalam membentuk antibodi di dalam tubuh penerimanya sehingga mampu membunuh atau menetralkan virus Corona penyebab Covid-19.

Vaksinasi sendiri di Indonesia pertama kali disuntikkan kepada Presiden Jokowi, selanjutnya kepada seluruh tenaga medis dan kali ini kepada TNI-Polri yang dianggap sebagai instansi yang berperan penting dalam pengendalian Pandemi Covid-19 ini, seperti halnya yang dilaksanakan personel Satuan Brimob Polda Jawa Tengah pagi pada Selasa kemarin (23/02/2021).

Puluhan personel Satuan Brimob Polda Jawa Tengah mulai dari Staf Makosat dan Jajaran Batalyon A Pelopor melaksanakan penyuntikan vaksin di hari pertama. Kegiatan tersebut berlangsung di Poliklinik Satuan Brimob Polda Jawa Tengah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua peserta wajib bermasker, cuci tangan dan dilakukan pengecakan suhu tubuh. Rencananya proses vaksinasi ini akan berlangsung selama beberapa hari kedepan.
Kepala Seksi Kesehatan dan Jasmani (Kesjas) Satuan Brimob Polda Jawa Tengah, AKP Hery Arfianto mengungkapkan bahwa pemberian vaksin Sinovac kepada personel Satuan Brimob tersebut dapat meyakinkan kepada masyarakat bahwa vaksin ini memang aman digunakan untuk menangkal Covid-19.
“Selain untuk melindungi diri para personel dari Covid-19, dengan dilaksanakannya vaksinasi kepada personel Satbrimob Polda Jateng ini diharapkan dapat meyakinkan masyarakat tentang amannya vaksin sinovac ini untuk meningkatkan imunitas tubuh agar tidak tertular covid-19,” tegas Pria yang pernah menjabat sebagai Danki Kompi 1 Yon A Pelopor tersebut.


Proses penyuntikan vaksin sendiri harus melewati beberapa proses. Pertama, penyuluhan kepada para personel yang akan melaksanakan vaksin tentang beberapa kriteria yang dianggap tidak diperbolehkan untuk divaksin. Kedua, pendaftaran calon peserta. Ketiga, pengecekan kondisi tubuh, seperti tensi dan detak jantung. Keempat, scrining dan penyuntikan vaksin yang dilakukan oleh dokter yang ditunjuk. Kelima, penerima vaksin diarahkan di ruang tunggu untuk menunggu surat keterangan bahwa telah dilakukan penyuntikan vaksin.
***
Reporter: Bharaka Didik
Editor: JHK








