Pameran Bandung Lautan Art dalam Rangka Merayakan Hari Bandung Lautan Api dan Menyambut Ramadan 1443 H.
Energi Seni Rupa Bandung dan Merayakan Entitas Keragaman dalam Perhelatan Pameran
Pratama Media News, Bandung, 28 Maret 2022 – Pembukaan Pameran Bandung Lautan Art (BLA), dimulai pada Minggu, 27 Maret 2022, pukul 14.00 WIB bertempat di Galeri Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan No. 7-9 Bandung. Secara simbolis pameran resmi dibuka oleh Dr. Zakarias S. Soeteja, M.Sn. (Dekan FPSD-UPI). Pameran ini berlangsung selama 8 hari, mulai 27 Maret – 4 April 2022, selanjutnya galeri bisa dikunjungi tiap hari mulai pukul 10.00 – 17.00 WIB (gratis).
Event ini merupakan agenda rutin pameran seni rupa dari para Alumni Himpunan Mahasiswa Seni Rupa (AHIMSA) UPI. Bukan hanya alumni dan mahasiswa yang menjadi peserta pameran ini, melainkan melibatkan juga para dosen yang masih aktif maupun yang sudah purnabakti. Kegiatan ini diharapkan akan menambah spirit berkarya, pengabdian, silaturahim, sharing ilmu, kebersamaan, berbagi pengalaman, peluang, dan kreativitas maupun bisa menggerakkan ekonomi kreatif.
Hampir dua tahun para seniman dan masyarakat merasa dibatasi kegiatan berkesenian, ekonomi maupun sosialnya sehingga merindukan lagi suasana tatap muka dan bercengkrama langsung di tempat pameran. Susana happy, pikiran jernih, beraktivitas yang bermanfaat, dan menjaga kesehatan justru yang membuat imun tubuh kita semakin kuat. Dari situlah terjadi lagi perputaran ekonomi yang sehat, baik itu skala kecil maupun luas.


Isa Perkasa ̶ Kurator Galeri Pusat Kebudayaan (GPK) ̶ mengungkapkan, “Pameran Bandung Lautan Art sangat seru karena dengan beragam gaya dan generasi, bisa tampil bareng di galeri sebagai cerminan memang UPI beragam.”
Pameran Pupuhu ke-2 menampilkan tema besar Bandung Lautan Art (BLA). Para peserta pameran ini didominasi para guru dan dosen seni rupa. Mereka ini sebagai penyebar virus seni rupa kepada siswanya sehingga melahirkan generasi seni rupa di berbagai pelosok kabupaten/kota.

“Tidak sedikit murid-muridnya ini studi di kampus seni ternama selain di UPI sendiri. Tentunya seorang guru akan menjadi contoh untuk muridnya,” ungkap Isa.
Menurut Isa, pameran tersebut tentunya akan menginspirasi para alumni bergabung lebih solid dan kuat. Kurator senior ini yakin banyak alumni UPI yang masih konsisten dan memilih kesenimanan sebagai salah satu pilihan hidupnya.
“Saya yakin banyak sekali alumni yang masih konsisten dan memilih kesenimanan, sehingga pameran ini tidak hanya rutinitas tahunan, tetapi menjadi agenda melahirkan pupuhu seni rupa yang tangguh generasi selanjutnya,” pungkas Isa di sela-sela kesibukannya usai acara pembukaan pameran beberapa waktu lalu.

Sementara itu Kurator II (Eddy Hermanto) menjelaskan bahwa pameran BLA merupakan perhelatan pameran Reuni IKIP/UPI. Maksud dan tujuannya untuk menjalin persahabatan dan silaturahim yang nantinya akan mengerucut kepada karya spektakuler.
“Makna dari suatu bentuk seni adalah decode atau pesan yang ingin disampaikan perupa di samping makna visual itu sendiri sebagai totalitas kerja kreatif. Dalam kesempatan ini mereka mengangkat seni lukis dengan muatan cukup beragam dari yang representasional, abstrak, bahkan bentuk- bentuk perupaan modern hingga wujud kekinian (kontemporer) dengan menarasikan serta dielaborasikan kreatifnya secara personal dan rupanya itu merupakan epitome atau makna simbolik dari subject yang menyimpan berbagai tafsir,” ungkap Eddy.

Musisi musik balada dan pegiat literasi Indonesia, Ferry Curtis, ikut memberikan kesannya terkait keseruannya di pameran BLA.
“Pameran ini tepat, pertama pandemi sudah mulai menurun sehingga pengunjung agak lebih lega dan agak aman. Keduanya, pameran ini penting untuk ajang silaturahim, teman-teman berbagai angkatan, mulai dari angkatan 75, 80, dan 90. Bahkan, sampai angkatan 2000-an kumpul, bertemu dosennya dan menjelang bulan suci Ramadan. Jadi menurut saya, ini adalah sesuatu yang bagus dan saya mengucapkan selamat kepada panitia dan peserta yang menyelenggarakan pameran ini,“ ujar Ferry.

Wartawan sekaligus sastrawan asal Bandung, Eriyandi Budiman, juga ikut memberikan komentarnya. Menurut Eriyandi, kegiatan pameran BLA tersebut sangat menarik karena melibatkan para alumni Seni Rupa UPI yang notabene adalah para Guru dan seniman. Mereka pasti ingin menunjukkan kemampuannya melukis atau berkarya sebagaimana yang mereka ajarkan kepada para siswa.
“Mereka menampilkan apa yang mereka punya, apa yang mereka mampu, karena guru sebagai pembelajar, harus memperlihatkan, mereka punya kavasitas berkarya dan mengajarkan lagi apa yang mereka kuasai, baik itu dari segi teknik, teori, ilmu belajar, “ ungkap Eriyandi.

Penjelasan lainnya terkait ajang pameran yang cukup bergengsi tersebut datang dari H. Dadang, M.A. Peserta sekaligus sebagai Ketua Pelaksana pameran tersebut mengatakan bahwa pameran tersebut diikuti oleh 84 peserta dan jumlah karya yang ditampilkan sekitar 90 karya.
“Pameran ini kali kedua yang penyelenggaranya Pupuhu AHIMSA UPI yang pertama digelar di Griya Seni Popo Iskandar (GSPI) dan yang kedua di Galeri Pusat Kebudayaan (GPK),” ungkap Dadang.
Menurut Gusjur Mahesa (sastrawan), “Pamerannya lancar, sukses karena pandemi sudah mereda. Virusna sieuneun ku seniman mah (virusnya takut pada seniman),” pungkas Gusjur menutup perbincangan. (Yoppy Y. 2022)
***








