ArtikelPratama Media NewsReligiSosial

Menjadi Saksi Nikah Pengantin Milenial

Tiba-tiba sang pengantin pria agak mengangkat badannya dan berseru "Yesss!" sambil tangan kanannya mengepal dan dihentakkannya ke bawah

Menjadi Saksi Nikah Pengantin Milenial – Usai tugas pasrah calon pengantin pria, dilanjutkan menjadi saksi nikah. Prosesi akad nikah berjalan lancar dan khidmat. Usai ikrar ijab kabul antara ayah pengantin wanita dan pengantin pria ditunaikan, lalu para saksi sepakat, sah! Maka sempurnalah kedua mempelai menjadi pasangan suami-istri. Pengantin pria tampak diam, tenang, dan lega, tanpa ekspresi berlebihan, penuh ungkapan syukur bergemuruh di dadanya. Hadirin pun tersenyum lega. Begitu umumnya kejadian prosesi akad-nikah.

Tahun 2017 di Gedung Wanita, Patra, Jakarta, aku menunaikan tugas yang sama. Memimpin delegasi pasrah dari keluarga calon pengantin pria dan dilanjutkan menjadi saksi nikah. Prosesi akad nikah berjalan khusyuk sejak awal hingga masuk penyampaian khotbah nikah oleh penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA). Lalu dilanjutkan prosesi pengucapan ijab-kabul.

Ketika para saksi sepakat ijab kabul sudah sah, tiba-tiba sang pengantin pria agak mengangkat badannya dan berseru “Yesss!” sambil tangan kanannya mengepal dan dihentakkannya ke bawah. Aku sempat agak kaget. Para penonton – hadirin maksudnya – tersenyum lebar menyaksikan ulah pengantin pria yang tidak lazimnya bereaksi begitu exciting. Aku pun kemudian turut tersenyum.

Ilustrasi ekspresi pengantin pria
Ilustrasi saat pengantin pria mengatakan “Yes!” usai ijab kabul (Sumber: id.depositphotos.com)

Tidak perlu kutafsirkan macam-macam. Itu hanya ekspresi. Tanda kesyukuran. Tanda kelegaan. Tanda kemenangan. Umumnya memang pengantin bereaksi diam dan tenang penuh kesyukuran dalam hati. Namun kali ini reaksi itu begitu ekspresif.

Aku membayangkan ketika itu Tuhan pun tersenyum menyaksikan ulah sang pengantin pria yang baru saja meraih kemenangan. Kemenangan apa?

Momen ijab kabul adalah momen kritikal bagi setiap anak manusia yang sedang melepas masa lajang dan memasuki tahapan hidup menjadi seorang suami – seorang kepala keluarga atau calon ayah bagi anak-anaknya kelak. Momen yang hanya beberapa detik itu akan mengubah banyak perkara yang tadinya haram menjadi halal. Sebuah perkara yang sebelumnya kalau dilakukan merupakan perbuatan keji dan dosa besar, seketika berubah menjadi bernilai ibadah. Bahkan, nilainya sangat tinggi.

Itulah momen yang dibenci setan. Itulah momen yang manusia pelakunya mempersiapkan dengan sungguh-sungguh demi suksesnya. Pada saat yang sama setan mempersiapkan sungguh-sungguh untuk menggagalkannya. Itulah momen beberapa detik dimana setan akan berjuang mati-matian – walaupun tidak akan bisa – untuk mengganggu dan merusaknya.

saksi nikah pengantin
Ilustrasi proses ijab kabul pengantin muslim (sumber: soehannahall.com)

Itulah sebabnya, dialog ijab kabul perlu dilakukan bersahutan secara cepat. Jangan sampai terjeda lama sehingga memberi peluang kepada setan untuk intervensi dan menyela mengganggu konsentrasi dan menimbulkan rasa waswas. Bahkan, merusak ketulusan perasaan dan pikiran sang calon pengantin. Menggagalkannya kalau bisa.

Momen ijab kabul yang hanya beberapa detik itu begitu sakral dan kritikal. Membutuhkan perjuangan batin tersendiri bagi calon pengantin pria untuk dapat menunaikan dan menyempurnakannya dengan tetap khusyuk, ikhlas, tawakkal, dan tentu saja atas landasan keimanan penuh. Oleh sebab itu wajar kalau sang pengantin pria itu mengekspresikan kesuksesan dan kemenangannya dengan gaya milenialnya. Namun, tetap dalam kerangka kesyukuran yang tiada tara. Syukur kepada Tuhan yang tak terkira dan Tuhan pun tersenyum. Aku yang duduk di sebelahnya pun turut tersenyum.

Hanya saja segera perlu diingatkan. Doa pengantin sesudah itu adalah doa yang tak kalah sakralnya. Doa yang diaminkan oleh para malaikat. Namun, doa yang membuat setan berduka sebab ada satu lagi kandidat sepasang manusia yang membuat setan merasa kehilangan peluang untuk menyesatkannya agar melakukan hal-hal keji dan mungkar.

***

Penulis: Yusuf Iskandar

Profil penulis:

Yusuf Iskandar adalah seorang Independent Mining Consultant yang pernah bekerja di Mining Company dan Minimarket. Alumni SMA Negeri 1 Kendal ini tinggal di Yogyakarya dan mempunyai hobi traveling, blusukan, petualangan, dan menulis apa saja yang bermanfaat. Dalam tagline halaman akun Facebook-nya, dia menulis “Selalu ada cerita dan inspirasi tiap hari”.

 

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button